Selasa, 05 Mei 2015

MENGGADAIKAN TANAH UNTUK ATTUMATE



Kehidupan Te'ne tidak seperti saudara lainnya yang sudah berkeluarga,yang semuanya telah berhaji dan memiliki mobil,sedangkan Te'ne baru dua tahun diwisuda S-1.Ayah Te'ne.Daeng Baso adalah pensiunan Guru.Daeng Baso memiliki sebidang tanah yang rencananya akan diwariskan kepada Te'ne,sedangkan tabungan Taspennya dipersiapkan untuk pendaftaran Te'ne menjadi PNS,karena PNS di daerah Te'ne memang mahal.Te'ne telah lulus K-2 dengan menggunakan ijazah SMA padahal Te'ne belum pernah honor dikantoran karena sibuk kuliah,sehingga uang simpanan daeng Baso diserahkan kepada pengurus K-2nya sesuai perjanjian sebelumnya.Namun,sebelum menikmati gaji anaknya, Daeng Baso sudah dijemput oleh Malaikat Maut atas perintah Allah.
"Janganmaki susah-susah attumate,Amma, katidak diajarkanji dalam Islam !",Kata Te'ne pada ibunya dua hari usai dikuburkan ayahnya.Te'ne kasihan pada ibunya yang begitu fanatik pada tradisi sehingga harus mengeluarkan banyak biaya untuk amalan tradisi yang tidak diajarkan Islam."Apa kau bilang,Te'ne ?,sejak kapan kau tersesat seperti itu ?,kalau bukan ajaran Islam mengapa iman desa dan masyarakat Islam lainnya melakukannya,liat di TV kyai-kyai saja melakukannya,jangan kau jadi anak durhana pada orang tua",ujar Daeng Baji pada Te'ne."Tapi,dimanaki mau ambil uang,Amma !",sambung Te'ne."Hei,Te'ne,waktu kau minta uang pada tettamu,tettamu tidak pernah bilang dimana mau ambil uang,mengapa kau ngomong begitu,ini siri',Nak, bagaimanapun caranya kita harus laksanakan,apa kata orang nanti bila tidak kita tidak lakukan,janganko banyak bicara,tettanu masih ada di rumah ini,nadengarki omonganta,tettamu hanya menginginkan keihlasanmu",jawab Daeng Baji.
Daeng Baji sangat fanatik pada tradisi,mereka sangat percaya bahwa selama 40 hari roh orang mati itu masih ada di rumah,makanya sejak Daeng Baso dikuburkan Daeng Baji selalu menyiapkan hidangan makanan untuk suaminya lalu memanggil Pak Imam untuk membacakan doa agar agar roh suaminya itu menikmati hidangan yang disiapkannya.Tapi lucunya,bukan roh ayahnya yang makan melainkan Pak iman sendiri bersama seorang tetangga sebelah.
Te'ne sudah menghitung-hitung sudah berapa biaya yang dikeluarga sejak kematian ayahnya. Bayangkan sebelum dikuburkan Te'ne harus menyiapkan tempat tidur beserta perlengkapannya seharga 2 juta, ditambah uang sedekah kepada orang yang ikut shalat jenazah sebesar 500.000.Dan bagaimana dengan pembeli kuda untuk acara ta'ziyat ?.
"Saya sudah dapat sapi,Amma, harganya 8 juta, jadi itu saja yang kami bagi empat",kata Nuri kakak tertua Te'ne yang ditugasi mencari sapi.Walau Nuri tergolong kaya,namun dia tidak mau menanggung seluruh biaya acara pattumatean ayahnya."Kita kan empat bersaudara,harus sama-sama berbakti kepada orang tua,supaya adilnya maka kita bagi empat",ujar Nuri saat rapat pembahasan rencana "attumate".
Tujuh hari kematian ayahnya,Te'ne dan kelaurganya serta tetangga-tetangganya sibuk mempersiapkan acara terpenting dalam kehidupan manusia,yaitu acara selamatan untuk orang yang telah mati,sampai shalatpun mereka lalaikan.Beberapa malam sebelumnya rumah diramaikan oleh acara membaca Al Quran beramai-ramai,lalu mendengarkan pembacaan Kitab" Jabadul Akhira"t kemudian acara Tahlilan dan mempersembahkan sesajen buat ayahnya yang tercinta.Undangan ta'ziatpun telah beredar.Satu persatu undangan telah berdatangan menikmati masakan dengan berbagai rasa,tidak lebih dari makanan pesta perkawinan,ada kuenya,ada es buah dan sebagainya.
Malam dilakukan puncak acara yaitu ta'ziat.Ustaz yang terkenal telah hadir di tengah-tengah undangan yang sedang menikmati jamuan makan malam.Usai acara makan malam,acara ta'ziatpun dimulai,yang diawali dengan pembacaan Al Quran,sepatah kata dari keluarga almarhum dan masuk acara inti,yaitu tauziah oleh ustaz.Beberapa undangan tertawa terpingkal-pingkal karena penceramah membawakah tauziyah yang lucu-lucu seakan-akan lupa bahwa itu acara kematian.Tapi itu tidak jadi masalah yang penting hadirian puas dan amploppun lancar,karena bayar uztas yang lucu itu agak tinggi dibanding dengan ustaz yang bikin ngantuk.
Usai acara para undanganpun kembali ke rumahnya masing-masing setelah mengucapkan terima kasih dan bersalaman dengan ustaz yang masih duduk menunggu amplop.
Setelah seluruh undangan pulang,maka kotak undanganpun dibuka lalu dihitung.Ternyata isi undangan seluruhnya adalah 5 juta,ya lumayan.Tetapi ada sesuatu yang harus ditutupi oleh Te'ne,yaitu utangnya sapi untuknya 2 juta, bumbu-bumbu dan sebagainya di kios tetangga 1 juta belum dibayar, ayam dan ikan yang seluruhnya  juta juga belum dibayar.Uang lemari juga ternyata belum dibayar,kambing yang disembeli saat pemakaman 1,5 juta juga belum dibayar,dan lain yang membuat Te'ne harus menyiapkan uang sebanyak 8 juta,dan bagaimana lagi biaya untuk 4 harinya,100 harinya dan 1 tahunnya ?.
"Sabar Nak,kalau tidak ada lagi uangmu,maka gadaikan saja dulu sawah kita,daripada ketahuan orang bahwa banyak utang kita,kan malu",kata Daeng Baji pada Te'ne yang kelihatan bingun memikirkan utangnya."Kalau sawah yang satu-satunya itu kita gadaikan,Amma maka kita akan makan apa , sedangkan beras yang dibawa tetangga-tetangga itu sudah harus dijual untuk menutupi utang ?".Balas Te'ne.Ini siri' Nak Te'ne,biarlah harta kita habis yang penting siri' tetap dipertahankan,apa kata orang bila ayahmu mati tanpa kita acarakan,orang akan bilang bahwa kita tidak punya siri',tidak punya rasa malu,tidak berbakti kepada suami atau orang tua".Balas Daeng Baji sambil merangkul anak bungsunya.Ya sudah,sudahlah.Kata Te'ne lalu berdiri menuju ke kamarnya."Nasib orang miskin di kampung bid'ah",ujarnya sambil membuang tubuhnya di kasurnya lalu menutup mukanya dengan bantal.
"Sabar Nak

Senin, 04 Mei 2015

20.SUNNAH ADALAH JALAN HIDUPKU




Penyakit yang tak kunjung sembuh telah membawa suatu perubahan pada diri penulis.Pengalaman merasakan bagaimana penderitaan hidup di kala sakit dan nyeri datang menyapa membuat penulis selalu berpikiran kea lam akhirat yang dimulai dengan alam kubur yang di dalamnya penuh dengan siksaan yang dahsyat.Bayangkan yang diberitakan Nabi SAW bahwa siksaan terkecil di alam kubur sama dengan kalau kita disuruh memakai sepatu dari besi dan sepatu besi itu telah dipanasi sampai merah hingga membuat otak melele.
Siksaan seberat penyakit yang kualami saja yang diberi Allah kepadaku di alam kubur kutak akan sanggup menahannya bila itu terjadi sampai berbulan-bulan,apalagi bila terjadi setahun dalam perhitungan Allah.Ingat perhitungan Allah bahwa sehari di akhirat sama dengan seribu tahu dalam perhitungan manusia (waktu alam dunia).Hal itulah yang membuatku tak bisa tenang dalam hidup ini karena membayangkan dosa-dosa besar yang pernah kulakukan,baik dosa kemaksiatan karena melalaikan ibadah,juga dosa-dosa kesyirikan sebagai akibat terlalu akrab dengan dukun-dukun dan ajaran-ajaran tarekat sesat.
Melalui Al Quran,Allah menyampaikan bahwa azab di dunia ini adalah azab kecil sebelum mendatangkan azab yang amat besar dan Allah menghendaki hamba-Nya agar kembali ke jalan yang benar.Segala musibah yang terjadi di muka bumi dan juga pada diri manusia tidak lepas dari dosa-dosa yang diperbuatnya di masa yang lalu dan penyakit adalah cara Allah untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya lalu mengajaknya ke jalan yang benar.
Allahpun mengatakan bahwa segala keburukan yang menimpa seseorang adalah merupakan ujian baginya dan Allah menghendaki kesabaran dari hamba-hamba yang diuji-Nya.Dengan kesabaran itulah maka akan memberikan keselamatan,rahmat dan petunjuk kepadanya.
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS.Al Baqarah:153).
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS.Al Baqarah:157).
Dengan ayat-ayat tersebutlah sehingga penulis berkeyakinan bahwa penyakit yang menimpah seorang manusia adalah ungkapan kasih saying Allah terhadapnya.Wujud dari rasa kasih saying Allah bagi orang yang sakit atau yang terkena musibah lainnya adalah:
1.      Allah menghendaki agar hamba-Nya itu bersih dari dosa-dosa sebelum meninggalkan dunia ini,dengan cara ditebus dengan penyakit/musibah;
2.      Allah menghendaki agar bisa dekat dengan hamba-Nya,dengan cara membersihkan hati hamba-Nya dan memberinya kesabaran,karena Allah akan bersama dengan orang-orang yang sabar dan kesabaran adalah anugerah terbesar dari Allah.
3.      Allah menghendaki keselamatan bagi hamba-Nya yaitu dengan cara mengampuni dosa-dosanya melalui penyakitnya;
4.      Allah hendak memberi petunjuk kepada hamba-Nya yang bersabar dan untuk mengetahui hamba yang bersabar maka ebih dahulu harus diberi ujian atau cobaan;
5.      Allah hendak mengangkat derajat hamba-Nya dari hamba-hamba lain dengan cara memberinya petunjuk apabila bersabar atau lulus ujian.
Dari keyakinan tersebut maka penulis merasa berada dalam pendidikan Allah dan berusaha untuk memenuhi kehendak Allah tersebut yaitu kembali ke jalannya.Apa dan bagaimana jalan Allah tersebut.Penulis harus berusaha mengenal dan melewati jaan Allah yang dalam Al Quran disebut “Sirathal Mustaqin”.
Dalam Al Quran Allah telah menyatakan akan memimpin hamba-Nya dengan dua cara,yaitu:
1.      Memimpin melalui hati hamba-Nya;
2.      Memimpin melalui Al Quran.
Dari dua cara ini maka penulis berusaha mencari jalan dan petunjuk Allah melalui hati dan Al Quran.Sejak April 2007 penulis mulai berusaha mencari Tuhan dalam hati dan berusaha mencari kebenaran dalam Al Quran.Sejak itulah penulis mulai mengkaji ayat-ayat Allah melalui Al Quran terjemahan dan mengkaji ajaran Islam melalui Al Quran dan kitab-kitab hadis serta buku-buku Islam lainnya.
Akhirnya hati penulis terang.Penulis bisa membedakan antara yang ajaran Islam dengan yang bukan ajaran Islam.Penulis bisa membedakan antara petunjuk dan kesesatan.Penulis bisa membedakan antara sunnah dan bid’ah.Penulis yakin bahwa perubahan dalam keyakinan dan pemahaman beragama adalah karena petunjuk Allah.Tidak mungkin petunjuk setan.Setan tidak akan mungkin membiarkanku mengkaji Al Quran,kitab-kitab hadis,dan buku-buku orang saleh.Sampai akhirnya aku berkeyakinan telah berada di atas jalan Allah.Kuberkeyakinan bahwa sunnah Rasul dan Sunnah sahabat adalah jalan Allah sedangkan sunnah/tradisi nenek moyang adalah jalan setan yang harus kutinggalkan dan kujauhi.Ya,harus kujauhi olehku dan oleh keluargaku (istri dan anakku).Allah yang menyuruhku menyelamatkan diri dan keuarga dari siksaan api neraka dengan cara memurnikan ketaatan beribadah dalam menjalankan agama yang lurus yaitu agama Islam yang sesuai dengan sunnah,yang telah dinyatakan sempurna oleh Allah dan Rasul-Nya.
Melaksanakan Islam sesuai dengan sunnah dalam masyarakat yang setia pada tradisi memang bukanlah perkara yang muda,melainkan akan mengalami tekanan dari masyarakat yang sebagian besar pengikut tradisi dan pengkuti ulama-ulama.Berbagai ocehan keluar dari mulut mereka.Ada yang mencela,menghina dan menuduh sebagai pengikut aliran sesat.Dan mereka akan memandang kita sebagai asing dalam Islam.Untung ada Allah yang senantiasa menghiburku dan memberiku semangat dalam melaksanakan sunnah di tengah ahli bid’ah.

“Janganlah kamu takut kepada sesama manusia,tetapi takutlah kepada-Ku”(QS.Al Maaidah:44)
“Allahlah yang berhak kamu takuti,jika kamu benar-benar orang yang beriman”(QS.Taubah:13)
“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak Nampak oleh mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar”(QS.Al Mulk:12)
Terhadap perkataan mereka yang mungkin mencela,mengjelek-jelekkan dan berbagai tuduhannya maka Allah menyuruh kita menghadapinya dengan bersabar,
“Bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”(QS.Al Muzammil:10).
Dan Rasulullah SAW yang mengajari penulis untuk merasa senang bila dianggap asing oleh masyarakat,”Islam awalnya dianggap asing dan pada akhirnya akan dianggap asing,maka beruntunglah kamu yang dianggap asing’ (HR.Muslim).
Beberapa ayat Al Quran sebagai pegangan bagiku dan sebagai semangat bagi hatiku untuk tetap teguh pada sunnah bahwa kebenaran bukan dilihat dari banyaknya orang yang melakukannya,bukan dilihat dari popularitas ulama yang mengatakannya atau bukan didapat dari tradisi nenek moyang,melainkan dilihat dari dalil-dalil sunnah.

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).(QS.Al An Aam:116).
Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.(QS.Al Mu’munuun:34).
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".(QS.Al Baqarah:170).
Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul." Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya." Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.(QS.Al Maaidah:104).
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah." Mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya." Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS.uqman:21).
Jadi penulis memiliki kekuatan untuk menegakkan sunnah karena Allah yang memberi kekuatan dan berani meninggalkan bid’ah karena Allah yang memberi keberanian.Allahlah yang menyuruh penulis untuk meninggalkan amalan-amalan yang tidak memiliki dasar ilmu dan amalan yang yang bersumber dari hawa nafsu.
”Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak ada pengetahuanmu tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawabannya.’(QS.Al Israa:36)

“Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat,karena mereka melupakan hari perhitungan”(QS.Shaad:26).
Dan  Rasulullah SAW sebagai guru Agama Islam yang menyuruhku untuk meninggalkan amalan-amalan yang dibuat-buat oeh umatnya sepeninggalnya yang tidak tidak pernah disyariatkannya :
“Jauhilah perkara baru yang diada-adakan (dalan urusan agama),karena setiap perkara baru yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”dan pada hadist lain dikatakan”Setiap kesesatan balasannya adalah neraka” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
”Barangsiapa  yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami yang bukan perintah kami maka amalan itu pasti di tolak”,”Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada atasnya syariat (perintah) kami maka tertolak” (HR.Bukhari-Muslim).

Oleh karena itu,wahai istri dan anak-anaku dan wahai saudara-saudaraku memurnikan ketaatanmu dalam beribadah kepada Allah dengan menjalankan Agama Islam yang benar yaitu dengan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW dan Sunnah sahabatnya yang diberi petunjuk dan tinggalkanlah bid’ah maka itulah jalan yang lurus.Jalan yang bisa memberimu keselamatan di dunia dan di akhirat.Sebagai jalan yang dibangun di atas wahyu Allah,bukan jalan yang dibangun oleh setan melalui persangkaan nenek moyang.

19. JANGAN BERDEBAT DENGAN AHLI BID'AH

          Telah menjadi kenyatakaan dalam masyarakat Islam di tanah air ini bahwa sebagian besar masyarakat yang beragama Islam setia dan taat melakukan tradisi attumate atau ritual selamatan untuk orang yang telah mati dan sebagian kecil tetap bertahan untuk tidak melakukannya dengan pendirian dan keyakinan masing-masing,yang masing-masing memiiki ulama sebagai panutan dan organisasi sebagai sarana berdakwah.Memperdebatkan masalah perbedaan pendapat tentang tradisi attumate hanyalah membuang-buang waktu yang mungkin lebih baik waktu kita pakai untuk beribadah atau berzikir atau mempelajari buku-buku agama agar pemahaman kita terhadap ajaran Islam semakin bertambah.Lagi pula perdebatan hanya akan memicu perpecahan dan permusuhan sesame umat Islam.Memperdebatkan masaah tradisi attumate itu tidak akan pernah ada penyelesaiannya,karena diantaranya aka nada yang mengatakan bahwa “Perbedaan pendapat adalah rahmat”.Benarkan perpedaan pendapat adalah rahmat ?.

A.    Di Larang berdebat Dalam Agama
Berdebat dalam agama terutama dengan sesama umat Islam bukanlah suatu hal yang terpuji apalagi billa yang diperdebatkan itu adalah ayat-ayat Allah (Al Quran). Hal dinyatakan dalam firman Allah:
”Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah,kecuali orang-orang yang kafir.Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdebatkan kamu”(QS.Al Mu’min:4).
 (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.(QS.Al Mu’min:35).
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,” (QS.Ali Imran: 105)
Demikian juga telah ada hadis yang melarang perdebatan di dalam agama, di antaranya:
“Tidaklah sesat suatu kaum sesudah mereka mendapat petunjuk kecuali mereka diberi perdebatan,kemudian Rasulullah SAW membaca ayat ke-58 dari surat Az Zukhruf yang artinya:mereka tidak memberika perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja.Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar (HR.Tirmidzi,Ibnu Majah dan Hakim).
Disamping adanya dalil-dalil yang melarang perdebatan dalam agama secara umum,juga terdapat dalil-dalil yang melarang perdebatan dengan ahli bid’ah:
“Rasulullah SAW membaca ayat:”Dia-lah yang menurunkan a-Kitab (al Quran) kepada kamu.Di antara (isi ) nya ada yang munkamat.Itulah pokok-pokok isi a Quran dan yang lainnya matasyabihat.Adapun orang-orang yang dalam hatinya bcondong kepada kesesstsn,maka mengikuti sebgian ayat-ayat yang mutasyabihat daripadanya untuk membulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya,padahal tidak ada yang mengetahui ta’wil nya melainkan Allah.Dan orang-orang yan mwndaam ilmunya berkata;’kami beriman kepada ayat-ayat mutashaihat,semuanya itu dari sisi Rabb kami”.Dan tidak yang mengambi peajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” Aisyah berkata;Jika kalian mengikuti orang-orang mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat maka merekalah orang yang disebut oleh Allah maka waspadalah dari mereka”(HR.Muslim).
Berkata Imam Nawawi: “Di dalam hadis ini terdapat peringatan dari berbaur dengan para memilik kesesatan,ahli bid’ah dan orang-orang mencari-cari masalah untuk menimbulkan fitnah” (Syarah Musim).
Telah berkata Umar Bin Khattab:”Akan datang orang-orang yang mendebat kalian dengan ayat-ayat mutasyabihat dari Al Quran maka debatlah mereka dengan sunnah karena para pemilik sunnah adalah yang paling tahu tentang Kitabulah” (Riwayat.Ad Darimi).
Berkata Ibnu Abbas:”Sesungguhnya pendustaan terhadap takdir adalah kesyirikan yang dibukakan atas para pemilik kesesatan,maka janganlah kalian mendebat mereka hingga berjalan kesyirikan mereka lewat tangan-tangan kalian” (Riwayat Ibnu  Baththoh).
Hasan al Basri dan Ibnu Sirin berkata:”Jangalah kalian bermajellis dengan pengekor hawa nafsu dan janganlah mendebat mereka dan jangalah mendengarkan dari mereka” (Riwayat Ad Darimi).
Fudhail Bin Iyadh berkata:”Janganlah kaian duduk-duduk dengan orang-orang yang suka berdebat karena sesungguhnya mereka memperook-olok ayat-ayat Allah” (Riwayat Lalikai).Imam Lalikai menjelaskan akibat buruk perdebatan dengan ahli bid’ah sebagai suatu kejahatan atau kaum musimin.”Tidak ada kejahatan yang lebih besar atas kaum muslimin daripada kejahatan perdebatan dengan ahli bid’ah dan tidaklah kekalahan dan kehinaan yang lebih besar bagi ahli bid’ah daripada apa yang dibiarkan oeh saaf atas kalimat itu,mereka mati karena memendam kebencian dan kemarahan dan tidak punya jaan sama sekali untuk mencuatkan kebid’ahan mereka.Hingga datanglah orang-orang yang terpedaya yang membuka jaan bagi ahli bid’ah dan jadiah mereka sebagai penunjuk atas kebinasaan Islam,hingga banyak perselisihan di antara mereka,muncul ajakan mereka untuk berdebat.Mereka ketuk telinga-telinga yang sebeumnya beum mengenal kebid’ahan tersebut dari orang-orang khusus dan awan hingga saling bertukar syubhat di dalam argumen-argumen,mereka berelebih-lebihan dalam kerumitan perdebatan hingga mereka menjadi teman-teman sejawat dan teman-teman dekat…” (Syarah Ushul I’tiqod Ahli Sunnah).
Larangan perdebatan dengan ahli bid’ah tidaklah bersifat umum/mutlat.Bila suatu hal atau kondisi yang membutuhkan untuk meluruskan ajaran seseorang maka bolehlah berdebat dengan maksud menyampaikan kebenaran,dan bukan untuk memamerkan kepintaran atau kepiawaian berbicara.Perdebatan bila niat/maksudnya baik maka akan menjadi terpuji.Adapun perdebatan yang niatnya baik,antara lain:
1.      Perdebatan dengan maksud membantah orang-orang yang menyelewengkan kebenaran,inilah yang diperintahkan oleh Allah:”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan peajaran yang baik dan bantahah mereka dengan cara yang baik” (QS.An nahl:125).
2.      Perdebatan dalam musyawarah/pertemuan dengan maksud untuk pengajaran atau saling memberi nasehat di dalam agama,berdasarkan Firman Allah: Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS.An Nisaa:59).
Sedangkan perdebatan-perdebatan yang buruk,antara lain:
a.      Perdebatan yang bermaksud membatalkan dalil-dalil dan menoak kebenaran,sebagaimana Firman Allah:”Mereka mendebat dengan (alasan) yang bathil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu” (QS.Al Mu’min:5).
b.      Perdebatan yang sekedar membantah dan keras kepala,sebagaimana yang dikabarkan Allah:”Mereka tidak memberikan perumpamaan kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja,sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar” (QS.As Zukhruf:58).
c.       Perdebatan dengan maksud keunggulan ilmu dan kecerdasan
d.      Perdebatan dengan maksud kenampakkan kepiawaian berdebat dan mengalahkan lawan.
Karena sebab ituah sehingga sebagian ulama salaf melarang mendebat sebagian ahli bid’ah yaitu ketika diprediksi dengan kuat bahwa dia tidak mau kembali dan menerima kebenaran.

B.    Perbedaan Pendapat Bukanlah Rahmat
Sebagian ulama mengatakan bahwa perbedaan pendapat dalam Islam adalah suatu yang wajar atau fitrah manusia,dan dikatakan pula bahwa perbedaan pendapat adalah rahmat.Karena pendapat itulah sehingga mereka tetap bertahan pada pendapatnya,tetap menganggap pendapatnyalah yang benar sedangkan pendapat yang lainnya salah.Mereka tidak mau berusaha menelusuri kebenaran pendapatnya atau pendapat orang lain,padahal Allah telah memberikan solusi perbedaan pendapat yaitu kembalikan masalah itu kepada Allah dan Rasul-Nya (QS. An Nisaa:59).Kebanyakan di antara mereka hanya mengikuti pendapat ulama terdahulunya atau pimpinan organisasinya dan mereka tidak mempersoalkan bahwa benarkah bahwa perbedaan pendapat itu adalah rahmat ?.
Perbedaan pendapat dapat menimbulkah perselisihan dan perpecahan umat,sampai akhirnya lahirlah kepercayaan dan amalan-amalan baru yang berdasarkan pada pendapatnya masing-masing.Kalau perbedaan pendapat itu adalah rahmat berarti baik dong kalu kita selalu berbeda pebdapat sampai akhirnya berdebat dan berpecah belah,tetapi Allah menyuruh kita bermusyawarah untuk menyatukan pendapat ?, mengapa Allah menyuruh kita kembali ke Al Quran dan sunnah Rasul bila berbeda pendapat ?,mengapa Allah menyuruh kita bersatu dalam agama dan melarang kita berpecah belah ?.Ingat Firman Allah,
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(QS.Ali Imran:103).
Dan Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya Allah merihoi kamu tiga perkara dan membenci kamu tiga perkara.Dia meridhoi kamu apabila kamu beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan sesuatu kepada-Nya dan apabila kamu berpegang teguh kepada tali Allah semua dan kamu tidak berpecah belah … “(HR.Muslim).
Perpecahan umat yang disebabkan karena perbedaan pendapat,kepentingan dan sebagainya memang telah menjadi takdir (kehendak) Allah untuk menciptakan perbedaan dan Rasulullah SAW telah mendapat wahyu dari Allah tentang keadaan umatnya yang pada akhir zaman akan terpecah belah menjadi 72 atau 73 golongan tetapi hanya satu golongan yang akan selamat yaitu goongan yang tetap berpegang teguh pada Sunnah Rasul dan Sunnah Sahabat yang mendapat petunjuk.Namun,bukan berarti kita boleh berpecah belah dalam agama.
Para ulama mengartikan bahwa golongan yang dijamin selamat masuk surge adalah golongan Ahlusunnah Waljamaah,yaitu golongan yang berpegang teguh pada sunnah dan berjamaah di atas kebenaran.Tapi  umat Islam tetap berbeda pendapat tentang siapa Ahlusunnah Wajamaah itu,sehingga semua golongan atau jamaah yang ada dalam Islam mengaku sebagai golongan ahlusunnah waljamaah sekalipun mereka gencar mempertahankan amalan-amaan bid’ah atau amalan yang bertentangan dengan sunnah,tetapi amalan bid’ah mereka dicari-carikan dalil dalam Al Quran dan Hadis untuk membenarkan amalannya atau agar amalan bid’ah bisa menjadi sunnah.
Sebagian umat Islam berusaha mempertahankan pendapat atau pendiriannya dengan berdalih sebuah hadis yang sebagian ulama menyatakannya sebagai hadis palsu,karena hadis tersebut tidak jelas sanadnya.Al Albani mengatakan didalam “Silsilah al Ahadits adh Dhaifah” bahwa hadits “Perbedaan umatku adalah rahmat” tersebut tidaklah memiliki dasar. Para ahli hadits telah berupaya didalam meneliti tentang sanadnya namun mereka semua tidak mendapatkannya kecuali perkataan Suyuthi didalam “al Jami’ ash Shoghir”,”Barangkali ia diriwayatkan didalam beberapa kitab para Hufazh yang belum sampai kepada kita.” Dan ini jauh menurutku (Al Albani) jika ada dari beberapa hadits Nabi saw yang hilang dan ini tidak pantas diyakini oleh seorang muslim.
Al Manawiy menukil dari as Subkiy, dia mengatakan bahwa hadits tersebut tidak dikenal dikalangan para ulama hadits dan aku tidak menemukan bahwa hadits itu memiliki sanad yang shahih, lemah atau maudhu’. Hal itu ditegaskan oleh Syeikh Zakaria al Anshariy didalam catatannya tentang “Tafsir al Baidhowi” (2/92). (as Silsilah adh Dhaifah juz I hal 134)
Syeikh Athiyah Saqar mengatakan bahwa hadits “Perbedaan umatku adalah rahmat” disebutkan oleh Baihaqi ddalam “Risalah” nya dan mensanadkannya dari hadits Ibnu Abbas didalam “al Madkhol” dengan lafazh “Perbedaan para sahabatku adalah rahmat bagi kalian.” Dengan sanadnya yang lemah sebagaimana disebutkan al Iraqi didalam ‘takhrijnya terhadap hadits-hadits yang ada didalam kitab “Ihya Ulumuddin” (juz I hal 25)
Dalil “Perbedaan pendapat adalah rahmat” tidak bisa dijadikan pegangan karena bertentangan dengan ayat-ayat Allah yang menyuruh kita bersatu dalam Islam dan melarang kita berpecah belah.Suami istri saja kalau selalu berbeda pendapat atau berselisih bisa terancam jiwanya,bagaimana bila berseisih daam hal agqidah dan ibadah sebagai rahmat.
Mungkin yang lebih tetap bila dikatakan bahwa “Perbedaan pendapat adalah ujian”,ya ujian bagi umat Islam.Dengan perbedaan pendapat kita diuji sejauh mana kemampuan kita menggagunakan akal pikiran untuk menyatukan pendapat yang berbeda-beda,atau sejauh mana kita mampu mengamalkan Firman Allah:
 
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(QS.Ali Imran:103).
Kalau kita mau berusaha untuk bersatu di dalam Islam dengan berusama menyatukan pendapat di dalam ilmu dan sunnah,maka Allah akan mempersatukan hati kita dan menjadikan kita sebagai satu keluarga serta akan memberikan petunjuk-Nya,tetapi sebaliknya apabila kita membesar-besarkan perbedaan pendapat tanpa ada usaha untuk menyatukannya,maka tunggulah kehancuran dalam Agama Islam ini.Bila perbedaan pendapat bisa dipersatuan maka itilah yang baru dikatakan rahmat,tetapi kalau perbedaan pendapat membuat umat Islam berselisih dan berpecah belah maka itu bukan rahmat melainkan laknat.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis berkeyakinan bahwa “perbedaan pendapat bukanlah rahmat” melaikan keburukan bagi agama Islam karena dapat membuat agama Islam ini berpecah belah,kecuali kalau perbedaan itu bisa dipersatuan sehingga membuat umat Islam bersatu,sebagaimana firman Allah:
(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.(QS.Al Mu’min:35).

Minggu, 03 Mei 2015

17.PENOMENA ORANG MATI HIDUP KEMBALI



Berkembang cerita dalam masyarakat bahwa orang mati bisa hidup kembali,entah orang itu belum dikuburkan atau yang telah dikuburkan,bahkan di antara masyarakat ada yang berusaha menuntut dan mengamalkan ilmu yang dapat membuatnya hidup kembali setelah dikuburkan.Benarkan ada orang mati yang bisa hidup kembali ?
A.    Mati atau Hidup Selamanya
Beberapa ayat dalam Al Quran menyatakan bahwa setiap makhluk yang bernyawa (termasuk manusia) akan mengalami kematian,yaitu perpisahan antara roh dengan jazadnya. Dan kematian itu telah ditentukan waktunya,yang bila telah datang waktunya maka tidak seorang pun yang dapat memajukannya atau mengundurkannya barang sesaatpun. "Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Kematian itu akan datang secara tiba-tiba yang tidak seorangpun mengetahui kapan dan di mana datangnya kematian itu,sebagaimana Firman Allah:"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS, Luqman 31:34)
Ketika terjadi kematian maka manusia akan mengalami berbagai proses menuju alam kubur,yaitu:
1.      Proses pencabutan roh oleh Malaikat Maut karena seseorang telah sampai ajalnya. Pada proses pencabutan nyawa ini orang yang akan mati mengalami sakratul maut.
Dalam Al Quran Allah menggambarkan keadaan orang yang beriman saat mengalami sakratul maut,yaitu: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl : 30-32)
 Sedangkan orang yang zalim atau banyak dosa digambarkan sebagai berikut:
"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya." (QS Al-An’am :93)
"(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu." (QS, An-Nahl : 28-29)
Salman Al-Farisi meriwayatkan hadis Nabi SAW yang artinya:"Perhatikanlah tiga hal kepada orang yang sudah hampir mati itu. Pertama: berkeringat pada pelipis pipinya; kedua: berlinang air matanya dan ketiga: lubang hidungnya kembang kempis. "Sedangkan jika ia mengeruh seperti tercekik, air mukanya nampak gelap dan keruh, dan mulutnya berbuih, menandakan bahwa azab Allah sedang menimpa dia." (HR. Hakim dan at-Tarmizi)
Kematian 'mengundang' manusia secara perlahan-lahan atau bertahap mulai dari jasad, ujung kaki kemudian ke paha.Untuk orang kafir, ketika nyawanya hendak dicabut Izrail, wajahnya akan menjadi gelap dan keruh dan dia mengeruh seperti binatang yang disembelih.Itu pula tanda azab yang diterimanya karena dosa dan kekafiran mereka.
Al-Qamah bin Abdullah meriwayatkan hadis Rasulullah saw yang artinya:
"Bahwa ruh orang mukmin akan ditarik oleh Izrail dari jasadnya dengan perlahan-lahan dan halus, sementara roh orang kafir akan direntap dengan kasar oleh malaikat maut bagaikan mencabut nyawa seekor khimar."
Rasulullah s.a.w bersabda:"Bila telah sampai ajal seseorang maka akan masuklah satu kelompok malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam tubuh dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut."Setelah itu datang pula sekelompok malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudian mereka keluar. Datang lagi satu kelompok malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudian mereka keluar."Dan akhirnya datang lagi satu kelompok malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke tenggorokan dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu."
2.      Roh Manusia dibawa ke langit untuk dilapor kepada Tuhannya,sambutan Allah terhadap roh manusia berbeda-beda tergantung pada kondisi amal yang dibawa oleh roh tersebut, sebagaimana hadis Nabi SAW:
“Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk di sebelah kepalanya dengan mengatakan,”Wahai jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keredhoan-Nya.’ Beliau saw bersabda,’Maka keluarlah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang minum maka dia (malaikat maut) pun mengambilnya. Dan tatkala dia mengambilnya maka para malaikat (yang lain) tidaklah membiarkannya berada ditangannya walau hanya sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya diatas kafan yang terdapat wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat wangi permukaan bumi.Mereka kemudian naik (ke langit) dengan membawa (ruh) orang itu dan tidaklah mereka melewati para malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh yang baik siapa ini?’ Mereka menjawab,’Fulan bin Fulan, dengan menyebutkan nama terbaik yang dimilikinya di dunia’ sehingga mereka berhenti di langit dunia. Mereka pun meminta agar dibukakan (pintu) baginya maka dibukalah (pintu itu) bagi mereka dan mereka berpindahlah ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh dan Allah mengatakan,’Tulislah kitab hamba-Ku ini di ‘illiyyin dan kembalikanlah ke bumi, sesungghnya darinyalah Aku ciptakan mereka dan kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku mengeluarkan mereka sekali lagi.”(HR. Ahmad)
 Sedangkan roh yang buruk digambarkan sebaga berikut:
“Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia akan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit yang berwajah hitam dengan membawa kain dan merekapun duduk disisinya sejauh mata memandang kemudian datang malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya dengan mengatakan,’Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju amarah dan murka Allah.
      Beliau saw bersabda,’maka dipisahkanlah ruh dari jasadnya seperti duri yang dicabut dari kain yang basah kemudian malaikat (maut) pun mengambilnya dan tatkala malaikat maut mengambilnya maka mereka (malaikat lain) tidaklah membiarkannya berada di tangannya walau sesaat sehingga meletakkannya dikain itu dan dibawanya dengan bau bangkai busuk yang meyebar di permukaan bumi. Mereka pun membawanya dan tidaklah mereka melintasi malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh buruk milik siapa ini?’ mereka menjawa,’Fulan bin Fulan dengan menyebutkan nama yang paling buruknya di dunia.          Kemudian mereka sampai di langit dunia dan meminta untuk dibukakan (pintu) baginya maka tidaklah dibukakan baginya kemudian Rasulullah saw membaca firman-Nya,”Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lobang jarum.” Kemudian Allah berkata,’Tulislah kitabnya di sijjin di bumi yang paling rendah maka ruhnya dilemparkan dengan satu lemparan. Kemudian beliau SAW membaca,”Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh.” (HR.Ahmad)
3.      Roh disatukan kembali dengan jazadnya di dalam kubur untuk menghadap pertanyaan Mungkar dan Nakir,yang keadaannya juga berbeda-beda tergantung dari kondisi amal yang dibawa oleh roh tersebut,sebagaimana Sabda Nabi SAW:
“Dan ruh itu pun dikembalikan ke jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat yang mendudukannya dan bertanya kepadanya,’Siapa Tuhanmu?’ dia pun menjawab,’Tuhanku Allah.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa agamamu?’ dia menjawab,’Agamaku Islam.’ Keduanya bertanya,’Siapa lelaki yang diutus kepada kalian ini?’ dia menjawab,’Dia adalah Rasulullah saw.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa ilmumu?’ dia menjawab,’Aku membaca Al Qur’an, Kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya.Terdengarlah suara yang memanggil dari langit,’Karena kebenaran hamba-Ku maka hamparkanlah (suatu hamparan) dari surga, pakaikanlah dengan pakaian dari surga, bukakanlah baginya sebuah pintu menuju surga.’ Beliau saw bersabda,’maka terciumlah wanginya serta dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.’ Beliau bersabda,’Datanglah seorang laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan baunya yang wangi mengatakan,’Bahagialah engkau di hari yang engkau telah dijanjikan.’ Orang (yang beriman) itu mengatakan,’Siapa angkau? Wajahmu penuh dengan kebaikan’ dia menjawab,’Aku adalah amal shalehmu.’ Orang itu mengatakan,’Wahai Allah, segerakanlah kiamat sehingga aku kembali kepada keluarga dan hartaku.
”(HR.Ahmad)
“Ruhnya pun dikembalikan ke jasadnya dan datanglah dua malaikat mendudukannya seraya bertanya,”Siapa Tuhanmu?’ maka dia menjawab,’a..a… aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya.’Apa agamamu?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya,’Siapa laki-laki yang diutus kepadamu ini?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Maka terdengar seruan dari langit.’ Karena pendustaan (nya) maka hamparkanlah (suatu hamparann) dari neraka dan bukakan baginya suatu pintu munuju neraka dan terasalah panas serta angin panasnya bagi orang itu dan dia pun dihimpit oleh kuburnya sehingga hancur tulang-tulangnya.Datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk dengan pakaian yang bau busuk dan mengatakan,”Bergembiralah kamu dihari yang buruk bagimu yang telah dijanjikan ini.’ Orang itu berkata,’Siapa kamu dengan wajahmu yang penuh dengan kajahatan.’ Dia menjawab,’Aku adalah amal burukmu.’ Orang itu pun berkata,’Wahai Allah janganlah engkau adakan kiamat.” (HR. Ahmad).
4.      Roh manusia lalu dibawa ke tempat kediamannya masing-masing untuk menunggu datangnya kiamat.Tempat kediamannyapun berbeda-beda sesuai dengan kondisi amal yang dibawa roh tersebut.
Syeikh Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar menjelaskan posisi roh setelah terpisah dari jasad (dalam buku Al-Yaumul Akhir, hlm. 102), dengan rincian sebagai berikut:
a). Roh para nabi.Roh mereka berada di tempat tertinggi, bersama para malaikat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada detik-detik wafatnya, mengatakan, “Ar-Rafiiqul a’la (kumpulkanlah aku bersama sahabat terbaik yang berada di atas).”
b). Roh para syuhada.Roh mereka berada di tembolok burung-burung hijau di surga. Burung ini memiliki sarang yang menggantung di bawah ‘Arsy, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat muslim.
c). Roh orang mukmin yang saleh.Roh mereka berada di tembolok burung (bukan burung berwarna hijau) yang bergelantungan di pohon-pohon surga, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad yang dinilai sahih oleh Al-Albani.
d). Roh ahli maksiat (orang yang gemar bermaksiat).Roh mereka berada di tempat mereka mendapat siksaan.– Roh pezina berada di suatu lubang seperti tanur; bagian atasnya sempit, dan bagian bawahnya longgar. Dari bawah tanur ini dinyalakan api,kemudian mereka berlomba-lomba berebut naik ke atas.– Roh orang yang makan hasil riba berada di sungai darah; dia berenang, berusaha menepi. Ketika hampir sampai ke tepi, dia dilempari batu, kemudian dia berbalik lagi ke tengah.– Roh tukang bohong akan digantung, kemudian mulutnya dirobek sampai ke tengkuk.Semua ini disebutkan dalam hadis sahih yang diriwayatkan Bukhari.
e). Roh orang kafir.Roh mereka disiksa di alam kubur, dengan siksaan yang pedih. Dia dipukul dengan gadha oleh sosok makhluk yang buta lagi tuli. Andaikan gadha itu dipukulkan ke gunung, niscaya gunung tersebut akan menjadi tanah. Ini, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat An-Nasa’i.
Sayed sabiq mengatakan bahwa “Roh-roh yang menurut peraturannya harus ada di dalam tanah,sama sekali tidak dapat berkumpul dengan roh-roh yang harus berdiam di atas langit.Ini tidak berbeda dengan keadaannya sewaktu hdupnya di dunia ini.Jadi jiwa yang sewaktu hidupnya di dunia tidak berusaha untuk mengenal Tuhannya,tidak mencintai-Nya dan pula tidak pernah mengingat dan ingin mendekati-Nya atau ingin memperoleh jalan guna mengenal-Nya maka harus berada di bumi.Sebaliknya roh yang termasuk golongan atasan yang sewaktu hdup di dunia  selalu tekun dan secara terus menerus mencintai Allah,selalu berzikir,selalu berusaha mendekati-Nya maka akan berkumpul di tempat yang atas.”
Roh itu setelah berada di alam kubur akan terkunci dan dibatasi oleh dinding pemisah antara alam dunia dengan alam kubur sehingga tidak seorangpun dapat kembali kea lam dunia.Hal ini sesuai dengan Firman Allah:
 “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mukminun : 100).
Dan bagaimana dengan jazadnya.Karena jazad manusia terdiri dari daging yang bila mati akan mengalami pembengkakan dan pembusukan yang baunya mengganggu manusia maka jazad manusia dikubur dalam tanah.Tujuan penguburan jazad lainnya adalah untuk menjaga kehormatan jazad itu agar tidak diganggu oleh manusia atau makhluk lainnya.
Bilamana seseorang mengalami kematian dan melalui keempat proses tersebut di atas maka orang seperti itulah yang mengalami kematian yang sesungguhnya.Jazadnya telah mati untuk selamanya,sedangkan roh tetap hidup untuk selamanya karena roh manusia sejak ada tidak pernah mengalami kematian,melainkan selamanya hidup,sebagaimana firman Allah:
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”(QS.Al Baqarah:154).
Jadi Allah menyatakan bahwa orang-orang mengalami kematian itu sebenarnya tidak mati melainkan mengalami perpindahan tempat dari alam dunia kea lam akhirat,jadi mereka tetap hidup tapi dalam wujud yang berbeda.Pada ayat lain Allah telah menyatakan telah menjamin rezki orang-orang yang mati bila membawa amal saleh,seperti halnya orang mati dalam perang di jalan Allah.Bukan hanya orang yang gugur dalam peperangan di jalan Allah yang dikatakan hidup di akhirat tetapi semua manusia yang telah mati adalah hidup di alam akhirat,tetapi kebanyakan manusia tidak menyadarinya.
B.    Mati Suri
Biasa kita mendengar ada orang yang sudah dinyatakan mati oleh dokter atau bahkan telah dikuburkan beberapa waktu akhirnya hidup kembali bergabung dengan keluarga dan masih hidup beberapa waktu,apakah orang seperti termasuk orang yang sudah mati dan dikembalikan ke dunia karena mendapat tambahan umur atau memang belum benar-benar mati ?.
Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa seseorang dikatakan benar-benar mati bilamana telah mengalami empat proses,yaitu pencabutan nyawa oleh malaikat/sakratul maut;roh dibawa ke atas untuk dilapor kepada Tuhannya;roh mengalami pertanyaan di alam kubur dan roh telah mendapat tempat kediaman di alam kubur.
Telah dijelaskan pula bahwa seorang yang telah sampai ajal kematiannya berarti telah habis jatah hidupnya di dunia,dan Allah telah menyatakan bahwa tidak diperpanjang umur orang yang berumur panjang dan tidak pula diperpendek umur orang yang berumur pendek, jadi hidup kita di dunia ini sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan Allah,kalau telah habis maka tidak ada yang bisa menambahnya dan tidak ada yang bisa menguranginya, semuanya berjalan sesuai dengan ketetapan Allah.Dan orang yang telah mengalami kematian yang sesungguhnya maka mustahil bisa kembali lagi ke dunia dengan alasan apapun (QS. Al Mu’minuun:100).
Jadi bila kita simak ayat-ayat Allah tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa tidak ada orang yang mati bisa hidup kembali dan kalaupun ada yang mengalaminya maka itu bukan mati yang sesungguhnya karena terbukti umurnya masih ada dan tidak mungkin Malaikat akan keliru atau salah mencabut nyawa orang yang belum habis masa hidupnya sehingga mengembalikannya kembali ke dunia.Orang mati yang hidup kembali dalam pandangan penulis bukanlah orang mati yang sesungguhnya dengan beberapa alasan:
1.      Orang mati yang sesungguhnya adalah yang telah habis masa hidupnya dan tidak ada penambahan umur,jadi kalau seseorang itu hidup kembali berarti umurnya masih ada dan tidak akan mati seseorang kalau masih ada umurnya.
2.      Roh orang mati telah terkunci di alam kubur yang tidak mungkin lagi bisa kembali ke dunia,jadi kalau masih ada orang yang hidup kembali berarti rohnya itu tidak sampai melewati alam kubur,melainkan masih ada di alam dunia di dalam kekuasaan Allah.Wallahu a’lam.
3.      Malaikat maut tidak akan mencabut roh manusia yang belum sampai ajalnya dan tidak pernah lalai maupun keliru mencabut nyawa.Jadi kalau ada yang mati dan hidup kembali menurut pemikiran penulis bukan dicabut oleh Malaikat Maut melainkan terjadi atas kekuasaan Allah untuk menunjutkan kekuasaan-Nya kepada manusia,untuk memberikan bukti bahwa Allahlah yang berkuasa mematikan dan menghidupkan manusia,atau mungkin karena masalah kejiawaan orang tersebut.Kalau ada orang yang mati melihat dirinya seakan-akan telah berada di alam kubur,maka itu bukanlah alam kubur yang sesungguhnya melainkan gambaran yang diberikan Allah sebagimana Allah memberikan kita mimpi-mimpi mendatangi tempat yang belum pernah didatangi.
Dalam Al Quran terdapat kisah tentang orang mati yang hidup kembali,yaitu kisah tujuh pemuda yang bersembunyi di gua yang disebut Ashabul Kahfi,yang dimatikan Allah selama lebih 100 tahun lalu dihidupkan kembali,tetapi itu bukanlah mati yang sesungguhnya melainkan tidur yang panjang.
“(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu"(QS. Al Kahfi:10).
“Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.”(QS. Al Kahfi:18).
“Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)." Mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau setengah hari." Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.”(QS. Al Kahfi:19).
Kalau ada orang yang sudah dinyatakan mati dan hidup kembali maka mungkin lebih tepat kalau kita sebut sebagai orang yang mati suri.Dari Wikipedia bahasa Indonesia, disebutkan bahwa mati suri adalah keadaan saat usaha-usaha untuk menghidupkan kembali dilakukan sebelum seseorang menjadi hidup kembali. Pernapasan, detak jantung, dan fungsi spontan lainnya mungkin masih terjadi, tapi mereka hanya dapat dideteksi oleh sarana artifisial. Dengan alasan tertentu, adakalanya seorang dokter melakukan upaya untuk mencoba membuat jantung seseorang yang telah dianggap meninggal dunia kembali berdetak sehingga orang tersebut bisa dinyatakan hidup kembali. Keadaan tubuh seseorang yang mengalami mati suri secara klinis sama seperti orang meninggal.
Bagaimana kalau orang yang mati itu sudah dikuburkan berbulan atau bertahun dan hidup kembali,yaitu bisa saja terjadi sebagai mati suri bila Allah menghendaki.Sedangkan mati sungguhan lagi kalau Allah berkehendak mengembalikannya ke dunia itu tidak bisa didustakan dan bisa terjadi,karena Allah berkuasa berbuat sesuai kehendak-Nya dan berkuasa atas segala sesuai,Cuma penulis berpandangan berdasarkan dalil QS Al Mu’minuun:100 bahwa manusia tidak mungkin bisa kembali ke dunia sampai datangnya kiamat.
Fakta Ilmah.Com mengartikan bahwa Mati suri sendiri dapat didefinisikan sebagai ingatan yang dilaporkan dari seluruh kesan yang didapatkan seseorang dalam kondisi sadar khusus, termasuk sejumlah unsur khususnya seperti keluar dari jasad, perasaan damai, melihat lorong, melihat cahaya, bertemu keluarga yang telah wafat atau sebuah peninjauan ulang pengalaman semasa hidup. Kondisi ini terjadi pada saat-saat seseorang menjelang kondisi mati.
Tidak ada satupun pengalaman yang sama dirasakan oleh semua orang yang selamat dari mati suri. Akibatnya sulit untuk melihat adanya nilai objektif dari laporan penderita mati suri. Walau begitu, dapat saja mati suri sebenarnya beberapa jenis pengalaman berbeda yang faktornya belum ditemukan, bukannya satu jenis pengalaman saja yang kita namakan NDE. Sebagian pengalaman, seperti pengalaman mistik, melihat cahaya di ujung terowongan, peninjauan ulang masa hidup dan keluar dari jasad, merupakan pengalaman yang paling menarik minat parapsikolog. Yang paling sering dipakai adalah pengalaman keluar dari jasad, yang dipakai sebagai bukti adanya roh dan kelangsungan hidup setelah mati.
Banyak dilaporkan menjadi penyebab mati suri, seperti kemacetan jantung (mati klinis), shock pasca pendarahan besar, cedera otak traumatik atau haemorrhage intra cerebral (pendarahan di dalam otak), nyaris tenggelam (asphyxia), namun juga dalam penyakit serius yang tidak seketika mengancam jiwa. Pengalaman yang serupa dengan mati suri dapat juga terjadi saat fase terminal suatu penyakit yang disebut visi kematian. Pengalaman serupa seperti pengalaman takut mati juga dilaporkan setelah situasi dimana kematian sudah pasti akan terjadi seperti saat mengalami kecelakaan lalu lintas atau pendakian gunung.
Mati suri bersifat transformasional. Artinya ia mampu mengubah seluruh pandangan hidup seseorang, dan juga bahkan menghilangkan rasa takut mati pada diri seseorang. Kondisi mati suri sebenarnya sering terjadi, dan dipandang sebagai suatu yang misterius bagi banyak dokter. Mereka sering kali mengabaikan laporan pengalaman atau medis bila sang pasien berhasil selamat dari kematian.
Hawson,menjelaskan Rata-rata Mati Suri memiliki ciri-ciri umum tertentu, tapi ada juga yang memiliki pola berbeda. Seperti dikutip dari Howstuffworks, ada beberapa ciri umum ketika seseorang mati suri, yaitu:
  • Perasaan ketenangan, perasaan ini kemungkinan meliputi kedamaian, penerimaan kematian, emosional dan kenyamaan fisik.
  • Intensitas murni cahaya terang yang tidak menyakitkan, intensitas cahaya ini terkadang memenuhi ruangan tapi ada juga seseorang hanya melihat cahaya yang berasal dari surga atau Tuhan.
  • Pengalaman keluar dari tubuh (out-of-body experience/OBE), orang merasa telah meninggalkan tubuhnya dan bisa melihat dokter yang bekerja padanya.
  • Memasuki alam atau dimensi lain, hal ini biasanya tergantung dari keyakinan dan pengalamannya.
  • Berjalan di terowongan, banyak orang yang mati suri menemukan dirinya berada di terowongan dengan cahaya di ujung dan bertemu dengan makhluk roh lainnya.
  • Dapat komunikasi dengan roh, sebelum mati suri berakhir banyak orang yang melaporkan dapat berkomunikasi dengan roh lain dan diperintahkan untuk kembali ke tubuhnya.
Kejadian mati suri dapat dijelaskan secara ilmiah dan juga secara spiritual.
Secara spiritual seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai tubuhnya. Ketika seseorang mendekati kematian maka jiwanya meninggalkan tubuh, dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan sebelumnya. Jiwa berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya diwakili oleh penglihatan berada dalam terowongan dengan adanya cahaya di ujung terowongan.
                  Secara ilmiah proses mati suri dikatakan sangat kompleks, subjektif dan emosional. Mekanisme di balik beberapa pengalaman ini adalah cara otak memproses informasi sensorik.Apa yang seseorang lihat di sekelilingnya hanyalah jumlah dari semua informasi sensorik yang diterima otak pada saat tertentu. Jika seseorang membayangkan sesuatu saat inderanya tidak berfungsi dengan baik, maka otak akan menerima informasi yang salah.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh obat-obatan atau beberapa bentuk trauma yang menyebabkan otak orang tersebut menutup. Beberapa ahli berteori bahwa gangguan saraf atau kelebihan beban informasi yang dikirim ke korteks visual otak, menciptakan gambaran cahaya terang yang berangsur-angsur menjadi lebih besar. Otak dapat menafsirkan hal ini sebagai bergerak di terowongan gelap.
Selama mengalami mati suri, tubuh rawan mengalami kerusakan karena otak menafsirkan informasi yang salah. Kombinasi antara efek trauma dan kekurangan oksigen di dalam otak memunculkan pengalaman melayang ke angkasa dan menatap tubuh Anda sendiri. Sensasi damai yang dirasakan dipicu oleh meningkatnya kadar endorfin yang diproduksi oleh otak selama trauma.Salah input sensoris yang diterima, ditambah dengan kekurangan oksigen dan endrofin akan menciptakan sebuah pengalaman surealisme meskipun realistis. Selain itu neurotransmitter di otak yang menutup akan menciptakan ilusi yang indah bagi semua orang yang dekat dengan kematian.
Berdasarkan keterangan-keterangan di atas penulis berpandangan bahwa mati suri bukanlah mati yang sesungguhnya.Berikut penulis menyampaikan beberapa kisah tentang orang-orang yang telah mengalami mati suri atau telah mati tapi hidup kembali:
 Azlina alias Iin (23 tahun) seorang gadis berusia 25 tahun mengalami mati suri selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, ia diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut amal dan perbuatan manusia selama di dunia.
Menurut penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam Effendi, sejak tiga tahun lalu ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam Effendi berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan, karena waktu itu tekanan darah tinggi. 
Menurut pengakuan Azlina, dia melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu, nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. "Rasanya sangat sakit, kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak," tuturnya.Setelah roh berpisah dengan jasad, dia menyaksikan orang-orang yang masih hidup dan jasadnya terbaring di tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke suatu tempat. Azlina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya yang sudah lama meninggal, bernama Hasan Basri. "Wahai ayahku bisakah aku bertemu denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah," ucapnya. Memang di tempat itu Azlina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 tahun dengan wajah bersinar dan berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Azlina tetap ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian, kedua malaikat memperkenalkan bahwa pria muda tersebut adalah ayahnya. 
Tentunya dia tidak menyangka karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55 tahun. Kemudian sang ayah bertanya kepada Azlina, maksud kedatangannya. Dia menjawab kedatangannya semata-mata memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh Azlina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di dunia. Namun Azlina menjawab bahwa dirinya ke sini, memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut rukun Islam satu persatu.
Setelah berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi membawa Azlina ke suatu tempat yang dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami dan dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah tersebut. Tidak hanya itu, Azlina juga bertemu dengan 1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya sama. Di tempat itu, Azlina duduk di kursi yang sangat empuk. Bila di dunia empuk kursi tersebut seakan dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba sosok wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia bertanya kepada sosok wanita tersebut. "Saya adalah roh dan amal ibadah mu selama di dunia," kata wanita tersebut.
Kemudian Azlina ditemani amalnya (sosok wanita, red) dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk. Tangan dan kaki dirantai sementara di atasnya memikul besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Azlina bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa hidupnya suka membunuh dan menyantet (teluh) orang. Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan dagingnya mengelupas dari badan. Ternyata orang tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan menjelang ajal menjemput pun tak pernah menyebut syahadat.
Azlina juga melihat, dua pria saling membunuh dengan kapak. Menurut keterangan amalnya, rupanya orang tersebut suka menodong dan memeras orang lain. Kemudian gambaran, seorang ustad yang dihantam dengan lahar panas yang mendidih. Kembali Azlina bertanya. Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri orang lain.
Kejadian berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang tersebut suka membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama di dunia. Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan berkali-kali ke lantai. Di lantai tersebut terdapat pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya, hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama hidupnya wanita tersebut merupakan anak durhaka, yang tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu kepada orang lain.
Menurut Azlina, setelah dirinya diperlihatkan dengan kejadian dan gambaran manusia, ia kemudian dibawa melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking gelapnya, dia tidak bisa melihat amalnya dan dua malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian sang amal menyuruhnya untuk cepat menangkap suara tersebut. Tapi Azlina tidak bisa menangkap. Tiba-tiba waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah dipegang ternyata rantai tersebut berupa tasbih sebanyak 99 butir. Terdengar suara yang memerintahkan Azlina untuk berzikir selama dalam perjalanan. 
Dia berjalan lagi sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10 jam waktu di dunia. Ketika sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan membaca tulisan Arab, berbunyi 'Husnul Khotimah'. Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka'bah. Ketika melihat tulisan dan gambar Ka'bah seketika, dia dan amalnya tersenyum seraya mengucapkan Alhamdulillah.
Azlina mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian disapukan ke mukanya. Ketika malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang.Setelah berjalan sekian jauh, dia mendengarkan suara azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia, namun bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat, roh Azlina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan 40 hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi di Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi ada pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi makan fakir miskin. Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali diperlihatkan kejadian menakjubkan. 
Tiba-tiba cahaya 'Husnul Hotimah' yang ada di tangannya lepas, kemudian mengeluarkan api yang menerangi seluruh ruangan sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu dari balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah ganteng menyerupai malaikat, kulit langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam. "Raut muka seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan kepalanya. Tapi saya yakin sosok manusia tersebut adalah Nabi Muhammad," katanya.
Melihat peristiwa itu, lantas Azlina bertanya kepada malaikat dan amalnya. "Kenapa cahaya tersebut menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat. Dan kenapa wajah Nabi bercahaya?" Dijawab bahwa Anda adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan. Perjalanan tidak di situ saja, Azlina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang.
Rupanya ketika dalam perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta dan berdoa minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta dihidupkan kembali agar bisa bertaubat. "Jarak Azlina dengan mereka hanya lima meter, namun tak bias memberikan pertolongan," ujarnya.
Selama melihat kejadian itu, Azlina membaca Al Quran 30 juz, Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian membaca surat Yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Azlina berlari sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang sampai Marauke seraya menangis melihat kejadian tersebut. Azlina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi pada dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta oleh malaikat untuk berzikir. Lamanya zikir yang dilakukan Azlina selama dua abad dan dua pertukaran zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada tanggal 31 Desember. Selesai berzikir, Azlina mendengar suara yang seperti ditujukan kepadanya. "Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan. Sampaikan kepada umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan. Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku."
C.     Hidup Kembali dalam Tipu Daya Setan
Telah berkembang pula dalam masyarakat Islam tentang adanya orang (pemilik ilmu tarekat) yang telah dikuburkan hidup kembali.Beberapa orang yang telah memberikan kesaksian tentang adanya orang yang telah dikuburkan dan hidup kembali di kampung lain.Seperti yang terjadi di sebuah kampung menjelang dan setelah penguburan seorang pemuda yang berusia 25 tahun,adlah anak sekorang dukun yang juga sebagai guru ilmu batin (tarekat).Saat mayatnya hendak dishalati tiba-tiba masuklah ke dalam rumah cahaya seperti lampu yang menerangi ruangan dan cahaya itupun meninggalkan rumah ketika mayat usai dishalati dan dibawa ke pekuburan.Malamnya,ada warga yang mengaku melihat cahaya di kuburannya yang menjulang tinggi sampai menembus langit.Beberapa hari kemudian berdatanganlah orang-orang sekampungnya yang mencari rezki di kampung lain mengaku telah bertemu dan berbicara langsung dengannya.Bahkan beberapa warga kampung lain,yang merupakan murid-murid perguruan tarekat orang tuanya mengaku sempat berpelukan dengannya.
Ada pula kasus yang melihat seseorang yang telah mati akibat kecelakaan lalu lintas lalu lalang saat malam acara ta’ziatnya.Beberapa warga pelayat melihatnya.Ada pula kasus yang melihat orang tuanya datang ke rumahnya,dan kasus lainnya yang sama.
Yang mencurigakan dari kasus seperti di atas,adalah kalau memang orang mati bisa hidup kembali mengapa hanya bisa ditemui satu kali ?,mengapa tidak mau bertemu dengan sahabat dan keluarga dekatnya ? atau mengapa tidak berkunjung ke kampungnya untuk menemui keluarga dan tetangga-tetangganya ? dan mengapa tidak ada kabar beritanya di rumah rumahnya sekarang orang mati yang hidup kembali itu ?.
Kasus di atas bagi penulis hanyalah tipu daya setan agar para pengikut tarikat yang diajarkan oleh orang tua pemuda itu atau guru tarikat lainnya, semakin yakin kebenaran berita bahwa para pengikut tarikat itu dijamin keselamatannya di akhirat dan bisa hdup kembali di muka bumi semaunya,atau agar orang yang lain tertarik untuk menuntut ilmu tersebut,antara lain sahadat batin hanya sebuah bunyi kedutan di leher,shalat batin yang hanya sebuah bunyi di dalam dada.Bila seseorang telah memiliki ilmu tersebut maka tidak perlu lagi melaksanakan syariat-syariat Allah seperti shalat 5 waktu,berpuasa di bulan Ramadhan dan sebagainya karena mereka telah mencapai tingkat ma’rifat dan orang yang sudah mencapat ma’rifat tidak butuh lagi amalan syariat,dia sudah dekat dengan Allah,dia adalah kekasih Allah dan telah dijamin masuk surge sehingga apapun keinginannya terhadap Allah maka dengan shalat batin itu pasti terpenuhi termasuk kalau masih mau hidup kembali di dunia dan orang seperti ini mayatnya di kubur akan lenyap,yang menurut penulis bahwa lenyap karena ulah setan yang mencurinya saat kita menggali kubur itu lalu menyimpannya di tempat lain atau di dalam hutan.
Berbeda dengan kasus mati suri yang telah diceritakan di atas bahwa mereka yang mati suri itu memang benar-benar hidup kembali dan bergabung dengan keluarga,walau sebenarnya bukanlah mati sungguhan atau kisah pemuda yang bersembunyi di gua (Ashabul Kahfi) yang dimatikan Allah selama lebih 300 tahun dan dihidupkan kembali.Mereka itu hidup karena kehendak Allah bukan karena adanya ilmu-ilmu rahasia yang dimilikinya.
Jadi kalau ada orang yang kita lihat padahal orang itu telah mati atau dikuburkan maka jangan dipercaya karena itu hanyalah tipu daya setan yang menyamar sebagai orang yang telah mati itu,kecuali kalau:
1.      Dekati dan baca ayat-ayat Allah pengusir setan maka dia pasti lenyap karena tidak tahan pada ayat-ayat Allah,dan kalau tidak lenyap maka lakukan langkah kedua,
2.      Tanya di mana rumahnya,dan kalau ditujukkan maka ajaklah dia ke rumahnya lalu tidurlah di rumahnya,tetapi hati-hati karena mungkin kamu akan mendapati diri tidur dikuburan,tetapi kalau tidak maka ajak pulang ke rumahnya.
3.      Kalau ternyata mau pulang kerumahnya dan masih masuh tinggal bersama keluarganya maka cek kuburan,masih adakah jazadnya atau sudah terbongkar ?.Kuburannya utuh berarti itu hanya setan,tetapi kalau kuburannya telah terbongkar maka ada kemungkinan hidup kembali,tetapi belum bisa dipercaya karena mengapa waktu keluar dari kuburannya tidak langsung pulang ke rumahnya melainkan pergi ke kampung lain.
Yang pasti dengan ilmu apapun tidak ada orang yang telah mati sungguhan hidup kembali karena bertentangan aturan Allah bahwa roh orang mati telah terkunci di alam kubur dan telah dibatasi oleh dinding sampai hari kiamat (QS.Al Mu’minuun:100).

D.    Mati dalam tidur
Peristiwa orang yang mati dalam tidur,atau yang orang Makassar menyebutnya “Sambung Tinro” banyak kita dengan dalam kehidupan masyarakan,yaitu seseorang yang tidak sakit tiba-tiba tidak bangun dalam tidurnya dan setelah diperiksa ternyata telah mati.Kematian seperti ini adalah hal yang wajar karena begitulah takdirnya bahwa akan mati dalam kondisi seperti itu.Cuma kadang kematian itu ada penyebabnya,entah karena gagal jantung,atau karena dibunuh.
Kalau seseorang memiliki riwayat penyakit jantung,maka mungkin saja sebelum tidurnya dia melihat sesuatu yang mengagetkan atau menakutkan sampai membuatnya jantung berdebar diluar kewajaran akhirnya mati tanpa ada yang melihatnya.Siapa yang mengagetkannya mungkin saja binatang atau mungkin setan yang datang mungganggu.Atau mungkin juga ketika tidurnya dia sedang diganggu atau hendak dibunuh oleh setan dari bangsa jin namun karena lemah dan tidak ada yang berusaha menolongnya akhirnya dia dibunuh sebelum bangun dari tidur,tapi itu terjadi atas kehendak Allah karena ajalnya telah sampai.
Mengenai orang yang bermimpi bertemu dengan orang-orang yang telah mati,maka yang ditemani bertemu itu bukanlah roh orang yang telah mati itu,melainkan gambaran yang diberikan Allah atau yang diberikan setan.Bila yang kita lihat menyampaikan sesuatu yang berupa petunjuk kepada kebenaran maka itu adalah gambaran dari Allah sebagai petunjuk bagi manusia,contoh melihat bertemu ayahnya yang sudah mati,lalu ayahnya itu menasehatnya untuk shalat dan meninggalkan kemaksiatan,maka itu adalah petunjuk dari Allah melalui gambar orang tuanya.Dikecualikan bila memimpikan nabi Muhammad SAW maka menurut ketarangan sebuah hadis bahwa yang dilihat di mimpi itu benar-benar Nabi Muhammad karena setan tidak bisa meniru wajah Nabi Muhammad,tetapi itupun perlu waspada,jangan sampai setan menyamar sebagai orang lain tetapi mengaku sebagai Nabi Muhammad.mengaku sebagai Allah saja setan bisa melakukannya apalagi kalau hanya mengaku sebagai nabi.
Tetapi manakala bermimpi bertemu dengan ayah yang telah mati dan menasehati kita agar tetap setia pada ajaran nenek moyang seperti menegakkan tradisi penghormatan kepada benda-benda pusaka,mempersembahkan sesajen kepada kuburan atau tempat keramat,maka itulah petunjuk setan melalui gambar orang tua.
Sesungguhnya mimpi itu terjadi di dalam otak/jiwa manusia,jadi roh kita tidak kemana-mana,melainkan berkelana di alam ketidaksadaran dalam jiwa kita,yang kita lihatpun bukan roh orang mati yang masuk ke otak melainkan gambar-gambar yang tercipta di dalam otak dan gambar-gambar itu bergerak seperti halnya gambar-gambar manusia di dalam TV yang bukan berarti manusianya yang masuk ke dalam TV.
Mimpi erat hubungannya dengan syaraf-syaraf otak.Kalau syaraf-syaraf otak kita sehat maka tidurpun enak dan mimpipun enak,tetapi kalau syaraf-syaraf otak terganggu,seperti stress,trauma atau depresi maka tidur pasti terganggu dan diwarnai dengan mimpi-mimpi buruk. Oleh karena itu,orang yang suka bermimpi bertemu dengan orang yang telah mati maka bukan berarti orang itu sudah akan mati,walau memang ada mimpi yang memberikan alamat seperti itu seperti mimpi Usman bin Affan yang bertemu dengan Nabi Muhammad dan mengajaknya makan bersama dan diartikan oleh Usaman bin Affan bahwa telah mendekat kematiannya,maka pada hari kematiannya beliaupun berpuasa dan terus menerus membaca Al Quran dan pada saat membaca Al Quran itulah datanglah seseorang yang menebas kepalanya.