Janganlah Kamu Mencampuradukkan Antara Yang Haq Dengan Yang Batil dan Janganlah Menyembunyikan Yang Haq itu, Sedang Kamu mengetahuinya (QS.Al Baqarah:42)
Selasa, 05 Mei 2015
MENGGADAIKAN TANAH UNTUK ATTUMATE
Kehidupan Te'ne tidak seperti saudara lainnya yang sudah berkeluarga,yang semuanya telah berhaji dan memiliki mobil,sedangkan Te'ne baru dua tahun diwisuda S-1.Ayah Te'ne.Daeng Baso adalah pensiunan Guru.Daeng Baso memiliki sebidang tanah yang rencananya akan diwariskan kepada Te'ne,sedangkan tabungan Taspennya dipersiapkan untuk pendaftaran Te'ne menjadi PNS,karena PNS di daerah Te'ne memang mahal.Te'ne telah lulus K-2 dengan menggunakan ijazah SMA padahal Te'ne belum pernah honor dikantoran karena sibuk kuliah,sehingga uang simpanan daeng Baso diserahkan kepada pengurus K-2nya sesuai perjanjian sebelumnya.Namun,sebelum menikmati gaji anaknya, Daeng Baso sudah dijemput oleh Malaikat Maut atas perintah Allah.
"Janganmaki susah-susah attumate,Amma, katidak diajarkanji dalam Islam !",Kata Te'ne pada ibunya dua hari usai dikuburkan ayahnya.Te'ne kasihan pada ibunya yang begitu fanatik pada tradisi sehingga harus mengeluarkan banyak biaya untuk amalan tradisi yang tidak diajarkan Islam."Apa kau bilang,Te'ne ?,sejak kapan kau tersesat seperti itu ?,kalau bukan ajaran Islam mengapa iman desa dan masyarakat Islam lainnya melakukannya,liat di TV kyai-kyai saja melakukannya,jangan kau jadi anak durhana pada orang tua",ujar Daeng Baji pada Te'ne."Tapi,dimanaki mau ambil uang,Amma !",sambung Te'ne."Hei,Te'ne,waktu kau minta uang pada tettamu,tettamu tidak pernah bilang dimana mau ambil uang,mengapa kau ngomong begitu,ini siri',Nak, bagaimanapun caranya kita harus laksanakan,apa kata orang nanti bila tidak kita tidak lakukan,janganko banyak bicara,tettanu masih ada di rumah ini,nadengarki omonganta,tettamu hanya menginginkan keihlasanmu",jawab Daeng Baji.
Daeng Baji sangat fanatik pada tradisi,mereka sangat percaya bahwa selama 40 hari roh orang mati itu masih ada di rumah,makanya sejak Daeng Baso dikuburkan Daeng Baji selalu menyiapkan hidangan makanan untuk suaminya lalu memanggil Pak Imam untuk membacakan doa agar agar roh suaminya itu menikmati hidangan yang disiapkannya.Tapi lucunya,bukan roh ayahnya yang makan melainkan Pak iman sendiri bersama seorang tetangga sebelah.
Te'ne sudah menghitung-hitung sudah berapa biaya yang dikeluarga sejak kematian ayahnya. Bayangkan sebelum dikuburkan Te'ne harus menyiapkan tempat tidur beserta perlengkapannya seharga 2 juta, ditambah uang sedekah kepada orang yang ikut shalat jenazah sebesar 500.000.Dan bagaimana dengan pembeli kuda untuk acara ta'ziyat ?.
"Saya sudah dapat sapi,Amma, harganya 8 juta, jadi itu saja yang kami bagi empat",kata Nuri kakak tertua Te'ne yang ditugasi mencari sapi.Walau Nuri tergolong kaya,namun dia tidak mau menanggung seluruh biaya acara pattumatean ayahnya."Kita kan empat bersaudara,harus sama-sama berbakti kepada orang tua,supaya adilnya maka kita bagi empat",ujar Nuri saat rapat pembahasan rencana "attumate".
Tujuh hari kematian ayahnya,Te'ne dan kelaurganya serta tetangga-tetangganya sibuk mempersiapkan acara terpenting dalam kehidupan manusia,yaitu acara selamatan untuk orang yang telah mati,sampai shalatpun mereka lalaikan.Beberapa malam sebelumnya rumah diramaikan oleh acara membaca Al Quran beramai-ramai,lalu mendengarkan pembacaan Kitab" Jabadul Akhira"t kemudian acara Tahlilan dan mempersembahkan sesajen buat ayahnya yang tercinta.Undangan ta'ziatpun telah beredar.Satu persatu undangan telah berdatangan menikmati masakan dengan berbagai rasa,tidak lebih dari makanan pesta perkawinan,ada kuenya,ada es buah dan sebagainya.
Malam dilakukan puncak acara yaitu ta'ziat.Ustaz yang terkenal telah hadir di tengah-tengah undangan yang sedang menikmati jamuan makan malam.Usai acara makan malam,acara ta'ziatpun dimulai,yang diawali dengan pembacaan Al Quran,sepatah kata dari keluarga almarhum dan masuk acara inti,yaitu tauziah oleh ustaz.Beberapa undangan tertawa terpingkal-pingkal karena penceramah membawakah tauziyah yang lucu-lucu seakan-akan lupa bahwa itu acara kematian.Tapi itu tidak jadi masalah yang penting hadirian puas dan amploppun lancar,karena bayar uztas yang lucu itu agak tinggi dibanding dengan ustaz yang bikin ngantuk.
Usai acara para undanganpun kembali ke rumahnya masing-masing setelah mengucapkan terima kasih dan bersalaman dengan ustaz yang masih duduk menunggu amplop.
Setelah seluruh undangan pulang,maka kotak undanganpun dibuka lalu dihitung.Ternyata isi undangan seluruhnya adalah 5 juta,ya lumayan.Tetapi ada sesuatu yang harus ditutupi oleh Te'ne,yaitu utangnya sapi untuknya 2 juta, bumbu-bumbu dan sebagainya di kios tetangga 1 juta belum dibayar, ayam dan ikan yang seluruhnya juta juga belum dibayar.Uang lemari juga ternyata belum dibayar,kambing yang disembeli saat pemakaman 1,5 juta juga belum dibayar,dan lain yang membuat Te'ne harus menyiapkan uang sebanyak 8 juta,dan bagaimana lagi biaya untuk 4 harinya,100 harinya dan 1 tahunnya ?.
"Sabar Nak,kalau tidak ada lagi uangmu,maka gadaikan saja dulu sawah kita,daripada ketahuan orang bahwa banyak utang kita,kan malu",kata Daeng Baji pada Te'ne yang kelihatan bingun memikirkan utangnya."Kalau sawah yang satu-satunya itu kita gadaikan,Amma maka kita akan makan apa , sedangkan beras yang dibawa tetangga-tetangga itu sudah harus dijual untuk menutupi utang ?".Balas Te'ne.Ini siri' Nak Te'ne,biarlah harta kita habis yang penting siri' tetap dipertahankan,apa kata orang bila ayahmu mati tanpa kita acarakan,orang akan bilang bahwa kita tidak punya siri',tidak punya rasa malu,tidak berbakti kepada suami atau orang tua".Balas Daeng Baji sambil merangkul anak bungsunya.Ya sudah,sudahlah.Kata Te'ne lalu berdiri menuju ke kamarnya."Nasib orang miskin di kampung bid'ah",ujarnya sambil membuang tubuhnya di kasurnya lalu menutup mukanya dengan bantal.
"Sabar Nak
Senin, 04 Mei 2015
20.SUNNAH ADALAH JALAN HIDUPKU
Penyakit yang tak kunjung sembuh telah membawa suatu
perubahan pada diri penulis.Pengalaman merasakan bagaimana penderitaan hidup di
kala sakit dan nyeri datang menyapa membuat penulis selalu berpikiran kea lam
akhirat yang dimulai dengan alam kubur yang di dalamnya penuh dengan siksaan
yang dahsyat.Bayangkan yang diberitakan Nabi SAW bahwa siksaan terkecil di alam
kubur sama dengan kalau kita disuruh memakai sepatu dari besi dan sepatu besi itu
telah dipanasi sampai merah hingga membuat otak melele.
Siksaan seberat penyakit yang kualami saja yang diberi
Allah kepadaku di alam kubur kutak akan sanggup menahannya bila itu terjadi
sampai berbulan-bulan,apalagi bila terjadi setahun dalam perhitungan
Allah.Ingat perhitungan Allah bahwa sehari di akhirat sama dengan seribu tahu
dalam perhitungan manusia (waktu alam dunia).Hal itulah yang membuatku tak bisa
tenang dalam hidup ini karena membayangkan dosa-dosa besar yang pernah
kulakukan,baik dosa kemaksiatan karena melalaikan ibadah,juga dosa-dosa
kesyirikan sebagai akibat terlalu akrab dengan dukun-dukun dan ajaran-ajaran
tarekat sesat.
Melalui Al Quran,Allah menyampaikan bahwa azab di
dunia ini adalah azab kecil sebelum mendatangkan azab yang amat besar dan Allah
menghendaki hamba-Nya agar kembali ke jalan yang benar.Segala musibah yang
terjadi di muka bumi dan juga pada diri manusia tidak lepas dari dosa-dosa yang
diperbuatnya di masa yang lalu dan penyakit adalah cara Allah untuk mengampuni
dosa-dosa hamba-Nya lalu mengajaknya ke jalan yang benar.
Allahpun mengatakan bahwa segala keburukan yang
menimpa seseorang adalah merupakan ujian baginya dan Allah menghendaki
kesabaran dari hamba-hamba yang diuji-Nya.Dengan kesabaran itulah maka akan
memberikan keselamatan,rahmat dan petunjuk kepadanya.
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS.Al
Baqarah:153).
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari
Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS.Al
Baqarah:157).
Dengan ayat-ayat tersebutlah sehingga penulis berkeyakinan bahwa penyakit
yang menimpah seorang manusia adalah ungkapan kasih saying Allah terhadapnya.Wujud
dari rasa kasih saying Allah bagi orang yang sakit atau yang terkena musibah
lainnya adalah:
1. Allah menghendaki
agar hamba-Nya itu bersih dari dosa-dosa sebelum meninggalkan dunia ini,dengan
cara ditebus dengan penyakit/musibah;
2. Allah menghendaki
agar bisa dekat dengan hamba-Nya,dengan cara membersihkan hati hamba-Nya dan
memberinya kesabaran,karena Allah akan bersama dengan orang-orang yang sabar
dan kesabaran adalah anugerah terbesar dari Allah.
3. Allah menghendaki
keselamatan bagi hamba-Nya yaitu dengan cara mengampuni dosa-dosanya melalui
penyakitnya;
4. Allah hendak memberi
petunjuk kepada hamba-Nya yang bersabar dan untuk mengetahui hamba yang
bersabar maka ebih dahulu harus diberi ujian atau cobaan;
5. Allah hendak
mengangkat derajat hamba-Nya dari hamba-hamba lain dengan cara memberinya
petunjuk apabila bersabar atau lulus ujian.
Dari keyakinan tersebut maka penulis merasa berada
dalam pendidikan Allah dan berusaha untuk memenuhi kehendak Allah tersebut
yaitu kembali ke jalannya.Apa dan bagaimana jalan Allah tersebut.Penulis harus
berusaha mengenal dan melewati jaan Allah yang dalam Al Quran disebut “Sirathal
Mustaqin”.
Dalam Al Quran Allah telah menyatakan akan memimpin
hamba-Nya dengan dua cara,yaitu:
1. Memimpin melalui hati
hamba-Nya;
2. Memimpin melalui Al
Quran.
Dari dua cara ini maka penulis berusaha mencari jalan
dan petunjuk Allah melalui hati dan Al Quran.Sejak April 2007 penulis mulai
berusaha mencari Tuhan dalam hati dan berusaha mencari kebenaran dalam Al
Quran.Sejak itulah penulis mulai mengkaji ayat-ayat Allah melalui Al Quran
terjemahan dan mengkaji ajaran Islam melalui Al Quran dan kitab-kitab hadis
serta buku-buku Islam lainnya.
Akhirnya hati penulis terang.Penulis bisa membedakan
antara yang ajaran Islam dengan yang bukan ajaran Islam.Penulis bisa membedakan
antara petunjuk dan kesesatan.Penulis bisa membedakan antara sunnah dan
bid’ah.Penulis yakin bahwa perubahan dalam keyakinan dan pemahaman beragama
adalah karena petunjuk Allah.Tidak mungkin petunjuk setan.Setan tidak akan
mungkin membiarkanku mengkaji Al Quran,kitab-kitab hadis,dan buku-buku orang
saleh.Sampai akhirnya aku berkeyakinan telah berada di atas jalan
Allah.Kuberkeyakinan bahwa sunnah Rasul dan Sunnah sahabat adalah jalan Allah
sedangkan sunnah/tradisi nenek moyang adalah jalan setan yang harus kutinggalkan
dan kujauhi.Ya,harus kujauhi olehku dan oleh keluargaku (istri dan
anakku).Allah yang menyuruhku menyelamatkan diri dan keuarga dari siksaan api
neraka dengan cara memurnikan ketaatan beribadah dalam menjalankan agama yang
lurus yaitu agama Islam yang sesuai dengan sunnah,yang telah dinyatakan
sempurna oleh Allah dan Rasul-Nya.
Melaksanakan Islam sesuai dengan sunnah dalam
masyarakat yang setia pada tradisi memang bukanlah perkara yang muda,melainkan
akan mengalami tekanan dari masyarakat yang sebagian besar pengikut tradisi dan
pengkuti ulama-ulama.Berbagai ocehan keluar dari mulut mereka.Ada yang
mencela,menghina dan menuduh sebagai pengikut aliran sesat.Dan mereka akan
memandang kita sebagai asing dalam Islam.Untung ada Allah yang senantiasa
menghiburku dan memberiku semangat dalam melaksanakan sunnah di tengah ahli
bid’ah.
“Janganlah kamu takut
kepada sesama manusia,tetapi takutlah kepada-Ku”(QS.Al Maaidah:44)
“Allahlah yang berhak kamu
takuti,jika kamu benar-benar orang yang beriman”(QS.Taubah:13)
“Sesungguhnya orang-orang yang takut
kepada Tuhannya yang tidak Nampak oleh mereka akan memperoleh ampunan dan
pahala yang besar”(QS.Al Mulk:12)
Terhadap perkataan mereka yang
mungkin mencela,mengjelek-jelekkan dan berbagai tuduhannya maka Allah menyuruh
kita menghadapinya dengan bersabar,
“Bersabarlah kamu terhadap apa yang
mereka katakan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”(QS.Al Muzammil:10).
Dan Rasulullah SAW yang mengajari
penulis untuk merasa senang bila dianggap asing oleh masyarakat,”Islam
awalnya dianggap asing dan pada akhirnya akan dianggap asing,maka beruntunglah
kamu yang dianggap asing’ (HR.Muslim).
Beberapa ayat Al Quran sebagai pegangan bagiku dan
sebagai semangat bagi hatiku untuk tetap teguh pada sunnah bahwa kebenaran bukan
dilihat dari banyaknya orang yang melakukannya,bukan dilihat dari popularitas ulama
yang mengatakannya atau bukan didapat dari tradisi nenek moyang,melainkan
dilihat dari dalil-dalil sunnah.
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di
muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak
lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah
berdusta (terhadap Allah).(QS.Al An Aam:116).
Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia
yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi)
orang-orang yang merugi.(QS.Al Mu’munuun:34).
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah
apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi
kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang
kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang
mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat
petunjuk?".(QS.Al Baqarah:170).
Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti
apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul." Mereka menjawab:
"Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami
mengerjakannya." Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka
walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula)
mendapat petunjuk?.(QS.Al Maaidah:104).
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah
apa yang diturunkan Allah." Mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami
(hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya."
Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu
menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS.uqman:21).
Jadi penulis memiliki kekuatan untuk menegakkan sunnah
karena Allah yang memberi kekuatan dan berani meninggalkan bid’ah karena Allah
yang memberi keberanian.Allahlah yang menyuruh penulis untuk meninggalkan
amalan-amalan yang tidak memiliki dasar ilmu dan amalan yang yang bersumber
dari hawa nafsu.
”Janganlah kamu
mengikuti apa-apa yang tidak ada pengetahuanmu tentangnya.Sesungguhnya
pendengaran,penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawabannya.’(QS.Al
Israa:36)
“Janganlah kamu
mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan
Allah.Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab
yang berat,karena
mereka melupakan hari perhitungan”(QS.Shaad:26).
Dan Rasulullah SAW sebagai guru
Agama Islam yang menyuruhku untuk meninggalkan amalan-amalan yang dibuat-buat
oeh umatnya sepeninggalnya yang tidak tidak pernah disyariatkannya :
“Jauhilah perkara baru
yang diada-adakan (dalan urusan agama),karena setiap perkara baru yang
diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”dan pada hadist lain
dikatakan”Setiap kesesatan balasannya adalah neraka” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
”Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami
yang bukan perintah kami maka amalan itu pasti di tolak”,”Barangsiapa yang
melakukan suatu amalan yang tidak ada atasnya syariat (perintah) kami maka
tertolak” (HR.Bukhari-Muslim).
Oleh karena itu,wahai istri dan anak-anaku dan wahai saudara-saudaraku
memurnikan ketaatanmu dalam beribadah kepada Allah dengan menjalankan Agama
Islam yang benar yaitu dengan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW dan Sunnah
sahabatnya yang diberi petunjuk dan tinggalkanlah bid’ah maka itulah jalan yang
lurus.Jalan yang bisa memberimu keselamatan di dunia dan di akhirat.Sebagai
jalan yang dibangun di atas wahyu Allah,bukan jalan yang dibangun oleh setan
melalui persangkaan nenek moyang.
19. JANGAN BERDEBAT DENGAN AHLI BID'AH
Telah menjadi kenyatakaan dalam masyarakat Islam di tanah air ini bahwa
sebagian besar masyarakat yang beragama Islam setia dan taat melakukan tradisi
attumate atau ritual selamatan untuk orang yang telah mati dan sebagian kecil
tetap bertahan untuk tidak melakukannya dengan pendirian dan keyakinan
masing-masing,yang masing-masing memiiki ulama sebagai panutan dan organisasi
sebagai sarana berdakwah.Memperdebatkan masalah perbedaan pendapat tentang
tradisi attumate hanyalah membuang-buang waktu yang mungkin lebih baik waktu
kita pakai untuk beribadah atau berzikir atau mempelajari buku-buku agama agar
pemahaman kita terhadap ajaran Islam semakin bertambah.Lagi pula perdebatan
hanya akan memicu perpecahan dan permusuhan sesame umat Islam.Memperdebatkan
masaah tradisi attumate itu tidak akan pernah ada penyelesaiannya,karena
diantaranya aka nada yang mengatakan bahwa “Perbedaan pendapat adalah
rahmat”.Benarkan perpedaan pendapat adalah rahmat ?.
A.
Di Larang berdebat Dalam Agama
Berdebat dalam agama terutama dengan sesama umat Islam bukanlah suatu hal
yang terpuji apalagi billa yang diperdebatkan itu adalah ayat-ayat Allah (Al
Quran). Hal dinyatakan dalam firman Allah:
”Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah,kecuali
orang-orang yang kafir.Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas
dari suatu kota ke kota yang lain memperdebatkan kamu”(QS.Al Mu’min:4).
(Yaitu)
orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada
mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi
orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang
sombong dan sewenang-wenang.(QS.Al Mu’min:35).
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang
bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada
mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,”
(QS.Ali Imran: 105)
Demikian juga telah ada hadis yang melarang perdebatan
di dalam agama, di antaranya:
“Tidaklah sesat suatu kaum sesudah mereka mendapat
petunjuk kecuali mereka diberi perdebatan,kemudian Rasulullah SAW membaca ayat
ke-58 dari surat Az Zukhruf yang artinya:mereka tidak memberika perumpamaan itu
kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja.Sebenarnya mereka adalah kaum
yang suka bertengkar (HR.Tirmidzi,Ibnu Majah dan Hakim).
Disamping adanya dalil-dalil yang melarang perdebatan
dalam agama secara umum,juga terdapat dalil-dalil yang melarang perdebatan
dengan ahli bid’ah:
“Rasulullah SAW membaca ayat:”Dia-lah yang menurunkan
a-Kitab (al Quran) kepada kamu.Di antara (isi ) nya ada yang munkamat.Itulah
pokok-pokok isi a Quran dan yang lainnya matasyabihat.Adapun orang-orang yang
dalam hatinya bcondong kepada kesesstsn,maka mengikuti sebgian ayat-ayat yang
mutasyabihat daripadanya untuk membulkan fitnah untuk mencari-cari
ta’wilnya,padahal tidak ada yang mengetahui ta’wil nya melainkan Allah.Dan
orang-orang yan mwndaam ilmunya berkata;’kami beriman kepada ayat-ayat
mutashaihat,semuanya itu dari sisi Rabb kami”.Dan tidak yang mengambi peajaran
(daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” Aisyah berkata;Jika kalian
mengikuti orang-orang mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat maka
merekalah orang yang disebut oleh Allah maka waspadalah dari
mereka”(HR.Muslim).
Berkata Imam Nawawi: “Di dalam hadis ini terdapat
peringatan dari berbaur dengan para memilik kesesatan,ahli bid’ah dan
orang-orang mencari-cari masalah untuk menimbulkan fitnah” (Syarah Musim).
Telah berkata Umar Bin Khattab:”Akan datang
orang-orang yang mendebat kalian dengan ayat-ayat mutasyabihat dari Al Quran
maka debatlah mereka dengan sunnah karena para pemilik sunnah adalah yang
paling tahu tentang Kitabulah” (Riwayat.Ad Darimi).
Berkata Ibnu Abbas:”Sesungguhnya pendustaan terhadap
takdir adalah kesyirikan yang dibukakan atas para pemilik kesesatan,maka
janganlah kalian mendebat mereka hingga berjalan kesyirikan mereka lewat
tangan-tangan kalian” (Riwayat Ibnu
Baththoh).
Hasan al Basri dan Ibnu Sirin berkata:”Jangalah kalian
bermajellis dengan pengekor hawa nafsu dan janganlah mendebat mereka dan
jangalah mendengarkan dari mereka” (Riwayat Ad Darimi).
Fudhail Bin Iyadh berkata:”Janganlah kaian duduk-duduk
dengan orang-orang yang suka berdebat karena sesungguhnya mereka memperook-olok
ayat-ayat Allah” (Riwayat Lalikai).Imam Lalikai menjelaskan akibat buruk
perdebatan dengan ahli bid’ah sebagai suatu kejahatan atau kaum musimin.”Tidak
ada kejahatan yang lebih besar atas kaum muslimin daripada kejahatan perdebatan
dengan ahli bid’ah dan tidaklah kekalahan dan kehinaan yang lebih besar bagi
ahli bid’ah daripada apa yang dibiarkan oeh saaf atas kalimat itu,mereka mati
karena memendam kebencian dan kemarahan dan tidak punya jaan sama sekali untuk
mencuatkan kebid’ahan mereka.Hingga datanglah orang-orang yang terpedaya yang
membuka jaan bagi ahli bid’ah dan jadiah mereka sebagai penunjuk atas
kebinasaan Islam,hingga banyak perselisihan di antara mereka,muncul ajakan
mereka untuk berdebat.Mereka ketuk telinga-telinga yang sebeumnya beum mengenal
kebid’ahan tersebut dari orang-orang khusus dan awan hingga saling bertukar
syubhat di dalam argumen-argumen,mereka berelebih-lebihan dalam kerumitan
perdebatan hingga mereka menjadi teman-teman sejawat dan teman-teman dekat…”
(Syarah Ushul I’tiqod Ahli Sunnah).
Larangan perdebatan dengan ahli bid’ah tidaklah
bersifat umum/mutlat.Bila suatu hal atau kondisi yang membutuhkan untuk
meluruskan ajaran seseorang maka bolehlah berdebat dengan maksud menyampaikan
kebenaran,dan bukan untuk memamerkan kepintaran atau kepiawaian
berbicara.Perdebatan bila niat/maksudnya baik maka akan menjadi terpuji.Adapun
perdebatan yang niatnya baik,antara lain:
1. Perdebatan dengan
maksud membantah orang-orang yang menyelewengkan kebenaran,inilah yang
diperintahkan oleh Allah:”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah
dan peajaran yang baik dan bantahah mereka dengan cara yang baik” (QS.An
nahl:125).
2. Perdebatan dalam
musyawarah/pertemuan dengan maksud untuk pengajaran atau saling memberi nasehat
di dalam agama,berdasarkan Firman Allah: “Kemudian jika kamu berlainan pendapat
tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang
demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS.An Nisaa:59).
Sedangkan perdebatan-perdebatan yang buruk,antara lain:
a. Perdebatan yang
bermaksud membatalkan dalil-dalil dan menoak kebenaran,sebagaimana Firman
Allah:”Mereka mendebat dengan (alasan) yang bathil untuk melenyapkan kebenaran
dengan yang batil itu” (QS.Al Mu’min:5).
b. Perdebatan yang
sekedar membantah dan keras kepala,sebagaimana yang dikabarkan Allah:”Mereka
tidak memberikan perumpamaan kepadamu melainkan dengan maksud membantah
saja,sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar” (QS.As Zukhruf:58).
c. Perdebatan dengan
maksud keunggulan ilmu dan kecerdasan
d. Perdebatan dengan
maksud kenampakkan kepiawaian berdebat dan mengalahkan lawan.
Karena sebab ituah sehingga sebagian
ulama salaf melarang mendebat sebagian ahli bid’ah yaitu ketika diprediksi
dengan kuat bahwa dia tidak mau kembali dan menerima kebenaran.
B.
Perbedaan Pendapat Bukanlah Rahmat
Sebagian ulama mengatakan bahwa perbedaan pendapat dalam Islam adalah
suatu yang wajar atau fitrah manusia,dan dikatakan pula bahwa perbedaan
pendapat adalah rahmat.Karena pendapat itulah sehingga mereka tetap bertahan
pada pendapatnya,tetap menganggap pendapatnyalah yang benar sedangkan pendapat
yang lainnya salah.Mereka tidak mau berusaha menelusuri kebenaran pendapatnya
atau pendapat orang lain,padahal Allah telah memberikan solusi perbedaan
pendapat yaitu kembalikan masalah itu kepada Allah dan Rasul-Nya (QS. An
Nisaa:59).Kebanyakan di antara mereka hanya mengikuti pendapat ulama
terdahulunya atau pimpinan organisasinya dan mereka tidak mempersoalkan bahwa
benarkah bahwa perbedaan pendapat itu adalah rahmat ?.
Perbedaan pendapat dapat menimbulkah perselisihan dan perpecahan
umat,sampai akhirnya lahirlah kepercayaan dan amalan-amalan baru yang
berdasarkan pada pendapatnya masing-masing.Kalau perbedaan pendapat itu adalah
rahmat berarti baik dong kalu kita selalu berbeda pebdapat sampai akhirnya
berdebat dan berpecah belah,tetapi Allah menyuruh kita bermusyawarah untuk
menyatukan pendapat ?, mengapa Allah menyuruh kita kembali ke Al Quran dan
sunnah Rasul bila berbeda pendapat ?,mengapa Allah menyuruh kita bersatu dalam
agama dan melarang kita berpecah belah ?.Ingat Firman Allah,
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah
kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang
yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(QS.Ali Imran:103).
Dan Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya Allah
merihoi kamu tiga perkara dan membenci kamu tiga perkara.Dia meridhoi kamu apabila
kamu beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan sesuatu kepada-Nya dan
apabila kamu berpegang teguh kepada tali Allah semua dan kamu tidak berpecah
belah … “(HR.Muslim).
Perpecahan umat yang disebabkan karena perbedaan
pendapat,kepentingan dan sebagainya memang telah menjadi takdir (kehendak)
Allah untuk menciptakan perbedaan dan Rasulullah SAW telah mendapat wahyu dari
Allah tentang keadaan umatnya yang pada akhir zaman akan terpecah belah menjadi
72 atau 73 golongan tetapi hanya satu golongan yang akan selamat yaitu goongan
yang tetap berpegang teguh pada Sunnah Rasul dan Sunnah Sahabat yang mendapat
petunjuk.Namun,bukan berarti kita boleh berpecah belah dalam agama.
Para ulama mengartikan bahwa golongan yang dijamin
selamat masuk surge adalah golongan Ahlusunnah Waljamaah,yaitu golongan yang
berpegang teguh pada sunnah dan berjamaah di atas kebenaran.Tapi umat Islam tetap berbeda pendapat tentang
siapa Ahlusunnah Wajamaah itu,sehingga semua golongan atau jamaah yang ada
dalam Islam mengaku sebagai golongan ahlusunnah waljamaah sekalipun mereka
gencar mempertahankan amalan-amaan bid’ah atau amalan yang bertentangan dengan
sunnah,tetapi amalan bid’ah mereka dicari-carikan dalil dalam Al Quran dan
Hadis untuk membenarkan amalannya atau agar amalan bid’ah bisa menjadi sunnah.
Sebagian umat Islam berusaha mempertahankan pendapat
atau pendiriannya dengan berdalih sebuah hadis yang sebagian ulama
menyatakannya sebagai hadis palsu,karena hadis tersebut tidak jelas sanadnya.Al Albani mengatakan
didalam “Silsilah al Ahadits adh Dhaifah” bahwa hadits “Perbedaan umatku adalah
rahmat” tersebut tidaklah memiliki dasar. Para ahli hadits telah berupaya
didalam meneliti tentang sanadnya namun mereka semua tidak mendapatkannya
kecuali perkataan Suyuthi didalam “al Jami’ ash Shoghir”,”Barangkali ia
diriwayatkan didalam beberapa kitab para Hufazh yang belum sampai kepada kita.”
Dan ini jauh menurutku (Al Albani) jika ada dari beberapa hadits Nabi saw yang
hilang dan ini tidak pantas diyakini oleh seorang muslim.
Al Manawiy menukil dari as Subkiy, dia mengatakan bahwa hadits tersebut tidak
dikenal dikalangan para ulama hadits dan aku tidak menemukan bahwa hadits itu
memiliki sanad yang shahih, lemah atau maudhu’. Hal itu ditegaskan oleh Syeikh
Zakaria al Anshariy didalam catatannya tentang “Tafsir al Baidhowi” (2/92). (as
Silsilah adh Dhaifah juz I hal 134)
Syeikh Athiyah Saqar mengatakan bahwa hadits “Perbedaan umatku
adalah rahmat” disebutkan oleh Baihaqi ddalam “Risalah” nya dan mensanadkannya
dari hadits Ibnu Abbas didalam “al Madkhol” dengan lafazh “Perbedaan para
sahabatku adalah rahmat bagi kalian.” Dengan sanadnya yang lemah sebagaimana
disebutkan al Iraqi didalam ‘takhrijnya terhadap hadits-hadits yang ada didalam
kitab “Ihya Ulumuddin” (juz I hal 25)
Dalil “Perbedaan pendapat adalah rahmat” tidak bisa
dijadikan pegangan karena bertentangan dengan ayat-ayat Allah yang menyuruh
kita bersatu dalam Islam dan melarang kita berpecah belah.Suami istri saja kalau
selalu berbeda pendapat atau berselisih bisa terancam jiwanya,bagaimana bila
berseisih daam hal agqidah dan ibadah sebagai rahmat.
Mungkin yang lebih tetap bila dikatakan bahwa
“Perbedaan pendapat adalah ujian”,ya ujian bagi umat Islam.Dengan perbedaan
pendapat kita diuji sejauh mana kemampuan kita menggagunakan akal pikiran untuk
menyatukan pendapat yang berbeda-beda,atau sejauh mana kita mampu mengamalkan
Firman Allah:
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah
kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang
yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(QS.Ali Imran:103).
Kalau kita mau berusaha untuk bersatu di dalam Islam dengan berusama
menyatukan pendapat di dalam ilmu dan sunnah,maka Allah akan mempersatukan hati
kita dan menjadikan kita sebagai satu keluarga serta akan memberikan
petunjuk-Nya,tetapi sebaliknya apabila kita membesar-besarkan perbedaan
pendapat tanpa ada usaha untuk menyatukannya,maka tunggulah kehancuran dalam
Agama Islam ini.Bila perbedaan pendapat bisa dipersatuan maka itilah yang baru
dikatakan rahmat,tetapi kalau perbedaan pendapat membuat umat Islam berselisih
dan berpecah belah maka itu bukan rahmat melainkan laknat.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis berkeyakinan bahwa “perbedaan
pendapat bukanlah rahmat” melaikan keburukan bagi agama Islam karena dapat
membuat agama Islam ini berpecah belah,kecuali kalau perbedaan itu bisa
dipersatuan sehingga membuat umat Islam bersatu,sebagaimana firman Allah:
(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat
Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi
mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah
mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.(QS.Al Mu’min:35).
Minggu, 03 Mei 2015
17.PENOMENA ORANG MATI HIDUP KEMBALI
Berkembang cerita dalam masyarakat
bahwa orang mati bisa hidup kembali,entah orang itu belum dikuburkan atau yang
telah dikuburkan,bahkan di antara masyarakat ada yang berusaha menuntut dan
mengamalkan ilmu yang dapat membuatnya hidup kembali setelah
dikuburkan.Benarkan ada orang mati yang bisa hidup kembali ?
A.
Mati atau Hidup Selamanya
Beberapa
ayat dalam Al Quran menyatakan bahwa setiap makhluk yang bernyawa (termasuk
manusia) akan mengalami kematian,yaitu perpisahan antara roh dengan jazadnya. Dan
kematian itu telah ditentukan waktunya,yang bila telah datang waktunya maka
tidak seorang pun yang dapat memajukannya atau mengundurkannya barang
sesaatpun. "Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian)
seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan." (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Kematian itu
akan datang secara tiba-tiba yang tidak seorangpun mengetahui kapan dan di mana
datangnya kematian itu,sebagaimana Firman Allah:"Sesungguhnya Allah, hanya
pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang
menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang
pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan
tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS,
Luqman 31:34)
Ketika
terjadi kematian maka manusia akan mengalami berbagai proses menuju alam
kubur,yaitu:
1. Proses pencabutan roh oleh Malaikat Maut karena
seseorang telah sampai ajalnya. Pada proses pencabutan nyawa ini orang yang
akan mati mengalami sakratul maut.
Dalam Al
Quran Allah menggambarkan keadaan orang yang beriman saat mengalami sakratul
maut,yaitu: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah
telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini
mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih
baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn
yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam
surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah
memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang
diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada
mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa
yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl : 30-32)
Sedangkan
orang yang zalim atau banyak dosa digambarkan sebagai berikut:
"Alangkah
dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada)
dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan
tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas
dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap
Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri
terhadap ayat-ayat-Nya." (QS
Al-An’am :93)
"(Yaitu)
orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim
kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami
sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab):
“Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka
masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat
buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu." (QS, An-Nahl : 28-29)
Salman Al-Farisi meriwayatkan hadis Nabi SAW yang artinya:"Perhatikanlah tiga hal
kepada orang yang sudah hampir mati itu. Pertama: berkeringat pada pelipis
pipinya; kedua: berlinang air matanya dan ketiga: lubang hidungnya kembang
kempis. "Sedangkan jika ia mengeruh seperti tercekik, air mukanya nampak
gelap dan keruh, dan mulutnya berbuih, menandakan bahwa azab Allah sedang menimpa
dia." (HR. Hakim dan at-Tarmizi)
Kematian
'mengundang' manusia secara perlahan-lahan atau bertahap mulai dari jasad,
ujung kaki kemudian ke paha.Untuk orang kafir, ketika nyawanya hendak dicabut
Izrail, wajahnya akan menjadi gelap dan keruh dan dia mengeruh seperti binatang
yang disembelih.Itu pula tanda azab yang diterimanya karena dosa dan kekafiran
mereka.
Al-Qamah bin Abdullah meriwayatkan hadis
Rasulullah saw yang artinya:
"Bahwa ruh orang mukmin akan ditarik oleh Izrail dari jasadnya dengan perlahan-lahan dan halus, sementara roh orang kafir akan direntap dengan kasar oleh malaikat maut bagaikan mencabut nyawa seekor khimar."
"Bahwa ruh orang mukmin akan ditarik oleh Izrail dari jasadnya dengan perlahan-lahan dan halus, sementara roh orang kafir akan direntap dengan kasar oleh malaikat maut bagaikan mencabut nyawa seekor khimar."
Rasulullah s.a.w bersabda:"Bila
telah sampai ajal seseorang maka akan masuklah satu kelompok malaikat ke dalam
lubang-lubang kecil dalam tubuh dan kemudian mereka menarik rohnya melalui
kedua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut."Setelah itu datang pula
sekelompok malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke
perut dan kemudian mereka keluar. Datang lagi satu kelompok malaikat yang lain
masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudian mereka
keluar."Dan akhirnya datang lagi satu kelompok malaikat masuk dan menarik
roh dari dadanya hingga sampai ke tenggorokan dan itulah yang dikatakan saat
nazak orang itu."
2. Roh Manusia dibawa ke langit untuk dilapor
kepada Tuhannya,sambutan Allah terhadap roh manusia berbeda-beda tergantung
pada kondisi amal yang dibawa oleh roh tersebut, sebagaimana hadis Nabi SAW:
“Kemudian datanglah malaikat maut dan
duduk di sebelah kepalanya dengan mengatakan,”Wahai jiwa yang tenang keluarlah
menuju ampunan dari Allah dan keredhoan-Nya.’ Beliau saw bersabda,’Maka
keluarlah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang minum maka
dia (malaikat maut) pun mengambilnya. Dan tatkala dia mengambilnya maka para
malaikat (yang lain) tidaklah membiarkannya berada ditangannya walau hanya
sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya diatas kafan yang terdapat
wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat wangi
permukaan bumi.Mereka kemudian naik (ke langit) dengan membawa (ruh) orang itu
dan tidaklah mereka melewati para malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh yang
baik siapa ini?’ Mereka menjawab,’Fulan bin Fulan, dengan menyebutkan nama terbaik
yang dimilikinya di dunia’ sehingga mereka berhenti di langit dunia. Mereka pun
meminta agar dibukakan (pintu) baginya maka dibukalah (pintu itu) bagi mereka
dan mereka berpindahlah ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh
dan Allah mengatakan,’Tulislah kitab hamba-Ku ini di ‘illiyyin dan
kembalikanlah ke bumi, sesungghnya darinyalah Aku ciptakan mereka dan
kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku mengeluarkan mereka
sekali lagi.”(HR. Ahmad)
Sedangkan roh yang buruk digambarkan
sebaga berikut:
“Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila akan
berakhir (hidupnya) di dunia akan akan mengawali akheratnya maka turunlah para
malaikat dari langit yang berwajah hitam dengan membawa kain dan merekapun
duduk disisinya sejauh mata memandang kemudian datang malaikat maut dan duduk
disebelah kepalanya dengan mengatakan,’Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju
amarah dan murka Allah.
Beliau
saw bersabda,’maka dipisahkanlah ruh dari jasadnya seperti duri yang dicabut dari
kain yang basah kemudian malaikat (maut) pun mengambilnya dan tatkala malaikat
maut mengambilnya maka mereka (malaikat lain) tidaklah membiarkannya berada di
tangannya walau sesaat sehingga meletakkannya dikain itu dan dibawanya dengan
bau bangkai busuk yang meyebar di permukaan bumi. Mereka pun membawanya dan
tidaklah mereka melintasi malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh buruk milik
siapa ini?’ mereka menjawa,’Fulan bin Fulan dengan menyebutkan nama yang paling
buruknya di dunia. Kemudian
mereka sampai di langit dunia dan meminta untuk dibukakan (pintu) baginya maka
tidaklah dibukakan baginya kemudian Rasulullah saw membaca
firman-Nya,”Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan
tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lobang jarum.” Kemudian
Allah berkata,’Tulislah kitabnya di sijjin di bumi yang paling rendah maka
ruhnya dilemparkan dengan satu lemparan. Kemudian beliau SAW membaca,”Dan
barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia seolah-olah jatuh
dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh.” (HR.Ahmad)
3.
Roh disatukan kembali dengan jazadnya di dalam kubur untuk menghadap
pertanyaan Mungkar dan Nakir,yang keadaannya juga berbeda-beda tergantung dari
kondisi amal yang dibawa oleh roh tersebut,sebagaimana Sabda Nabi SAW:
“Dan ruh itu pun dikembalikan ke
jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat yang mendudukannya dan bertanya
kepadanya,’Siapa Tuhanmu?’ dia pun menjawab,’Tuhanku Allah.’ Keduanya bertanya
lagi,’Apa agamamu?’ dia menjawab,’Agamaku Islam.’ Keduanya bertanya,’Siapa
lelaki yang diutus kepada kalian ini?’ dia menjawab,’Dia adalah Rasulullah
saw.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa ilmumu?’ dia menjawab,’Aku membaca Al Qur’an,
Kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya.Terdengarlah suara yang
memanggil dari langit,’Karena kebenaran hamba-Ku maka hamparkanlah (suatu
hamparan) dari surga, pakaikanlah dengan pakaian dari surga, bukakanlah baginya
sebuah pintu menuju surga.’ Beliau saw bersabda,’maka terciumlah wanginya serta
dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.’ Beliau bersabda,’Datanglah seorang
laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan baunya yang wangi
mengatakan,’Bahagialah engkau di hari yang engkau telah dijanjikan.’ Orang
(yang beriman) itu mengatakan,’Siapa angkau? Wajahmu penuh dengan kebaikan’ dia
menjawab,’Aku adalah amal shalehmu.’ Orang itu mengatakan,’Wahai Allah,
segerakanlah kiamat sehingga aku kembali kepada keluarga dan hartaku.
”(HR.Ahmad)
“Ruhnya pun dikembalikan ke jasadnya dan datanglah dua
malaikat mendudukannya seraya bertanya,”Siapa Tuhanmu?’ maka dia
menjawab,’a..a… aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya.’Apa agamamu?’ dia
menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya,’Siapa laki-laki yang diutus
kepadamu ini?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Maka terdengar seruan dari
langit.’ Karena pendustaan (nya) maka hamparkanlah (suatu hamparann) dari
neraka dan bukakan baginya suatu pintu munuju neraka dan terasalah panas serta
angin panasnya bagi orang itu dan dia pun dihimpit oleh kuburnya sehingga
hancur tulang-tulangnya.Datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk dengan
pakaian yang bau busuk dan mengatakan,”Bergembiralah kamu dihari yang buruk
bagimu yang telah dijanjikan ini.’ Orang itu berkata,’Siapa kamu dengan wajahmu
yang penuh dengan kajahatan.’ Dia menjawab,’Aku adalah amal burukmu.’ Orang itu
pun berkata,’Wahai Allah janganlah engkau adakan kiamat.” (HR. Ahmad).
4. Roh manusia lalu dibawa ke tempat
kediamannya masing-masing untuk menunggu datangnya kiamat.Tempat kediamannyapun
berbeda-beda sesuai dengan kondisi amal yang dibawa roh tersebut.
Syeikh Dr.
Umar Sulaiman Al-Asyqar menjelaskan posisi roh setelah terpisah dari jasad
(dalam buku Al-Yaumul Akhir, hlm.
102), dengan rincian sebagai berikut:
a). Roh
para nabi.Roh mereka berada di tempat tertinggi, bersama para malaikat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada detik-detik wafatnya,
mengatakan, “Ar-Rafiiqul a’la (kumpulkanlah
aku bersama sahabat terbaik yang berada di atas).”
b). Roh para
syuhada.Roh mereka
berada di tembolok burung-burung hijau di surga. Burung ini memiliki sarang
yang menggantung di bawah ‘Arsy,
sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat muslim.
c). Roh
orang mukmin yang saleh.Roh mereka berada di tembolok burung (bukan
burung berwarna hijau) yang bergelantungan di pohon-pohon surga, sebagaimana
disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad yang dinilai sahih oleh Al-Albani.
d). Roh
ahli maksiat (orang yang gemar bermaksiat).Roh mereka berada di tempat
mereka mendapat siksaan.– Roh pezina berada di suatu lubang seperti tanur; bagian atasnya sempit, dan
bagian bawahnya longgar. Dari bawah tanur
ini dinyalakan api,kemudian mereka berlomba-lomba berebut naik ke atas.– Roh
orang yang makan hasil riba berada di sungai darah; dia berenang, berusaha
menepi. Ketika hampir sampai ke tepi, dia dilempari batu, kemudian dia berbalik
lagi ke tengah.– Roh tukang bohong akan digantung, kemudian mulutnya dirobek
sampai ke tengkuk.Semua ini disebutkan dalam hadis sahih yang diriwayatkan
Bukhari.
e). Roh orang
kafir.Roh mereka disiksa di alam kubur, dengan siksaan yang pedih. Dia dipukul
dengan gadha oleh sosok
makhluk yang buta lagi tuli. Andaikan gadha
itu dipukulkan ke gunung, niscaya gunung tersebut akan menjadi tanah. Ini,
sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat An-Nasa’i.
Sayed sabiq mengatakan bahwa “Roh-roh yang menurut
peraturannya harus ada di dalam tanah,sama sekali tidak dapat berkumpul dengan
roh-roh yang harus berdiam di atas langit.Ini tidak berbeda dengan keadaannya
sewaktu hdupnya di dunia ini.Jadi jiwa yang sewaktu hidupnya di dunia tidak
berusaha untuk mengenal Tuhannya,tidak mencintai-Nya dan pula tidak pernah
mengingat dan ingin mendekati-Nya atau ingin memperoleh jalan guna mengenal-Nya
maka harus berada di bumi.Sebaliknya roh yang termasuk golongan atasan yang
sewaktu hdup di dunia selalu tekun dan
secara terus menerus mencintai Allah,selalu berzikir,selalu berusaha
mendekati-Nya maka akan berkumpul di tempat yang atas.”
Roh itu
setelah berada di alam kubur akan terkunci dan dibatasi oleh dinding pemisah
antara alam dunia dengan alam kubur sehingga tidak seorangpun dapat kembali kea
lam dunia.Hal ini sesuai dengan Firman Allah:
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir
itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:
"Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),agar
aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali
tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan
mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mukminun :
100).
Dan
bagaimana dengan jazadnya.Karena jazad manusia terdiri dari daging yang bila
mati akan mengalami pembengkakan dan pembusukan yang baunya mengganggu manusia
maka jazad manusia dikubur dalam tanah.Tujuan penguburan jazad lainnya adalah
untuk menjaga kehormatan jazad itu agar tidak diganggu oleh manusia atau
makhluk lainnya.
Bilamana
seseorang mengalami kematian dan melalui keempat proses tersebut di atas maka
orang seperti itulah yang mengalami kematian yang sesungguhnya.Jazadnya telah
mati untuk selamanya,sedangkan roh tetap hidup untuk selamanya karena roh
manusia sejak ada tidak pernah mengalami kematian,melainkan selamanya
hidup,sebagaimana firman Allah:
“Dan
janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah,
(bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu
tidak menyadarinya.”(QS.Al Baqarah:154).
Jadi Allah
menyatakan bahwa orang-orang mengalami kematian itu sebenarnya tidak mati
melainkan mengalami perpindahan tempat dari alam dunia kea lam akhirat,jadi
mereka tetap hidup tapi dalam wujud yang berbeda.Pada ayat lain Allah telah
menyatakan telah menjamin rezki orang-orang yang mati bila membawa amal
saleh,seperti halnya orang mati dalam perang di jalan Allah.Bukan hanya orang
yang gugur dalam peperangan di jalan Allah yang dikatakan hidup di akhirat
tetapi semua manusia yang telah mati adalah hidup di alam akhirat,tetapi
kebanyakan manusia tidak menyadarinya.
B.
Mati Suri
Biasa
kita mendengar ada orang yang sudah dinyatakan mati oleh dokter atau bahkan
telah dikuburkan beberapa waktu akhirnya hidup kembali bergabung dengan
keluarga dan masih hidup beberapa waktu,apakah orang seperti termasuk orang
yang sudah mati dan dikembalikan ke dunia karena mendapat tambahan umur atau
memang belum benar-benar mati ?.
Sudah
dijelaskan sebelumnya bahwa seseorang dikatakan benar-benar mati bilamana telah
mengalami empat proses,yaitu pencabutan nyawa oleh malaikat/sakratul maut;roh
dibawa ke atas untuk dilapor kepada Tuhannya;roh mengalami pertanyaan di alam
kubur dan roh telah mendapat tempat kediaman di alam kubur.
Telah
dijelaskan pula bahwa seorang yang telah sampai ajal kematiannya berarti telah
habis jatah hidupnya di dunia,dan Allah telah menyatakan bahwa tidak
diperpanjang umur orang yang berumur panjang dan tidak pula diperpendek umur
orang yang berumur pendek, jadi hidup kita di dunia ini sesuai dengan ukuran
yang telah ditetapkan Allah,kalau telah habis maka tidak ada yang bisa
menambahnya dan tidak ada yang bisa menguranginya, semuanya berjalan sesuai
dengan ketetapan Allah.Dan orang yang telah mengalami kematian yang
sesungguhnya maka mustahil bisa kembali lagi ke dunia dengan alasan apapun (QS.
Al Mu’minuun:100).
Jadi
bila kita simak ayat-ayat Allah tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa
tidak ada orang yang mati bisa hidup kembali dan kalaupun ada yang mengalaminya
maka itu bukan mati yang sesungguhnya karena terbukti umurnya masih ada dan
tidak mungkin Malaikat akan keliru atau salah mencabut nyawa orang yang belum
habis masa hidupnya sehingga mengembalikannya kembali ke dunia.Orang mati yang
hidup kembali dalam pandangan penulis bukanlah orang mati yang sesungguhnya
dengan beberapa alasan:
1.
Orang mati yang
sesungguhnya adalah yang telah habis masa hidupnya dan tidak ada penambahan
umur,jadi kalau seseorang itu hidup kembali berarti umurnya masih ada dan tidak
akan mati seseorang kalau masih ada umurnya.
2.
Roh orang mati telah
terkunci di alam kubur yang tidak mungkin lagi bisa kembali ke dunia,jadi kalau
masih ada orang yang hidup kembali berarti rohnya itu tidak sampai melewati
alam kubur,melainkan masih ada di alam dunia di dalam kekuasaan Allah.Wallahu
a’lam.
3.
Malaikat maut tidak
akan mencabut roh manusia yang belum sampai ajalnya dan tidak pernah lalai
maupun keliru mencabut nyawa.Jadi kalau ada yang mati dan hidup kembali menurut
pemikiran penulis bukan dicabut oleh Malaikat Maut melainkan terjadi atas
kekuasaan Allah untuk menunjutkan kekuasaan-Nya kepada manusia,untuk memberikan
bukti bahwa Allahlah yang berkuasa mematikan dan menghidupkan manusia,atau
mungkin karena masalah kejiawaan orang tersebut.Kalau ada orang yang mati
melihat dirinya seakan-akan telah berada di alam kubur,maka itu bukanlah alam
kubur yang sesungguhnya melainkan gambaran yang diberikan Allah sebagimana
Allah memberikan kita mimpi-mimpi mendatangi tempat yang belum pernah
didatangi.
Dalam Al Quran terdapat kisah tentang orang mati yang hidup
kembali,yaitu kisah tujuh pemuda yang bersembunyi di gua yang disebut Ashabul
Kahfi,yang dimatikan Allah selama lebih 100 tahun lalu dihidupkan
kembali,tetapi itu bukanlah mati yang sesungguhnya melainkan tidur yang
panjang.
“(Ingatlah)
tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka
berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan
sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Maka Kami tutup telinga mereka beberapa
tahun dalam gua
itu"(QS. Al Kahfi:10).
“Dan
kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan
mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya
di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan
berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan
dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.”(QS. Al Kahfi:18).
“Dan
demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka
sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu
berada (disini?)." Mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau
setengah hari." Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih
mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di
antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah
dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan
itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali
menceritakan halmu kepada seorangpun.”(QS. Al Kahfi:19).
Kalau ada orang yang sudah dinyatakan
mati dan hidup kembali maka mungkin lebih tepat kalau kita sebut sebagai orang
yang mati suri.Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, disebutkan bahwa mati suri adalah keadaan saat usaha-usaha untuk menghidupkan
kembali dilakukan sebelum seseorang menjadi hidup kembali. Pernapasan, detak
jantung, dan fungsi spontan lainnya mungkin masih terjadi, tapi mereka hanya
dapat dideteksi oleh sarana artifisial. Dengan alasan tertentu, adakalanya
seorang dokter melakukan upaya untuk mencoba membuat
jantung seseorang yang telah dianggap meninggal dunia kembali berdetak sehingga
orang tersebut bisa dinyatakan hidup kembali. Keadaan tubuh seseorang yang
mengalami mati suri secara klinis sama seperti orang meninggal.
Bagaimana kalau orang yang mati itu sudah dikuburkan berbulan
atau bertahun dan hidup kembali,yaitu bisa saja terjadi sebagai mati suri bila
Allah menghendaki.Sedangkan mati sungguhan lagi kalau Allah berkehendak
mengembalikannya ke dunia itu tidak bisa didustakan dan bisa terjadi,karena Allah
berkuasa berbuat sesuai kehendak-Nya dan berkuasa atas segala sesuai,Cuma
penulis berpandangan berdasarkan dalil QS Al Mu’minuun:100 bahwa manusia tidak
mungkin bisa kembali ke dunia sampai datangnya kiamat.
Fakta
Ilmah.Com mengartikan bahwa Mati suri sendiri dapat didefinisikan sebagai ingatan
yang dilaporkan dari seluruh kesan yang didapatkan seseorang dalam kondisi
sadar khusus, termasuk sejumlah unsur khususnya seperti keluar dari jasad,
perasaan damai, melihat lorong, melihat cahaya, bertemu keluarga yang telah
wafat atau sebuah peninjauan ulang pengalaman semasa hidup. Kondisi ini terjadi
pada saat-saat seseorang menjelang kondisi mati.
Tidak ada
satupun pengalaman yang sama dirasakan oleh semua orang yang selamat dari mati
suri. Akibatnya sulit untuk melihat adanya nilai objektif dari laporan
penderita mati suri. Walau begitu, dapat saja mati suri sebenarnya beberapa
jenis pengalaman berbeda yang faktornya belum ditemukan, bukannya satu jenis
pengalaman saja yang kita namakan NDE. Sebagian pengalaman, seperti pengalaman
mistik, melihat cahaya di ujung terowongan, peninjauan ulang masa hidup dan
keluar dari jasad, merupakan pengalaman yang paling menarik minat parapsikolog.
Yang paling sering dipakai adalah pengalaman keluar dari jasad, yang dipakai
sebagai bukti adanya roh dan kelangsungan hidup setelah mati.
Banyak
dilaporkan menjadi penyebab mati suri, seperti kemacetan jantung (mati klinis),
shock pasca pendarahan besar, cedera otak traumatik atau haemorrhage intra
cerebral (pendarahan di dalam otak), nyaris tenggelam (asphyxia), namun juga
dalam penyakit serius yang tidak seketika mengancam jiwa. Pengalaman yang
serupa dengan mati suri dapat juga terjadi saat fase terminal suatu penyakit
yang disebut visi kematian. Pengalaman serupa seperti pengalaman takut mati
juga dilaporkan setelah situasi dimana kematian sudah pasti akan terjadi
seperti saat mengalami kecelakaan lalu lintas atau pendakian gunung.
Mati suri
bersifat transformasional. Artinya ia mampu mengubah seluruh pandangan hidup
seseorang, dan juga bahkan menghilangkan rasa takut mati pada diri seseorang.
Kondisi mati suri sebenarnya sering terjadi, dan dipandang sebagai suatu yang
misterius bagi banyak dokter. Mereka sering kali mengabaikan laporan pengalaman
atau medis bila sang pasien berhasil selamat dari kematian.
Hawson,menjelaskan Rata-rata Mati
Suri memiliki ciri-ciri umum tertentu, tapi ada juga yang memiliki pola
berbeda. Seperti dikutip dari Howstuffworks, ada beberapa ciri umum ketika
seseorang mati suri, yaitu:
- Perasaan ketenangan, perasaan ini kemungkinan meliputi kedamaian, penerimaan kematian, emosional dan kenyamaan fisik.
- Intensitas murni cahaya terang yang tidak menyakitkan, intensitas cahaya ini terkadang memenuhi ruangan tapi ada juga seseorang hanya melihat cahaya yang berasal dari surga atau Tuhan.
- Pengalaman keluar dari tubuh (out-of-body experience/OBE), orang merasa telah meninggalkan tubuhnya dan bisa melihat dokter yang bekerja padanya.
- Memasuki alam atau dimensi lain, hal ini biasanya tergantung dari keyakinan dan pengalamannya.
- Berjalan di terowongan, banyak orang yang mati suri menemukan dirinya berada di terowongan dengan cahaya di ujung dan bertemu dengan makhluk roh lainnya.
- Dapat komunikasi dengan roh, sebelum mati suri berakhir banyak orang yang melaporkan dapat berkomunikasi dengan roh lain dan diperintahkan untuk kembali ke tubuhnya.
Kejadian mati suri dapat dijelaskan
secara ilmiah dan juga secara spiritual.
Secara spiritual seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai tubuhnya. Ketika seseorang mendekati kematian maka jiwanya meninggalkan tubuh, dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan sebelumnya. Jiwa berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya diwakili oleh penglihatan berada dalam terowongan dengan adanya cahaya di ujung terowongan.
Secara spiritual seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai tubuhnya. Ketika seseorang mendekati kematian maka jiwanya meninggalkan tubuh, dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan sebelumnya. Jiwa berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya diwakili oleh penglihatan berada dalam terowongan dengan adanya cahaya di ujung terowongan.
Secara
ilmiah proses mati suri dikatakan sangat kompleks, subjektif dan emosional.
Mekanisme di balik beberapa pengalaman ini adalah cara otak memproses informasi
sensorik.Apa yang seseorang lihat di sekelilingnya hanyalah jumlah dari semua
informasi sensorik yang diterima otak pada saat tertentu. Jika seseorang
membayangkan sesuatu saat inderanya tidak berfungsi dengan baik, maka otak akan
menerima informasi yang salah.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh obat-obatan
atau beberapa bentuk trauma yang menyebabkan otak orang tersebut menutup.
Beberapa ahli berteori bahwa gangguan saraf atau kelebihan beban informasi yang
dikirim ke korteks visual otak, menciptakan gambaran cahaya terang yang
berangsur-angsur menjadi lebih besar. Otak dapat menafsirkan hal ini sebagai
bergerak di terowongan gelap.
Selama mengalami mati suri, tubuh rawan mengalami
kerusakan karena otak menafsirkan informasi yang salah. Kombinasi antara efek
trauma dan kekurangan oksigen di dalam otak memunculkan pengalaman melayang ke
angkasa dan menatap tubuh Anda sendiri. Sensasi damai yang dirasakan dipicu
oleh meningkatnya kadar endorfin yang diproduksi oleh otak selama trauma.Salah
input sensoris yang diterima, ditambah dengan kekurangan oksigen dan endrofin
akan menciptakan sebuah pengalaman surealisme meskipun realistis. Selain itu
neurotransmitter di otak yang menutup akan menciptakan ilusi yang indah bagi
semua orang yang dekat dengan kematian.
Berdasarkan keterangan-keterangan di atas penulis
berpandangan bahwa mati suri bukanlah mati yang sesungguhnya.Berikut penulis
menyampaikan beberapa kisah tentang orang-orang yang telah mengalami mati suri
atau telah mati tapi hidup kembali:
Azlina
alias Iin (23 tahun) seorang gadis berusia 25 tahun mengalami mati suri
selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama
Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, ia diperlihatkan berbagai
kejadian alam barzah dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut amal
dan perbuatan manusia selama di dunia.
Menurut
penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam Effendi, sejak tiga tahun lalu
ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya
itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam Effendi berobat ke rumah
sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan
kesehatan, dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan,
karena waktu itu tekanan darah tinggi.
Menurut
pengakuan Azlina, dia melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu,
nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. "Rasanya sangat sakit,
kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak," tuturnya.Setelah roh
berpisah dengan jasad, dia menyaksikan orang-orang yang masih hidup dan
jasadnya terbaring di tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke
suatu tempat. Azlina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya yang
sudah lama meninggal, bernama Hasan Basri. "Wahai ayahku bisakah aku
bertemu denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah," ucapnya. Memang di tempat
itu Azlina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 tahun dengan wajah
bersinar dan berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Azlina tetap
ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian, kedua malaikat memperkenalkan
bahwa pria muda tersebut adalah ayahnya.
Tentunya
dia tidak menyangka karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55 tahun.
Kemudian sang ayah bertanya kepada Azlina, maksud kedatangannya. Dia menjawab
kedatangannya semata-mata memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh
Azlina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di dunia. Namun Azlina menjawab
bahwa dirinya ke sini, memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut
rukun Islam satu persatu.
Setelah
berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi membawa Azlina ke suatu tempat yang
dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami dan
dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah tersebut. Tidak hanya itu,
Azlina juga bertemu dengan 1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya
sama. Di tempat itu, Azlina duduk di kursi yang sangat empuk. Bila di dunia
empuk kursi tersebut seakan dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba
sosok wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia bertanya kepada
sosok wanita tersebut. "Saya adalah roh dan amal ibadah mu selama di
dunia," kata wanita tersebut.
Kemudian
Azlina ditemani amalnya (sosok wanita, red) dan dua malaikat menyaksikan
beberapa kejadian di akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian
compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk. Tangan dan kaki dirantai
sementara di atasnya memikul besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Azlina
bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa hidupnya suka membunuh
dan menyantet (teluh) orang. Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang
disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan dagingnya mengelupas dari
badan. Ternyata orang tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan menjelang
ajal menjemput pun tak pernah menyebut syahadat.
Azlina
juga melihat, dua pria saling membunuh dengan kapak. Menurut keterangan
amalnya, rupanya orang tersebut suka menodong dan memeras orang lain. Kemudian
gambaran, seorang ustad yang dihantam dengan lahar panas yang mendidih. Kembali
Azlina bertanya. Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri orang
lain.
Kejadian
berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang
tersebut suka membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama di dunia.
Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan berkali-kali ke lantai. Di
lantai tersebut terdapat pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya,
hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama hidupnya wanita tersebut
merupakan anak durhaka, yang tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu
kepada orang lain.
Menurut
Azlina, setelah dirinya diperlihatkan dengan kejadian dan gambaran manusia, ia
kemudian dibawa melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking gelapnya, dia
tidak bisa melihat amalnya dan dua malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya
berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian sang amal
menyuruhnya untuk cepat menangkap suara tersebut. Tapi Azlina tidak bisa menangkap.
Tiba-tiba waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah dipegang
ternyata rantai tersebut berupa tasbih sebanyak 99 butir. Terdengar suara yang
memerintahkan Azlina untuk berzikir selama dalam perjalanan.
Dia
berjalan lagi sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10 jam waktu
di dunia. Ketika sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai
tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat
cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan membaca tulisan Arab,
berbunyi 'Husnul Khotimah'. Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka'bah.
Ketika melihat tulisan dan gambar Ka'bah seketika, dia dan amalnya tersenyum
seraya mengucapkan Alhamdulillah.
Azlina
mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian disapukan ke mukanya. Ketika
malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang.Setelah berjalan sekian
jauh, dia mendengarkan suara azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia,
namun bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu untuk menunaikan
sholat. Setelah mengerjakan sholat, roh Azlina hijrah ke tempat lain dengan
perjalanan 40 hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi di
Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di
makam Nabi ada pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi
makan fakir miskin. Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali diperlihatkan
kejadian menakjubkan.
Tiba-tiba
cahaya 'Husnul Hotimah' yang ada di tangannya lepas, kemudian mengeluarkan api
yang menerangi seluruh ruangan sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu
dari balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah ganteng menyerupai
malaikat, kulit langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam.
"Raut muka seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan kepalanya.
Tapi saya yakin sosok manusia tersebut adalah Nabi Muhammad," katanya.
Melihat
peristiwa itu, lantas Azlina bertanya kepada malaikat dan amalnya. "Kenapa
cahaya tersebut menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat. Dan kenapa
wajah Nabi bercahaya?" Dijawab bahwa Anda adalah orang yang mendapat
syafaat dan hidayah dari Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena
selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan. Perjalanan tidak di
situ saja, Azlina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang.
Rupanya
ketika dalam perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat manusia
sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta
dan berdoa minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan lagi dengan
siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta dihidupkan kembali agar bisa
bertaubat. "Jarak Azlina dengan mereka hanya lima meter, namun tak bias
memberikan pertolongan," ujarnya.
Selama melihat kejadian itu, Azlina membaca Al Quran 30 juz,
Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian membaca surat Yasin sebanyak 1000
kali dan shalawat kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Azlina berlari
sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang sampai Marauke seraya menangis
melihat kejadian tersebut. Azlina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi
pada dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta oleh malaikat untuk
berzikir. Lamanya zikir yang dilakukan Azlina selama dua abad dan dua
pertukaran zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada tanggal 31
Desember. Selesai berzikir, Azlina mendengar suara yang seperti ditujukan
kepadanya. "Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan. Sampaikan kepada
umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan. Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku."
C.
Hidup Kembali dalam Tipu Daya Setan
Telah
berkembang pula dalam masyarakat Islam tentang adanya orang (pemilik ilmu
tarekat) yang telah dikuburkan hidup kembali.Beberapa orang yang telah
memberikan kesaksian tentang adanya orang yang telah dikuburkan dan hidup
kembali di kampung lain.Seperti yang terjadi di sebuah kampung menjelang dan
setelah penguburan seorang pemuda yang berusia 25 tahun,adlah anak sekorang
dukun yang juga sebagai guru ilmu batin (tarekat).Saat mayatnya hendak dishalati
tiba-tiba masuklah ke dalam rumah cahaya seperti lampu yang menerangi ruangan
dan cahaya itupun meninggalkan rumah ketika mayat usai dishalati dan dibawa ke
pekuburan.Malamnya,ada warga yang mengaku melihat cahaya di kuburannya yang
menjulang tinggi sampai menembus langit.Beberapa hari kemudian berdatanganlah
orang-orang sekampungnya yang mencari rezki di kampung lain mengaku telah
bertemu dan berbicara langsung dengannya.Bahkan beberapa warga kampung lain,yang
merupakan murid-murid perguruan tarekat orang tuanya mengaku sempat berpelukan
dengannya.
Ada pula
kasus yang melihat seseorang yang telah mati akibat kecelakaan lalu lintas lalu
lalang saat malam acara ta’ziatnya.Beberapa warga pelayat melihatnya.Ada pula
kasus yang melihat orang tuanya datang ke rumahnya,dan kasus lainnya yang sama.
Yang
mencurigakan dari kasus seperti di atas,adalah kalau memang orang mati bisa
hidup kembali mengapa hanya bisa ditemui satu kali ?,mengapa tidak mau bertemu
dengan sahabat dan keluarga dekatnya ? atau mengapa tidak berkunjung ke kampungnya
untuk menemui keluarga dan tetangga-tetangganya ? dan mengapa tidak ada kabar
beritanya di rumah rumahnya sekarang orang mati yang hidup kembali itu ?.
Kasus di
atas bagi penulis hanyalah tipu daya setan agar para pengikut tarikat yang
diajarkan oleh orang tua pemuda itu atau guru tarikat lainnya, semakin yakin
kebenaran berita bahwa para pengikut tarikat itu dijamin keselamatannya di
akhirat dan bisa hdup kembali di muka bumi semaunya,atau agar orang yang lain
tertarik untuk menuntut ilmu tersebut,antara lain sahadat batin hanya sebuah
bunyi kedutan di leher,shalat batin yang hanya sebuah bunyi di dalam dada.Bila
seseorang telah memiliki ilmu tersebut maka tidak perlu lagi melaksanakan
syariat-syariat Allah seperti shalat 5 waktu,berpuasa di bulan Ramadhan dan
sebagainya karena mereka telah mencapai tingkat ma’rifat dan orang yang sudah
mencapat ma’rifat tidak butuh lagi amalan syariat,dia sudah dekat dengan
Allah,dia adalah kekasih Allah dan telah dijamin masuk surge sehingga apapun
keinginannya terhadap Allah maka dengan shalat batin itu pasti terpenuhi termasuk
kalau masih mau hidup kembali di dunia dan orang seperti ini mayatnya di kubur
akan lenyap,yang menurut penulis bahwa lenyap karena ulah setan yang mencurinya
saat kita menggali kubur itu lalu menyimpannya di tempat lain atau di dalam
hutan.
Berbeda
dengan kasus mati suri yang telah diceritakan di atas bahwa mereka yang mati
suri itu memang benar-benar hidup kembali dan bergabung dengan keluarga,walau
sebenarnya bukanlah mati sungguhan atau kisah pemuda yang bersembunyi di gua
(Ashabul Kahfi) yang dimatikan Allah selama lebih 300 tahun dan dihidupkan
kembali.Mereka itu hidup karena kehendak Allah bukan karena adanya ilmu-ilmu
rahasia yang dimilikinya.
Jadi kalau ada orang yang kita lihat padahal orang itu telah mati atau
dikuburkan maka jangan dipercaya karena itu hanyalah tipu daya setan yang
menyamar sebagai orang yang telah mati itu,kecuali kalau:
1.
Dekati
dan baca ayat-ayat Allah pengusir setan maka dia pasti lenyap karena tidak
tahan pada ayat-ayat Allah,dan kalau tidak lenyap maka lakukan langkah kedua,
2.
Tanya
di mana rumahnya,dan kalau ditujukkan maka ajaklah dia ke rumahnya lalu
tidurlah di rumahnya,tetapi hati-hati karena mungkin kamu akan mendapati diri
tidur dikuburan,tetapi kalau tidak maka ajak pulang ke rumahnya.
3.
Kalau
ternyata mau pulang kerumahnya dan masih masuh tinggal bersama keluarganya maka
cek kuburan,masih adakah jazadnya atau sudah terbongkar ?.Kuburannya utuh
berarti itu hanya setan,tetapi kalau kuburannya telah terbongkar maka ada
kemungkinan hidup kembali,tetapi belum bisa dipercaya karena mengapa waktu
keluar dari kuburannya tidak langsung pulang ke rumahnya melainkan pergi ke
kampung lain.
Yang pasti dengan ilmu apapun tidak
ada orang yang telah mati sungguhan hidup kembali karena bertentangan aturan
Allah bahwa roh orang mati telah terkunci di alam kubur dan telah dibatasi oleh
dinding sampai hari kiamat (QS.Al Mu’minuun:100).
D.
Mati dalam tidur
Peristiwa orang yang mati dalam tidur,atau yang orang Makassar
menyebutnya “Sambung Tinro” banyak kita dengan dalam kehidupan
masyarakan,yaitu seseorang yang tidak sakit tiba-tiba tidak bangun dalam
tidurnya dan setelah diperiksa ternyata telah mati.Kematian seperti ini adalah
hal yang wajar karena begitulah takdirnya bahwa akan mati dalam kondisi seperti
itu.Cuma kadang kematian itu ada penyebabnya,entah karena gagal jantung,atau
karena dibunuh.
Kalau seseorang memiliki riwayat penyakit jantung,maka mungkin saja
sebelum tidurnya dia melihat sesuatu yang mengagetkan atau menakutkan sampai
membuatnya jantung berdebar diluar kewajaran akhirnya mati tanpa ada yang
melihatnya.Siapa yang mengagetkannya mungkin saja binatang atau mungkin setan
yang datang mungganggu.Atau mungkin juga ketika tidurnya dia sedang diganggu
atau hendak dibunuh oleh setan dari bangsa jin namun karena lemah dan tidak ada
yang berusaha menolongnya akhirnya dia dibunuh sebelum bangun dari tidur,tapi
itu terjadi atas kehendak Allah karena ajalnya telah sampai.
Mengenai orang yang bermimpi bertemu dengan orang-orang yang telah
mati,maka yang ditemani bertemu itu bukanlah roh orang yang telah mati
itu,melainkan gambaran yang diberikan Allah atau yang diberikan setan.Bila yang
kita lihat menyampaikan sesuatu yang berupa petunjuk kepada kebenaran maka itu
adalah gambaran dari Allah sebagai petunjuk bagi manusia,contoh melihat bertemu
ayahnya yang sudah mati,lalu ayahnya itu menasehatnya untuk shalat dan
meninggalkan kemaksiatan,maka itu adalah petunjuk dari Allah melalui gambar
orang tuanya.Dikecualikan bila memimpikan nabi Muhammad SAW maka menurut
ketarangan sebuah hadis bahwa yang dilihat di mimpi itu benar-benar Nabi
Muhammad karena setan tidak bisa meniru wajah Nabi Muhammad,tetapi itupun perlu
waspada,jangan sampai setan menyamar sebagai orang lain tetapi mengaku sebagai
Nabi Muhammad.mengaku sebagai Allah saja setan bisa melakukannya apalagi kalau
hanya mengaku sebagai nabi.
Tetapi manakala bermimpi bertemu dengan ayah yang telah mati dan
menasehati kita agar tetap setia pada ajaran nenek moyang seperti menegakkan tradisi
penghormatan kepada benda-benda pusaka,mempersembahkan sesajen kepada kuburan
atau tempat keramat,maka itulah petunjuk setan melalui gambar orang tua.
Sesungguhnya mimpi itu terjadi di dalam otak/jiwa manusia,jadi roh kita
tidak kemana-mana,melainkan berkelana di alam ketidaksadaran dalam jiwa
kita,yang kita lihatpun bukan roh orang mati yang masuk ke otak melainkan
gambar-gambar yang tercipta di dalam otak dan gambar-gambar itu bergerak
seperti halnya gambar-gambar manusia di dalam TV yang bukan berarti manusianya
yang masuk ke dalam TV.
Mimpi erat hubungannya dengan syaraf-syaraf otak.Kalau syaraf-syaraf otak
kita sehat maka tidurpun enak dan mimpipun enak,tetapi kalau syaraf-syaraf otak
terganggu,seperti stress,trauma atau depresi maka tidur pasti terganggu dan
diwarnai dengan mimpi-mimpi buruk. Oleh karena itu,orang yang suka bermimpi
bertemu dengan orang yang telah mati maka bukan berarti orang itu sudah akan
mati,walau memang ada mimpi yang memberikan alamat seperti itu seperti mimpi
Usman bin Affan yang bertemu dengan Nabi Muhammad dan mengajaknya makan bersama
dan diartikan oleh Usaman bin Affan bahwa telah mendekat kematiannya,maka pada
hari kematiannya beliaupun berpuasa dan terus menerus membaca Al Quran dan pada
saat membaca Al Quran itulah datanglah seseorang yang menebas kepalanya.
Langganan:
Postingan (Atom)



