Agar aku berbuat amal yang saleh
terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu
adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal
hari mereka dibangkitkan. (QS. Al Mu’minuun:100)
|
A. Pendahuluan
Tradisi ‘attumate’ dipengaruhi oleh
kepercayaan manusia terhadap roh manusia setelah dikuburkan.Sebagian besar umat
Islam di Tanah Air ini, meyakini bahwa pada waktu-waktu tertentu roh orang mati
yang telah dikuburkan kembali ke rumahnya.Kepercayaan inilah melahirkan amalan
yang dipersembahkan kepada roh tersebut,antara lain melakukan rangkain kegiatan
dalam ritual atuumate “Selamatan” atau “Assuro ammaca”,berupa persembahan
makanan kepada roh tersebut. Kepercayaan tersebut diperkuat oleh tipu daya
setan yang merasuki seseorang lalu mengaku-ngaku sebagai roh keuarga yang telah
mati,atau nampak di mata penduduk dunia sebagai roh gentayangan.Sedangkan
sebagian umat Islam lainnya tidak meyakini dan tidak melakukan amalan tersebut
karena menganggapnya sebagai amalan bid’ah yang diperintahkan oleh Rasulullah
SAW untuk meninggalkannya,karena setiap bid’ah adalah sesat (HR.Abu Daud dan
Tirmidzi).
Islam adalah agama yang
sempurna,yang telah mengatur segala hal dalam urusan agama.Ajaran agama Islam
telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.Oleh karena,kepada
Rasulullah SAW hendaknya kita mengambil teladan/contoh pengamalan agama Islam
yang benar.Apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah merupakan wahyu dari
Allah Swt.Untuk itu,sumber ajaran Islam yang utama adalah Al Quran dan
Hadis.Ajaran yang sesuai dengan Al Quran dan Hadis itulah yang benar dan wajib
kita mengikutinya.Sedangkan ajaran yang bertentangan dengan Al Quran dan Hadis
adalah batil/sesat dan hendaknya kita meninggalkannya.
Begitu pun halnya informasi tentang
Roh,hanya Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu tentang roh.Oleh karena itu
tentang keberadaan atau keadaan roh setelah meninggal hendaknya kita kembalikan
kepada sumber informasi yang benar,yaitu Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.
B. Manusia Setelah Dikuburkan
Kematian
yang merupakan perpisahan antara ruh dari jasadnya pasti akan menemui setiap
makhluk-Nya yang berjiwa. Tidak seorang pun mampu menghindar atau lari darinya
walau hanya sekedar meminta untuk ditunda sesaat saja.Kematian merupakan
perpindahan dari alam dunia menuju alam akherat, sebagaimana diriwayatkan bahwa
Utsman bin Affan apabila berdiri dihadapan sebuah kuburan maka ia pun menangis
hingga membasahi jenggotnya. Dia ditanya,”Apabila engkau diingatkan tentang
surga dan neraka engkau tidak menangis akan tetapi engkau menangis karena
(kuburan) ini.” Dia pun menjawab,’Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda,’Sesungguhnya
kuburan adalah tempat pertama dari tempat-tempat akherat. Apabila dia selamat
darinya maka keadaan setelahnya akan lebih mudah baginya. Dan apabila dia tidak
selamat darinya maka keadaan setelahnya akan lebih berat darinya.” (HR. Tirmidzi)
Didalam
hadits lain yang diriwayatkan dari al Barro bin ‘Azib bahwasanya Rasulullah SAW
bersabda,”Berlindunglah kalian kepada Allah dari adzab kubur—beliau
menyebutkan 2 atau 3 kali—kemudian berkata,’Sesungguhnya seorang hamba yang beriman
apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia dan akan mengawali akheratnya maka turunlah
para malaikat dari langit dengan berwajah putih seperti matahari dengan membawa
kain kafan dan wewangian dari surga dan mereka duduk disisinya sejauh mata
memandang.
Kemudian
datanglah malaikat maut dan duduk di sebelah kepalanya dengan mengatakan,”Wahai
jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keredhoan-Nya.’
Beliau saw bersabda,’Maka keluarlah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang
minum maka dia (malaikat maut) pun mengambilnya. Dan tatkala dia mengambilnya
maka para malaikat (yang lain) tidaklah membiarkannya berada ditangannya walau
hanya sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya diatas kafan yang
terdapat wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat
wangi permukaan bumi.’
Beliau saw
berkata,’Mereka kemudian naik (ke langit) dengan membawa (ruh) orang itu dan
tidaklah mereka melewati para malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh yang baik
siapa ini?’ Mereka menjawab,’Fulan bin Fulan, dengan menyebutkan nama terbaik
yang dimilikinya di dunia’ sehingga mereka berhenti di langit dunia. Mereka pun
meminta agar dibukakan (pintu) baginya maka dibukalah (pintu itu) bagi mereka
dan mereka berpindahlah ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh
dan Allah mengatakan,’Tulislah kitab hamba-Ku ini di ‘illiyyin dan
kembalikanlah ke bumi, sesungghnya darinyalah Aku ciptakan mereka dan
kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku mengeluarkan mereka
sekali lagi.’
Beliau
saw bersabda,’Dan ruh itu pun dikembalikan ke jasadnya. Kemudian datanglah dua
malaikat yang mendudukannya dan bertanya kepadanya,’Siapa Tuhanmu?’ dia pun
menjawab,’Tuhanku Allah.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa agamamu?’ dia
menjawab,’Agamaku Islam.’ Keduanya bertanya,’Siapa lelaki yang diutus kepada
kalian ini?’ dia menjawab,’Dia adalah Rasulullah saw.’ Keduanya bertanya
lagi,’Apa ilmumu?’ dia menjawab,’Aku membaca Al Qur’an, Kitab Allah, aku
mengimaninya dan membenarkannya.’
Terdengarlah
suara yang memanggil dari langit,’Karena kebenaran hamba-Ku maka hamparkanlah
(suatu hamparan) dari surga, pakaikanlah dengan pakaian dari surga, bukakanlah
baginya sebuah pintu menuju surga.’ Beliau saw bersabda,’maka terciumlah
wanginya serta dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.’ Beliau
bersabda,’Datanglah seorang laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan
baunya yang wangi mengatakan,’Bahagialah engkau di hari yang engkau telah
dijanjikan.’ Orang (yang beriman) itu mengatakan,’Siapa angkau? Wajahmu penuh
dengan kebaikan’ dia menjawab,’Aku adalah amal shalehmu.’ Orang
itu mengatakan,’Wahai Allah, segerakanlah kiamat sehingga aku kembali kepada
keluarga dan hartaku.’
Beliau
saw bersabda,’Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila akan berakhir (hidupnya)
di dunia akan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit
yang berwajah hitam dengan membawa kain dan merekapun duduk disisinya sejauh
mata memandang kemudian datang malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya
dengan mengatakan,’Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju amarah dan murka
Allah.
Nasib manusia
ditentukan oleh amalnya
Beliau
saw bersabda,’maka dipisahkanlah ruh dari jasadnya seperti duri yang dicabut dari
kain yang basah kemudian malaikat (maut) pun mengambilnya dan tatkala malaikat
maut mengambilnya maka mereka (malaikat lain) tidaklah membiarkannya berada di
tangannya walau sesaat sehingga meletakkannya dikain itu dan dibawanya dengan
bau bangkai busuk yang meyebar di permukaan bumi. Mereka pun membawanya dan
tidaklah mereka melintasi malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh buruk milik
siapa ini?’ mereka menjawa,’Fulan bin Fulan dengan menyebutkan nama yang paling
buruknya di dunia.’
Kemudian
mereka sampai di langit dunia dan meminta untuk dibukakan (pintu) baginya maka
tidaklah dibukakan baginya kemudian Rasulullah saw membaca firman-Nya,”Sekali-kali
tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka
masuk surga hingga unta masuk ke lobang jarum.” Kemudian Allah
berkata,’Tulislah kitabnya di sijjin di bumi yang paling rendah maka ruhnya
dilemparkan dengan satu lemparan. Kemudian beliau SAW membaca,”Dan
barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia seolah-olah jatuh
dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh.’
Ruhnya
pun dikembalikan ke jasadnya dan datanglah dua malaikat mendudukannya seraya
bertanya,”Siapa Tuhanmu?’ maka dia menjawab,’a..a… aku tidak tahu.’ Keduanya
bertanya.’Apa agamamu?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Keduanya
bertanya,’Siapa laki-laki yang diutus kepadamu ini?’ dia menjawab,’a…a…aku
tidak tahu.’ Maka terdengar seruan dari langit.’ Karena pendustaan (nya) maka
hamparkanlah (suatu hamparann) dari neraka dan bukakan baginya suatu pintu
munuju neraka dan terasalah panas serta angin panasnya bagi orang itu dan dia
pun dihimpit oleh kuburnya sehingga hancur tulang-tulangnya.
Datanglah seorang laki-laki yang
berwajah buruk dengan pakaian yang bau busuk dan mengatakan,”Bergembiralah kamu
dihari yang buruk bagimu yang telah dijanjikan ini.’ Orang itu berkata,’Siapa
kamu dengan wajahmu yang penuh dengan kajahatan.’ Dia menjawab,’Aku adalah amal
burukmu.’ Orang itu pun berkata,’Wahai Allah janganlah engkau adakan kiamat.” (HR.
Ahmad).
Siksa kubur bagi orang yang buruk amalnya
Imam
Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyebutkan dalam bukunya, al-Ruh, bahwa ada beberapa
pendapat tentang keberadaan ruh/arwah setelah meninggal hingga hari kiamat.
Dari sekian banyak pendapat yang ada, tidak satu pun yang menerangkan bahwa ada
ruh yang bergentayangan. Ruh orang-orang beriman berada di alam barzakh yang
luas, yang di dalamnya ada ketenteraman dan rezeki serta kenikmatan, sedangkan
ruh orang-orang kafir berada di barzakh yang sempit, yang di dalamnya hanya ada
kesusahan dan siksa.
Allah SWT berfirman :
“(Demikianlah
keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang
dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),agar aku berbuat amal yang saleh
terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah
perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari
mereka dibangkitkan.”
(QS. Al-Mukminun : 100).
Ada
sebuah hadits yang mengisahkan proses perjalanan ruh sejak dicabut dari jasad
oleh malaikat, kemudian ruh tersebut dibawa ke langit sebelum dikembalikan lagi
ke dalam jasadnya yang berada di alam barzakh (kubur) untuk menerima pertanyaan
dari malaikat dan mendapatkan kepastian di mana tempat ia akan menunggu
datangnya hari kiamat, apakah di alam barzakh yng penuh kenikmatan atau alam
barzakh yang penuh siksa sesuai dengan amal dan perbuatannya selama hidup.
Mereka baru dibangkitkan kembali saat datangnya hari kiamat kelak.
Jadi
intinya, tidak pernah ada orang yang telah meninggal maka ruh/arwahnya masih
berada disekitar rumah sampai 40 hari. Karena setelah seseorang meninggal, maka
ia akan berada di alam barzakh bukan lagi di alam dunia (Berbeda
dimensi). Kepercayaan seperti ini sangat bertentengan dengan ajaran islam dan
harus kita koreksi mulai dari sekarang.
Ada beberapa kepercayaan masyarakat yang bertentangan
dengan keterangan Alah dan Rasul-Nya di atas,antara lain:
1. Roh
manusia masih berada di rumahnya sampai kepada hari ke-7,atau ke-20 dan datang
lagi pada hari ke-40,hari ke-100 dan satu tahun
kematiannya. Mereka mencari rezki dari keluarga yang
ditinggalkannya.Kepercayaan ini berdasarkan pada orang yang kesurupan atau
mimpi bertemu keluarganya yang mengabarkan bahwa dirinya masih berada di
rumahnya,padahal baik kesurupan maupun mimpi-mimpi tersebut hanyaah tipu daya
setan.
2. Pada
waktu-waktu tertentu seperti lebaran atau ketika keluarga yang tinggalkannya
berpesta maka roh pulang ke rumah keluarganya mencari rezki, maka masyarakat
pun beramai-ramai menyambut roh keluarganya dengan mengadakan ‘assuro ammaca’
mempersembahkan makanan untuk menjamu roh keuarganya tersebut.Kalau demikian
apa guna amal mereka kalau masih harus ke dunia mencari rezki,tidak cukupkah
makanan di aam kubur ?.
3. Roh
orang yang mati tidak wajar,seperti dibunuh dengan sadis,dibunuh setelah
diperkosa atau korban kecelakaan lalu lintas masih gentayangan atau berkeliaran
di muka bumi.Kepercayaan ini berdasarkan pada orang yang kesurupan dan mengaku
sebagai roh si A atau si B yang mati terbunuh,penghuni jembatan sebagai korban
keceakaan lalu lintas dan sebagainya,atau berdasarkan pada penampakan yang mengaku
sebagai roh orang yang mati terbunuh dan sebagainya,padahal semua itu hanyaah
tipu daya setan untuk menyesatkan manusia.
4. Roh
guru tarekat atau ahli tarekat yang berilmu bisa bebas kembali ke dunia mencari
rezki/makanan atau untuk memenuhi undangan murid-muridnya yang sedang
berpesta,atau mereka bisa hidup kembali di dunia tetapi berada di tempat
lain,padahal kepercayaan seperti inipun adalah tipu daya setan untuk
menyesatkan manusia dengan ilmu yang sesat.
C.
Tempat-Tempat
Roh di Alam Kubur
Ibnu Qayyim telah menjelaskan
tentang kediaman roh bahwa roh itu berbeda-beda tempat kediamannya di alam
kubur.Perbedaannya sangat berjauhan antara satu golongan dengan golongan
lainnya.Di antaranya ada roh yang berdiam di tempat yang tertinggi (a’la
illiyyin).Mereka adalah roh para nabi.Mereka inipun berbeda-beda tempat
kedudukannya,sebagaimana yang disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW ketika
melakukan isra’ mi’raj.
Di antaranya lagi ada roh-roh di tempat kediaman
burung-burung yang indah molek yang berkeliaran di surge sekehendak
hatinya.Mereka itu adalah roh-roh para suhada.Namun diantara suhada itu ada
yang rohnya terkurung dan tidak dapat masuk surge karena a memiliki utang-utang
yang wajib dibayarnya.Hal ini diterangkan dalam hadis:
Dari Muhammad Bin Abdullah bin
Jahsy,ia berkata:“Bahwasanya ada seseorang lelaki yang datang kepada Rasulullah SAW
lalu berkata:Ya,Rasulullah bagaimana nasibku jikalau saya terbunuh fisabilllah
?,Rasulullah SAW menjawab:Tempatmu di surge.Setelah orang itu pergi belau
menyambung sabdanya itu:Kecuali kalau ia mempunyai utang.Hal ini aku diberitahu
tadi oleh Jibril secara rahasia”
Di antara roh-roh itu ada pula
yang dipenjarakan di dalam bumi.Roh ini tidak adapat naik ke tempat yang tinggi
(alam atas) sebab memang harus digolongkan dalam roh yang rendah dan masuk ke
dalam bumi.
Syeikh Dr. Umar Sulaiman
Al-Asyqar menjelaskan posisi roh setelah terpisah dari jasad (dalam buku Al-Yaumul
Akhir, hlm. 102), dengan rincian sebagai berikut:
a). Roh para nabi.Roh mereka
berada di tempat tertinggi, bersama para malaikat. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam, pada detik-detik wafatnya, mengatakan, “Ar-Rafiiqul a’la
(kumpulkanlah aku bersama sahabat terbaik yang berada di atas).”
b). Roh para syuhada.Roh
mereka berada di tembolok burung-burung hijau di surga. Burung ini memiliki
sarang yang menggantung di bawah ‘Arsy, sebagaimana disebutkan dalam
hadis sahih riwayat muslim.
c). Roh orang mukmin yang saleh.Roh
mereka berada di tembolok burung (bukan burung berwarna hijau) yang
bergelantungan di pohon-pohon surga, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat
Ahmad yang dinilai sahih oleh Al-Albani.
d). Roh ahli maksiat (orang yang
gemar bermaksiat).Roh mereka berada di tempat mereka mendapat siksaan.–
Roh pezina berada di suatu lubang seperti tanur; bagian atasnya
sempit, dan bagian bawahnya longgar. Dari bawah tanur ini dinyalakan
api,kemudian mereka berlomba-lomba berebut naik ke atas.– Roh orang yang makan
hasil riba berada di sungai darah; dia berenang, berusaha menepi. Ketika hampir
sampai ke tepi, dia dilempari batu, kemudian dia berbalik lagi ke tengah.– Roh
tukang bohong akan digantung, kemudian mulutnya dirobek sampai ke tengkuk.Semua
ini disebutkan dalam hadis sahih yang diriwayatkan Bukhari.
e). Roh orang kafir.Roh mereka
disiksa di alam kubur, dengan siksaan yang pedih. Dia dipukul dengan gadha
oleh sosok makhluk yang buta lagi tuli. Andaikan gadha itu dipukulkan
ke gunung, niscaya gunung tersebut akan menjadi tanah. Ini, sebagaimana
disebutkan dalam hadis riwayat An-Nasa’i.
Sayed sabiq mengatakan bahwa
“Roh-roh yang menurut peraturannya harus ada di dalam tanah,sama sekali tidak
dapat berkumpul dengan roh-roh yang harus berdiam di atas langit.Ini tidak
berbeda dengan keadaannya sewaktu hdupnya di dunia ini.Jadi jiwa yang sewaktu
hidupnya di dunia tidak berusaha untuk mengenal Tuhannya,tidak mencintai-Nya
dan pula tidak pernah mengingat dan ingin mendekati-Nya atau ingin memperoleh
jalan guna mengenal-Nya maka harus berada di bumi.Sebaliknya roh yang termasuk
golongan atasan yang sewaktu hdup di dunia
selalu tekun dan secara terus menerus mencintai Allah,selalu
berzikir,selalu berusaha mendekati-Nya maka akan berkumpul di tempat yang
atas.”
Berdasarkan uraian di atas maka
jelaskan bahwa kediaman manusia di alam kubur ditentukan oleh keadaan keimanan
dan ketakwaan manusia di muka bumi.Kalau manusia itu memiliki prilaku sebagai
makhluk yang rendah atau yang lebih rendah dari binatang maka tempat yang layak
baginya adalah di dalam bumi.Tetapi bila manusia memiliki perilaku sebagai makhluk
yang mulia maka tempatnya adalah di atas bumi (langit).Yang tinggal di dalam tanah
sudah pasti terpenjara dalam kesengsaraan dan yang berada di atas langit sudah pasti
merdeka dalam kenikmatan.Semoga Allah menjadikan kita sebagai mahkluk-Nya yang mulai
dan kelak di tempatkan di tempat yang tinggi.
D.
Penutup
Di dalam
Ayat dan hadis tersebut di atas jelaslah bahwa setiap manusia yang menemui
kematian maka ruhnya akan di bawa ke langit untuk kemudian dia mengetahui di
mana tempatnya kelak apakah di surga atau di neraka dan setelah itu dirinya
akan dikembalikan ke bumi untuk dipertemukan kembali dengan jasadnya di
kuburnya. Untuk kemudian mereka akan mengalami fitnah kubur berupa pertanyaan
yang berujung kepada nikmat atau adzab kubur di alam barzakh hingga hari
kiamat.Itulah kebenaran.Kepercayaan yang bertentangan dengan keterangan Allah
dan Rasu-Nya adalah sesat,sehingga amalan yang lahir dari kepercayaan yang
sesat juga adalah sesat.
Jadi
tidak ada nash yang menjelaskan bahwa ruh (arwah) seorang yang meninggal masih
berada di sekitar rumah hingga empat puluh hari akan tetapi ruh itu akan
kembali berada dijasadnya di alam barzakh untuk mendapatkan nikmat atau siksa
kubur hingga hari kiamat.Wallahu A’lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar