Jumat, 01 Mei 2015

4.ROH MANUSIA SETELAH DIKUBURKAN



Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (QS. Al Mu’minuun:100)
A.    Pendahuluan
            Tradisi ‘attumate’ dipengaruhi oleh kepercayaan manusia terhadap roh manusia setelah dikuburkan.Sebagian besar umat Islam di Tanah Air ini, meyakini bahwa pada waktu-waktu tertentu roh orang mati yang telah dikuburkan kembali ke rumahnya.Kepercayaan inilah melahirkan amalan yang dipersembahkan kepada roh tersebut,antara lain melakukan rangkain kegiatan dalam ritual atuumate “Selamatan” atau “Assuro ammaca”,berupa persembahan makanan kepada roh tersebut. Kepercayaan tersebut diperkuat oleh tipu daya setan yang merasuki seseorang lalu mengaku-ngaku sebagai roh keuarga yang telah mati,atau nampak di mata penduduk dunia sebagai roh gentayangan.Sedangkan sebagian umat Islam lainnya tidak meyakini dan tidak melakukan amalan tersebut karena menganggapnya sebagai amalan bid’ah yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk meninggalkannya,karena setiap bid’ah adalah sesat (HR.Abu Daud dan Tirmidzi).
            Islam adalah agama yang sempurna,yang telah mengatur segala hal dalam urusan agama.Ajaran agama Islam telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.Oleh karena,kepada Rasulullah SAW hendaknya kita mengambil teladan/contoh pengamalan agama Islam yang benar.Apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah merupakan wahyu dari Allah Swt.Untuk itu,sumber ajaran Islam yang utama adalah Al Quran dan Hadis.Ajaran yang sesuai dengan Al Quran dan Hadis itulah yang benar dan wajib kita mengikutinya.Sedangkan ajaran yang bertentangan dengan Al Quran dan Hadis adalah batil/sesat dan hendaknya kita meninggalkannya.
            Begitu pun halnya informasi tentang Roh,hanya Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu tentang roh.Oleh karena itu tentang keberadaan atau keadaan roh setelah meninggal hendaknya kita kembalikan kepada sumber informasi yang benar,yaitu Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.

B.    Manusia Setelah Dikuburkan
            Kematian yang merupakan perpisahan antara ruh dari jasadnya pasti akan menemui setiap makhluk-Nya yang berjiwa. Tidak seorang pun mampu menghindar atau lari darinya walau hanya sekedar meminta untuk ditunda sesaat saja.Kematian merupakan perpindahan dari alam dunia menuju alam akherat, sebagaimana diriwayatkan bahwa Utsman bin Affan apabila berdiri dihadapan sebuah kuburan maka ia pun menangis hingga membasahi jenggotnya. Dia ditanya,”Apabila engkau diingatkan tentang surga dan neraka engkau tidak menangis akan tetapi engkau menangis karena (kuburan) ini.” Dia pun menjawab,’Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda,’Sesungguhnya kuburan adalah tempat pertama dari tempat-tempat akherat. Apabila dia selamat darinya maka keadaan setelahnya akan lebih mudah baginya. Dan apabila dia tidak selamat darinya maka keadaan setelahnya akan lebih berat darinya.” (HR. Tirmidzi)
            Didalam hadits lain yang diriwayatkan dari al Barro bin ‘Azib bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,”Berlindunglah kalian kepada Allah dari adzab kubur—beliau menyebutkan 2 atau 3 kali—kemudian berkata,’Sesungguhnya seorang hamba yang beriman apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia dan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit dengan berwajah putih seperti matahari dengan membawa kain kafan dan wewangian dari surga dan mereka duduk disisinya sejauh mata memandang.
             Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk di sebelah kepalanya dengan mengatakan,”Wahai jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keredhoan-Nya.’ Beliau saw bersabda,’Maka keluarlah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang minum maka dia (malaikat maut) pun mengambilnya. Dan tatkala dia mengambilnya maka para malaikat (yang lain) tidaklah membiarkannya berada ditangannya walau hanya sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya diatas kafan yang terdapat wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat wangi permukaan bumi.’
Beliau saw berkata,’Mereka kemudian naik (ke langit) dengan membawa (ruh) orang itu dan tidaklah mereka melewati para malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh yang baik siapa ini?’ Mereka menjawab,’Fulan bin Fulan, dengan menyebutkan nama terbaik yang dimilikinya di dunia’ sehingga mereka berhenti di langit dunia. Mereka pun meminta agar dibukakan (pintu) baginya maka dibukalah (pintu itu) bagi mereka dan mereka berpindahlah ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh dan Allah mengatakan,’Tulislah kitab hamba-Ku ini di ‘illiyyin dan kembalikanlah ke bumi, sesungghnya darinyalah Aku ciptakan mereka dan kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku mengeluarkan mereka sekali lagi.’
            Beliau saw bersabda,’Dan ruh itu pun dikembalikan ke jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat yang mendudukannya dan bertanya kepadanya,’Siapa Tuhanmu?’ dia pun menjawab,’Tuhanku Allah.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa agamamu?’ dia menjawab,’Agamaku Islam.’ Keduanya bertanya,’Siapa lelaki yang diutus kepada kalian ini?’ dia menjawab,’Dia adalah Rasulullah saw.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa ilmumu?’ dia menjawab,’Aku membaca Al Qur’an, Kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya.’
            Terdengarlah suara yang memanggil dari langit,’Karena kebenaran hamba-Ku maka hamparkanlah (suatu hamparan) dari surga, pakaikanlah dengan pakaian dari surga, bukakanlah baginya sebuah pintu menuju surga.’ Beliau saw bersabda,’maka terciumlah wanginya serta dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.’ Beliau bersabda,’Datanglah seorang laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan baunya yang wangi mengatakan,’Bahagialah engkau di hari yang engkau telah dijanjikan.’ Orang (yang beriman) itu mengatakan,’Siapa angkau? Wajahmu penuh dengan kebaikan’ dia menjawab,’Aku adalah amal shalehmu.’ Orang itu mengatakan,’Wahai Allah, segerakanlah kiamat sehingga aku kembali kepada keluarga dan hartaku.’
             Beliau saw bersabda,’Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia akan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit yang berwajah hitam dengan membawa kain dan merekapun duduk disisinya sejauh mata memandang kemudian datang malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya dengan mengatakan,’Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju amarah dan murka Allah.
Nasib manusia ditentukan oleh amalnya
            Beliau saw bersabda,’maka dipisahkanlah ruh dari jasadnya seperti duri yang dicabut dari kain yang basah kemudian malaikat (maut) pun mengambilnya dan tatkala malaikat maut mengambilnya maka mereka (malaikat lain) tidaklah membiarkannya berada di tangannya walau sesaat sehingga meletakkannya dikain itu dan dibawanya dengan bau bangkai busuk yang meyebar di permukaan bumi. Mereka pun membawanya dan tidaklah mereka melintasi malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh buruk milik siapa ini?’ mereka menjawa,’Fulan bin Fulan dengan menyebutkan nama yang paling buruknya di dunia.’
            Kemudian mereka sampai di langit dunia dan meminta untuk dibukakan (pintu) baginya maka tidaklah dibukakan baginya kemudian Rasulullah saw membaca firman-Nya,”Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lobang jarum.” Kemudian Allah berkata,’Tulislah kitabnya di sijjin di bumi yang paling rendah maka ruhnya dilemparkan dengan satu lemparan. Kemudian beliau SAW membaca,”Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh.’
            Ruhnya pun dikembalikan ke jasadnya dan datanglah dua malaikat mendudukannya seraya bertanya,”Siapa Tuhanmu?’ maka dia menjawab,’a..a… aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya.’Apa agamamu?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya,’Siapa laki-laki yang diutus kepadamu ini?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Maka terdengar seruan dari langit.’ Karena pendustaan (nya) maka hamparkanlah (suatu hamparann) dari neraka dan bukakan baginya suatu pintu munuju neraka dan terasalah panas serta angin panasnya bagi orang itu dan dia pun dihimpit oleh kuburnya sehingga hancur tulang-tulangnya.
             Datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk dengan pakaian yang bau busuk dan mengatakan,”Bergembiralah kamu dihari yang buruk bagimu yang telah dijanjikan ini.’ Orang itu berkata,’Siapa kamu dengan wajahmu yang penuh dengan kajahatan.’ Dia menjawab,’Aku adalah amal burukmu.’ Orang itu pun berkata,’Wahai Allah janganlah engkau adakan kiamat.” (HR. Ahmad).
Siksa kubur bagi orang yang buruk amalnya
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyebutkan dalam bukunya, al-Ruh, bahwa ada beberapa pendapat tentang keberadaan ruh/arwah setelah meninggal hingga hari kiamat. Dari sekian banyak pendapat yang ada, tidak satu pun yang menerangkan bahwa ada ruh yang bergentayangan. Ruh orang-orang beriman berada di alam barzakh yang luas, yang di dalamnya ada ketenteraman dan rezeki serta kenikmatan, sedangkan ruh orang-orang kafir berada di barzakh yang sempit, yang di dalamnya hanya ada kesusahan dan siksa. 

Allah SWT berfirman :

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mukminun : 100).

Ada sebuah hadits yang mengisahkan proses perjalanan ruh sejak dicabut dari jasad oleh malaikat, kemudian ruh tersebut dibawa ke langit sebelum dikembalikan lagi ke dalam jasadnya yang berada di alam barzakh (kubur) untuk menerima pertanyaan dari malaikat dan mendapatkan kepastian di mana tempat ia akan menunggu datangnya hari kiamat, apakah di alam barzakh yng penuh kenikmatan atau alam barzakh yang penuh siksa sesuai dengan amal dan perbuatannya selama hidup. Mereka baru dibangkitkan kembali saat datangnya hari kiamat kelak.

Jadi intinya, tidak pernah ada orang yang telah meninggal maka ruh/arwahnya masih berada disekitar rumah sampai 40 hari. Karena setelah seseorang meninggal, maka ia akan berada di  alam barzakh bukan lagi di alam dunia (Berbeda dimensi). Kepercayaan seperti ini sangat bertentengan dengan ajaran islam dan harus kita koreksi mulai dari sekarang.
Ada beberapa kepercayaan masyarakat yang bertentangan dengan keterangan Alah dan Rasul-Nya di atas,antara lain:
1.      Roh manusia masih berada di rumahnya sampai kepada hari ke-7,atau ke-20 dan datang lagi pada hari ke-40,hari ke-100 dan satu tahun  kematiannya. Mereka mencari rezki dari keluarga yang ditinggalkannya.Kepercayaan ini berdasarkan pada orang yang kesurupan atau mimpi bertemu keluarganya yang mengabarkan bahwa dirinya masih berada di rumahnya,padahal baik kesurupan maupun mimpi-mimpi tersebut hanyaah tipu daya setan.
2.      Pada waktu-waktu tertentu seperti lebaran atau ketika keluarga yang tinggalkannya berpesta maka roh pulang ke rumah keluarganya mencari rezki, maka masyarakat pun beramai-ramai menyambut roh keluarganya dengan mengadakan ‘assuro ammaca’ mempersembahkan makanan untuk menjamu roh keuarganya tersebut.Kalau demikian apa guna amal mereka kalau masih harus ke dunia mencari rezki,tidak cukupkah makanan di aam kubur ?.
3.      Roh orang yang mati tidak wajar,seperti dibunuh dengan sadis,dibunuh setelah diperkosa atau korban kecelakaan lalu lintas masih gentayangan atau berkeliaran di muka bumi.Kepercayaan ini berdasarkan pada orang yang kesurupan dan mengaku sebagai roh si A atau si B yang mati terbunuh,penghuni jembatan sebagai korban keceakaan lalu lintas dan sebagainya,atau berdasarkan pada penampakan yang mengaku sebagai roh orang yang mati terbunuh dan sebagainya,padahal semua itu hanyaah tipu daya setan untuk menyesatkan manusia.
4.      Roh guru tarekat atau ahli tarekat yang berilmu bisa bebas kembali ke dunia mencari rezki/makanan atau untuk memenuhi undangan murid-muridnya yang sedang berpesta,atau mereka bisa hidup kembali di dunia tetapi berada di tempat lain,padahal kepercayaan seperti inipun adalah tipu daya setan untuk menyesatkan manusia dengan ilmu yang sesat.

C.     Tempat-Tempat Roh di Alam Kubur
Ibnu Qayyim telah menjelaskan tentang kediaman roh bahwa roh itu berbeda-beda tempat kediamannya di alam kubur.Perbedaannya sangat berjauhan antara satu golongan dengan golongan lainnya.Di antaranya ada roh yang berdiam di tempat yang tertinggi (a’la illiyyin).Mereka adalah roh para nabi.Mereka inipun berbeda-beda tempat kedudukannya,sebagaimana yang disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW ketika melakukan isra’ mi’raj.
Di antaranya lagi ada roh-roh di tempat kediaman burung-burung yang indah molek yang berkeliaran di surge sekehendak hatinya.Mereka itu adalah roh-roh para suhada.Namun diantara suhada itu ada yang rohnya terkurung dan tidak dapat masuk surge karena a memiliki utang-utang yang wajib dibayarnya.Hal ini diterangkan dalam hadis:
Dari Muhammad Bin Abdullah bin Jahsy,ia berkata:“Bahwasanya ada seseorang lelaki yang datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata:Ya,Rasulullah bagaimana nasibku jikalau saya terbunuh fisabilllah ?,Rasulullah SAW menjawab:Tempatmu di surge.Setelah orang itu pergi belau menyambung sabdanya itu:Kecuali kalau ia mempunyai utang.Hal ini aku diberitahu tadi oleh Jibril secara rahasia”  
Di antara roh-roh itu ada pula yang dipenjarakan di dalam bumi.Roh ini tidak adapat naik ke tempat yang tinggi (alam atas) sebab memang harus digolongkan dalam roh yang rendah dan masuk ke dalam bumi.
Syeikh Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar menjelaskan posisi roh setelah terpisah dari jasad (dalam buku Al-Yaumul Akhir, hlm. 102), dengan rincian sebagai berikut:
a). Roh para nabi.Roh mereka berada di tempat tertinggi, bersama para malaikat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada detik-detik wafatnya, mengatakan, “Ar-Rafiiqul a’la (kumpulkanlah aku bersama sahabat terbaik yang berada di atas).”
b). Roh para syuhada.Roh mereka berada di tembolok burung-burung hijau di surga. Burung ini memiliki sarang yang menggantung di bawah ‘Arsy, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat muslim.
c). Roh orang mukmin yang saleh.Roh mereka berada di tembolok burung (bukan burung berwarna hijau) yang bergelantungan di pohon-pohon surga, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad yang dinilai sahih oleh Al-Albani.
d). Roh ahli maksiat (orang yang gemar bermaksiat).Roh mereka berada di tempat mereka mendapat siksaan.– Roh pezina berada di suatu lubang seperti tanur; bagian atasnya sempit, dan bagian bawahnya longgar. Dari bawah tanur ini dinyalakan api,kemudian mereka berlomba-lomba berebut naik ke atas.– Roh orang yang makan hasil riba berada di sungai darah; dia berenang, berusaha menepi. Ketika hampir sampai ke tepi, dia dilempari batu, kemudian dia berbalik lagi ke tengah.– Roh tukang bohong akan digantung, kemudian mulutnya dirobek sampai ke tengkuk.Semua ini disebutkan dalam hadis sahih yang diriwayatkan Bukhari.
e). Roh orang kafir.Roh mereka disiksa di alam kubur, dengan siksaan yang pedih. Dia dipukul dengan gadha oleh sosok makhluk yang buta lagi tuli. Andaikan gadha itu dipukulkan ke gunung, niscaya gunung tersebut akan menjadi tanah. Ini, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat An-Nasa’i.
Sayed sabiq mengatakan bahwa “Roh-roh yang menurut peraturannya harus ada di dalam tanah,sama sekali tidak dapat berkumpul dengan roh-roh yang harus berdiam di atas langit.Ini tidak berbeda dengan keadaannya sewaktu hdupnya di dunia ini.Jadi jiwa yang sewaktu hidupnya di dunia tidak berusaha untuk mengenal Tuhannya,tidak mencintai-Nya dan pula tidak pernah mengingat dan ingin mendekati-Nya atau ingin memperoleh jalan guna mengenal-Nya maka harus berada di bumi.Sebaliknya roh yang termasuk golongan atasan yang sewaktu hdup di dunia  selalu tekun dan secara terus menerus mencintai Allah,selalu berzikir,selalu berusaha mendekati-Nya maka akan berkumpul di tempat yang atas.”
Berdasarkan uraian di atas maka jelaskan bahwa kediaman manusia di alam kubur ditentukan oleh keadaan keimanan dan ketakwaan manusia di muka bumi.Kalau manusia itu memiliki prilaku sebagai makhluk yang rendah atau yang lebih rendah dari binatang maka tempat yang layak baginya adalah di dalam bumi.Tetapi bila manusia memiliki perilaku sebagai makhluk yang mulia maka tempatnya adalah di atas bumi (langit).Yang tinggal di dalam tanah sudah pasti terpenjara dalam kesengsaraan dan yang berada di atas langit sudah pasti merdeka dalam kenikmatan.Semoga Allah menjadikan kita sebagai mahkluk-Nya yang mulai dan kelak di tempatkan di tempat yang tinggi.


D.  Penutup
            Di dalam Ayat dan hadis tersebut di atas jelaslah bahwa setiap manusia yang menemui kematian maka ruhnya akan di bawa ke langit untuk kemudian dia mengetahui di mana tempatnya kelak apakah di surga atau di neraka dan setelah itu dirinya akan dikembalikan ke bumi untuk dipertemukan kembali dengan jasadnya di kuburnya. Untuk kemudian mereka akan mengalami fitnah kubur berupa pertanyaan yang berujung kepada nikmat atau adzab kubur di alam barzakh hingga hari kiamat.Itulah kebenaran.Kepercayaan yang bertentangan dengan keterangan Allah dan Rasu-Nya adalah sesat,sehingga amalan yang lahir dari kepercayaan yang sesat juga adalah sesat.
            Jadi tidak ada nash yang menjelaskan bahwa ruh (arwah) seorang yang meninggal masih berada di sekitar rumah hingga empat puluh hari akan tetapi ruh itu akan kembali berada dijasadnya di alam barzakh untuk mendapatkan nikmat atau siksa kubur hingga hari kiamat.Wallahu A’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar