Minggu, 03 Mei 2015

17.PENOMENA ORANG MATI HIDUP KEMBALI



Berkembang cerita dalam masyarakat bahwa orang mati bisa hidup kembali,entah orang itu belum dikuburkan atau yang telah dikuburkan,bahkan di antara masyarakat ada yang berusaha menuntut dan mengamalkan ilmu yang dapat membuatnya hidup kembali setelah dikuburkan.Benarkan ada orang mati yang bisa hidup kembali ?
A.    Mati atau Hidup Selamanya
Beberapa ayat dalam Al Quran menyatakan bahwa setiap makhluk yang bernyawa (termasuk manusia) akan mengalami kematian,yaitu perpisahan antara roh dengan jazadnya. Dan kematian itu telah ditentukan waktunya,yang bila telah datang waktunya maka tidak seorang pun yang dapat memajukannya atau mengundurkannya barang sesaatpun. "Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Kematian itu akan datang secara tiba-tiba yang tidak seorangpun mengetahui kapan dan di mana datangnya kematian itu,sebagaimana Firman Allah:"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS, Luqman 31:34)
Ketika terjadi kematian maka manusia akan mengalami berbagai proses menuju alam kubur,yaitu:
1.      Proses pencabutan roh oleh Malaikat Maut karena seseorang telah sampai ajalnya. Pada proses pencabutan nyawa ini orang yang akan mati mengalami sakratul maut.
Dalam Al Quran Allah menggambarkan keadaan orang yang beriman saat mengalami sakratul maut,yaitu: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl : 30-32)
 Sedangkan orang yang zalim atau banyak dosa digambarkan sebagai berikut:
"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya." (QS Al-An’am :93)
"(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu." (QS, An-Nahl : 28-29)
Salman Al-Farisi meriwayatkan hadis Nabi SAW yang artinya:"Perhatikanlah tiga hal kepada orang yang sudah hampir mati itu. Pertama: berkeringat pada pelipis pipinya; kedua: berlinang air matanya dan ketiga: lubang hidungnya kembang kempis. "Sedangkan jika ia mengeruh seperti tercekik, air mukanya nampak gelap dan keruh, dan mulutnya berbuih, menandakan bahwa azab Allah sedang menimpa dia." (HR. Hakim dan at-Tarmizi)
Kematian 'mengundang' manusia secara perlahan-lahan atau bertahap mulai dari jasad, ujung kaki kemudian ke paha.Untuk orang kafir, ketika nyawanya hendak dicabut Izrail, wajahnya akan menjadi gelap dan keruh dan dia mengeruh seperti binatang yang disembelih.Itu pula tanda azab yang diterimanya karena dosa dan kekafiran mereka.
Al-Qamah bin Abdullah meriwayatkan hadis Rasulullah saw yang artinya:
"Bahwa ruh orang mukmin akan ditarik oleh Izrail dari jasadnya dengan perlahan-lahan dan halus, sementara roh orang kafir akan direntap dengan kasar oleh malaikat maut bagaikan mencabut nyawa seekor khimar."
Rasulullah s.a.w bersabda:"Bila telah sampai ajal seseorang maka akan masuklah satu kelompok malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam tubuh dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut."Setelah itu datang pula sekelompok malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudian mereka keluar. Datang lagi satu kelompok malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudian mereka keluar."Dan akhirnya datang lagi satu kelompok malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke tenggorokan dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu."
2.      Roh Manusia dibawa ke langit untuk dilapor kepada Tuhannya,sambutan Allah terhadap roh manusia berbeda-beda tergantung pada kondisi amal yang dibawa oleh roh tersebut, sebagaimana hadis Nabi SAW:
“Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk di sebelah kepalanya dengan mengatakan,”Wahai jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keredhoan-Nya.’ Beliau saw bersabda,’Maka keluarlah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang minum maka dia (malaikat maut) pun mengambilnya. Dan tatkala dia mengambilnya maka para malaikat (yang lain) tidaklah membiarkannya berada ditangannya walau hanya sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya diatas kafan yang terdapat wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat wangi permukaan bumi.Mereka kemudian naik (ke langit) dengan membawa (ruh) orang itu dan tidaklah mereka melewati para malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh yang baik siapa ini?’ Mereka menjawab,’Fulan bin Fulan, dengan menyebutkan nama terbaik yang dimilikinya di dunia’ sehingga mereka berhenti di langit dunia. Mereka pun meminta agar dibukakan (pintu) baginya maka dibukalah (pintu itu) bagi mereka dan mereka berpindahlah ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh dan Allah mengatakan,’Tulislah kitab hamba-Ku ini di ‘illiyyin dan kembalikanlah ke bumi, sesungghnya darinyalah Aku ciptakan mereka dan kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku mengeluarkan mereka sekali lagi.”(HR. Ahmad)
 Sedangkan roh yang buruk digambarkan sebaga berikut:
“Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia akan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit yang berwajah hitam dengan membawa kain dan merekapun duduk disisinya sejauh mata memandang kemudian datang malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya dengan mengatakan,’Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju amarah dan murka Allah.
      Beliau saw bersabda,’maka dipisahkanlah ruh dari jasadnya seperti duri yang dicabut dari kain yang basah kemudian malaikat (maut) pun mengambilnya dan tatkala malaikat maut mengambilnya maka mereka (malaikat lain) tidaklah membiarkannya berada di tangannya walau sesaat sehingga meletakkannya dikain itu dan dibawanya dengan bau bangkai busuk yang meyebar di permukaan bumi. Mereka pun membawanya dan tidaklah mereka melintasi malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh buruk milik siapa ini?’ mereka menjawa,’Fulan bin Fulan dengan menyebutkan nama yang paling buruknya di dunia.          Kemudian mereka sampai di langit dunia dan meminta untuk dibukakan (pintu) baginya maka tidaklah dibukakan baginya kemudian Rasulullah saw membaca firman-Nya,”Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lobang jarum.” Kemudian Allah berkata,’Tulislah kitabnya di sijjin di bumi yang paling rendah maka ruhnya dilemparkan dengan satu lemparan. Kemudian beliau SAW membaca,”Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh.” (HR.Ahmad)
3.      Roh disatukan kembali dengan jazadnya di dalam kubur untuk menghadap pertanyaan Mungkar dan Nakir,yang keadaannya juga berbeda-beda tergantung dari kondisi amal yang dibawa oleh roh tersebut,sebagaimana Sabda Nabi SAW:
“Dan ruh itu pun dikembalikan ke jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat yang mendudukannya dan bertanya kepadanya,’Siapa Tuhanmu?’ dia pun menjawab,’Tuhanku Allah.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa agamamu?’ dia menjawab,’Agamaku Islam.’ Keduanya bertanya,’Siapa lelaki yang diutus kepada kalian ini?’ dia menjawab,’Dia adalah Rasulullah saw.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa ilmumu?’ dia menjawab,’Aku membaca Al Qur’an, Kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya.Terdengarlah suara yang memanggil dari langit,’Karena kebenaran hamba-Ku maka hamparkanlah (suatu hamparan) dari surga, pakaikanlah dengan pakaian dari surga, bukakanlah baginya sebuah pintu menuju surga.’ Beliau saw bersabda,’maka terciumlah wanginya serta dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.’ Beliau bersabda,’Datanglah seorang laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan baunya yang wangi mengatakan,’Bahagialah engkau di hari yang engkau telah dijanjikan.’ Orang (yang beriman) itu mengatakan,’Siapa angkau? Wajahmu penuh dengan kebaikan’ dia menjawab,’Aku adalah amal shalehmu.’ Orang itu mengatakan,’Wahai Allah, segerakanlah kiamat sehingga aku kembali kepada keluarga dan hartaku.
”(HR.Ahmad)
“Ruhnya pun dikembalikan ke jasadnya dan datanglah dua malaikat mendudukannya seraya bertanya,”Siapa Tuhanmu?’ maka dia menjawab,’a..a… aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya.’Apa agamamu?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya,’Siapa laki-laki yang diutus kepadamu ini?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Maka terdengar seruan dari langit.’ Karena pendustaan (nya) maka hamparkanlah (suatu hamparann) dari neraka dan bukakan baginya suatu pintu munuju neraka dan terasalah panas serta angin panasnya bagi orang itu dan dia pun dihimpit oleh kuburnya sehingga hancur tulang-tulangnya.Datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk dengan pakaian yang bau busuk dan mengatakan,”Bergembiralah kamu dihari yang buruk bagimu yang telah dijanjikan ini.’ Orang itu berkata,’Siapa kamu dengan wajahmu yang penuh dengan kajahatan.’ Dia menjawab,’Aku adalah amal burukmu.’ Orang itu pun berkata,’Wahai Allah janganlah engkau adakan kiamat.” (HR. Ahmad).
4.      Roh manusia lalu dibawa ke tempat kediamannya masing-masing untuk menunggu datangnya kiamat.Tempat kediamannyapun berbeda-beda sesuai dengan kondisi amal yang dibawa roh tersebut.
Syeikh Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar menjelaskan posisi roh setelah terpisah dari jasad (dalam buku Al-Yaumul Akhir, hlm. 102), dengan rincian sebagai berikut:
a). Roh para nabi.Roh mereka berada di tempat tertinggi, bersama para malaikat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada detik-detik wafatnya, mengatakan, “Ar-Rafiiqul a’la (kumpulkanlah aku bersama sahabat terbaik yang berada di atas).”
b). Roh para syuhada.Roh mereka berada di tembolok burung-burung hijau di surga. Burung ini memiliki sarang yang menggantung di bawah ‘Arsy, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat muslim.
c). Roh orang mukmin yang saleh.Roh mereka berada di tembolok burung (bukan burung berwarna hijau) yang bergelantungan di pohon-pohon surga, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad yang dinilai sahih oleh Al-Albani.
d). Roh ahli maksiat (orang yang gemar bermaksiat).Roh mereka berada di tempat mereka mendapat siksaan.– Roh pezina berada di suatu lubang seperti tanur; bagian atasnya sempit, dan bagian bawahnya longgar. Dari bawah tanur ini dinyalakan api,kemudian mereka berlomba-lomba berebut naik ke atas.– Roh orang yang makan hasil riba berada di sungai darah; dia berenang, berusaha menepi. Ketika hampir sampai ke tepi, dia dilempari batu, kemudian dia berbalik lagi ke tengah.– Roh tukang bohong akan digantung, kemudian mulutnya dirobek sampai ke tengkuk.Semua ini disebutkan dalam hadis sahih yang diriwayatkan Bukhari.
e). Roh orang kafir.Roh mereka disiksa di alam kubur, dengan siksaan yang pedih. Dia dipukul dengan gadha oleh sosok makhluk yang buta lagi tuli. Andaikan gadha itu dipukulkan ke gunung, niscaya gunung tersebut akan menjadi tanah. Ini, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat An-Nasa’i.
Sayed sabiq mengatakan bahwa “Roh-roh yang menurut peraturannya harus ada di dalam tanah,sama sekali tidak dapat berkumpul dengan roh-roh yang harus berdiam di atas langit.Ini tidak berbeda dengan keadaannya sewaktu hdupnya di dunia ini.Jadi jiwa yang sewaktu hidupnya di dunia tidak berusaha untuk mengenal Tuhannya,tidak mencintai-Nya dan pula tidak pernah mengingat dan ingin mendekati-Nya atau ingin memperoleh jalan guna mengenal-Nya maka harus berada di bumi.Sebaliknya roh yang termasuk golongan atasan yang sewaktu hdup di dunia  selalu tekun dan secara terus menerus mencintai Allah,selalu berzikir,selalu berusaha mendekati-Nya maka akan berkumpul di tempat yang atas.”
Roh itu setelah berada di alam kubur akan terkunci dan dibatasi oleh dinding pemisah antara alam dunia dengan alam kubur sehingga tidak seorangpun dapat kembali kea lam dunia.Hal ini sesuai dengan Firman Allah:
 “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mukminun : 100).
Dan bagaimana dengan jazadnya.Karena jazad manusia terdiri dari daging yang bila mati akan mengalami pembengkakan dan pembusukan yang baunya mengganggu manusia maka jazad manusia dikubur dalam tanah.Tujuan penguburan jazad lainnya adalah untuk menjaga kehormatan jazad itu agar tidak diganggu oleh manusia atau makhluk lainnya.
Bilamana seseorang mengalami kematian dan melalui keempat proses tersebut di atas maka orang seperti itulah yang mengalami kematian yang sesungguhnya.Jazadnya telah mati untuk selamanya,sedangkan roh tetap hidup untuk selamanya karena roh manusia sejak ada tidak pernah mengalami kematian,melainkan selamanya hidup,sebagaimana firman Allah:
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”(QS.Al Baqarah:154).
Jadi Allah menyatakan bahwa orang-orang mengalami kematian itu sebenarnya tidak mati melainkan mengalami perpindahan tempat dari alam dunia kea lam akhirat,jadi mereka tetap hidup tapi dalam wujud yang berbeda.Pada ayat lain Allah telah menyatakan telah menjamin rezki orang-orang yang mati bila membawa amal saleh,seperti halnya orang mati dalam perang di jalan Allah.Bukan hanya orang yang gugur dalam peperangan di jalan Allah yang dikatakan hidup di akhirat tetapi semua manusia yang telah mati adalah hidup di alam akhirat,tetapi kebanyakan manusia tidak menyadarinya.
B.    Mati Suri
Biasa kita mendengar ada orang yang sudah dinyatakan mati oleh dokter atau bahkan telah dikuburkan beberapa waktu akhirnya hidup kembali bergabung dengan keluarga dan masih hidup beberapa waktu,apakah orang seperti termasuk orang yang sudah mati dan dikembalikan ke dunia karena mendapat tambahan umur atau memang belum benar-benar mati ?.
Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa seseorang dikatakan benar-benar mati bilamana telah mengalami empat proses,yaitu pencabutan nyawa oleh malaikat/sakratul maut;roh dibawa ke atas untuk dilapor kepada Tuhannya;roh mengalami pertanyaan di alam kubur dan roh telah mendapat tempat kediaman di alam kubur.
Telah dijelaskan pula bahwa seorang yang telah sampai ajal kematiannya berarti telah habis jatah hidupnya di dunia,dan Allah telah menyatakan bahwa tidak diperpanjang umur orang yang berumur panjang dan tidak pula diperpendek umur orang yang berumur pendek, jadi hidup kita di dunia ini sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan Allah,kalau telah habis maka tidak ada yang bisa menambahnya dan tidak ada yang bisa menguranginya, semuanya berjalan sesuai dengan ketetapan Allah.Dan orang yang telah mengalami kematian yang sesungguhnya maka mustahil bisa kembali lagi ke dunia dengan alasan apapun (QS. Al Mu’minuun:100).
Jadi bila kita simak ayat-ayat Allah tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa tidak ada orang yang mati bisa hidup kembali dan kalaupun ada yang mengalaminya maka itu bukan mati yang sesungguhnya karena terbukti umurnya masih ada dan tidak mungkin Malaikat akan keliru atau salah mencabut nyawa orang yang belum habis masa hidupnya sehingga mengembalikannya kembali ke dunia.Orang mati yang hidup kembali dalam pandangan penulis bukanlah orang mati yang sesungguhnya dengan beberapa alasan:
1.      Orang mati yang sesungguhnya adalah yang telah habis masa hidupnya dan tidak ada penambahan umur,jadi kalau seseorang itu hidup kembali berarti umurnya masih ada dan tidak akan mati seseorang kalau masih ada umurnya.
2.      Roh orang mati telah terkunci di alam kubur yang tidak mungkin lagi bisa kembali ke dunia,jadi kalau masih ada orang yang hidup kembali berarti rohnya itu tidak sampai melewati alam kubur,melainkan masih ada di alam dunia di dalam kekuasaan Allah.Wallahu a’lam.
3.      Malaikat maut tidak akan mencabut roh manusia yang belum sampai ajalnya dan tidak pernah lalai maupun keliru mencabut nyawa.Jadi kalau ada yang mati dan hidup kembali menurut pemikiran penulis bukan dicabut oleh Malaikat Maut melainkan terjadi atas kekuasaan Allah untuk menunjutkan kekuasaan-Nya kepada manusia,untuk memberikan bukti bahwa Allahlah yang berkuasa mematikan dan menghidupkan manusia,atau mungkin karena masalah kejiawaan orang tersebut.Kalau ada orang yang mati melihat dirinya seakan-akan telah berada di alam kubur,maka itu bukanlah alam kubur yang sesungguhnya melainkan gambaran yang diberikan Allah sebagimana Allah memberikan kita mimpi-mimpi mendatangi tempat yang belum pernah didatangi.
Dalam Al Quran terdapat kisah tentang orang mati yang hidup kembali,yaitu kisah tujuh pemuda yang bersembunyi di gua yang disebut Ashabul Kahfi,yang dimatikan Allah selama lebih 100 tahun lalu dihidupkan kembali,tetapi itu bukanlah mati yang sesungguhnya melainkan tidur yang panjang.
“(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu"(QS. Al Kahfi:10).
“Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.”(QS. Al Kahfi:18).
“Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)." Mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau setengah hari." Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.”(QS. Al Kahfi:19).
Kalau ada orang yang sudah dinyatakan mati dan hidup kembali maka mungkin lebih tepat kalau kita sebut sebagai orang yang mati suri.Dari Wikipedia bahasa Indonesia, disebutkan bahwa mati suri adalah keadaan saat usaha-usaha untuk menghidupkan kembali dilakukan sebelum seseorang menjadi hidup kembali. Pernapasan, detak jantung, dan fungsi spontan lainnya mungkin masih terjadi, tapi mereka hanya dapat dideteksi oleh sarana artifisial. Dengan alasan tertentu, adakalanya seorang dokter melakukan upaya untuk mencoba membuat jantung seseorang yang telah dianggap meninggal dunia kembali berdetak sehingga orang tersebut bisa dinyatakan hidup kembali. Keadaan tubuh seseorang yang mengalami mati suri secara klinis sama seperti orang meninggal.
Bagaimana kalau orang yang mati itu sudah dikuburkan berbulan atau bertahun dan hidup kembali,yaitu bisa saja terjadi sebagai mati suri bila Allah menghendaki.Sedangkan mati sungguhan lagi kalau Allah berkehendak mengembalikannya ke dunia itu tidak bisa didustakan dan bisa terjadi,karena Allah berkuasa berbuat sesuai kehendak-Nya dan berkuasa atas segala sesuai,Cuma penulis berpandangan berdasarkan dalil QS Al Mu’minuun:100 bahwa manusia tidak mungkin bisa kembali ke dunia sampai datangnya kiamat.
Fakta Ilmah.Com mengartikan bahwa Mati suri sendiri dapat didefinisikan sebagai ingatan yang dilaporkan dari seluruh kesan yang didapatkan seseorang dalam kondisi sadar khusus, termasuk sejumlah unsur khususnya seperti keluar dari jasad, perasaan damai, melihat lorong, melihat cahaya, bertemu keluarga yang telah wafat atau sebuah peninjauan ulang pengalaman semasa hidup. Kondisi ini terjadi pada saat-saat seseorang menjelang kondisi mati.
Tidak ada satupun pengalaman yang sama dirasakan oleh semua orang yang selamat dari mati suri. Akibatnya sulit untuk melihat adanya nilai objektif dari laporan penderita mati suri. Walau begitu, dapat saja mati suri sebenarnya beberapa jenis pengalaman berbeda yang faktornya belum ditemukan, bukannya satu jenis pengalaman saja yang kita namakan NDE. Sebagian pengalaman, seperti pengalaman mistik, melihat cahaya di ujung terowongan, peninjauan ulang masa hidup dan keluar dari jasad, merupakan pengalaman yang paling menarik minat parapsikolog. Yang paling sering dipakai adalah pengalaman keluar dari jasad, yang dipakai sebagai bukti adanya roh dan kelangsungan hidup setelah mati.
Banyak dilaporkan menjadi penyebab mati suri, seperti kemacetan jantung (mati klinis), shock pasca pendarahan besar, cedera otak traumatik atau haemorrhage intra cerebral (pendarahan di dalam otak), nyaris tenggelam (asphyxia), namun juga dalam penyakit serius yang tidak seketika mengancam jiwa. Pengalaman yang serupa dengan mati suri dapat juga terjadi saat fase terminal suatu penyakit yang disebut visi kematian. Pengalaman serupa seperti pengalaman takut mati juga dilaporkan setelah situasi dimana kematian sudah pasti akan terjadi seperti saat mengalami kecelakaan lalu lintas atau pendakian gunung.
Mati suri bersifat transformasional. Artinya ia mampu mengubah seluruh pandangan hidup seseorang, dan juga bahkan menghilangkan rasa takut mati pada diri seseorang. Kondisi mati suri sebenarnya sering terjadi, dan dipandang sebagai suatu yang misterius bagi banyak dokter. Mereka sering kali mengabaikan laporan pengalaman atau medis bila sang pasien berhasil selamat dari kematian.
Hawson,menjelaskan Rata-rata Mati Suri memiliki ciri-ciri umum tertentu, tapi ada juga yang memiliki pola berbeda. Seperti dikutip dari Howstuffworks, ada beberapa ciri umum ketika seseorang mati suri, yaitu:
  • Perasaan ketenangan, perasaan ini kemungkinan meliputi kedamaian, penerimaan kematian, emosional dan kenyamaan fisik.
  • Intensitas murni cahaya terang yang tidak menyakitkan, intensitas cahaya ini terkadang memenuhi ruangan tapi ada juga seseorang hanya melihat cahaya yang berasal dari surga atau Tuhan.
  • Pengalaman keluar dari tubuh (out-of-body experience/OBE), orang merasa telah meninggalkan tubuhnya dan bisa melihat dokter yang bekerja padanya.
  • Memasuki alam atau dimensi lain, hal ini biasanya tergantung dari keyakinan dan pengalamannya.
  • Berjalan di terowongan, banyak orang yang mati suri menemukan dirinya berada di terowongan dengan cahaya di ujung dan bertemu dengan makhluk roh lainnya.
  • Dapat komunikasi dengan roh, sebelum mati suri berakhir banyak orang yang melaporkan dapat berkomunikasi dengan roh lain dan diperintahkan untuk kembali ke tubuhnya.
Kejadian mati suri dapat dijelaskan secara ilmiah dan juga secara spiritual.
Secara spiritual seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai tubuhnya. Ketika seseorang mendekati kematian maka jiwanya meninggalkan tubuh, dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan sebelumnya. Jiwa berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya diwakili oleh penglihatan berada dalam terowongan dengan adanya cahaya di ujung terowongan.
                  Secara ilmiah proses mati suri dikatakan sangat kompleks, subjektif dan emosional. Mekanisme di balik beberapa pengalaman ini adalah cara otak memproses informasi sensorik.Apa yang seseorang lihat di sekelilingnya hanyalah jumlah dari semua informasi sensorik yang diterima otak pada saat tertentu. Jika seseorang membayangkan sesuatu saat inderanya tidak berfungsi dengan baik, maka otak akan menerima informasi yang salah.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh obat-obatan atau beberapa bentuk trauma yang menyebabkan otak orang tersebut menutup. Beberapa ahli berteori bahwa gangguan saraf atau kelebihan beban informasi yang dikirim ke korteks visual otak, menciptakan gambaran cahaya terang yang berangsur-angsur menjadi lebih besar. Otak dapat menafsirkan hal ini sebagai bergerak di terowongan gelap.
Selama mengalami mati suri, tubuh rawan mengalami kerusakan karena otak menafsirkan informasi yang salah. Kombinasi antara efek trauma dan kekurangan oksigen di dalam otak memunculkan pengalaman melayang ke angkasa dan menatap tubuh Anda sendiri. Sensasi damai yang dirasakan dipicu oleh meningkatnya kadar endorfin yang diproduksi oleh otak selama trauma.Salah input sensoris yang diterima, ditambah dengan kekurangan oksigen dan endrofin akan menciptakan sebuah pengalaman surealisme meskipun realistis. Selain itu neurotransmitter di otak yang menutup akan menciptakan ilusi yang indah bagi semua orang yang dekat dengan kematian.
Berdasarkan keterangan-keterangan di atas penulis berpandangan bahwa mati suri bukanlah mati yang sesungguhnya.Berikut penulis menyampaikan beberapa kisah tentang orang-orang yang telah mengalami mati suri atau telah mati tapi hidup kembali:
 Azlina alias Iin (23 tahun) seorang gadis berusia 25 tahun mengalami mati suri selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, ia diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut amal dan perbuatan manusia selama di dunia.
Menurut penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam Effendi, sejak tiga tahun lalu ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam Effendi berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan, karena waktu itu tekanan darah tinggi. 
Menurut pengakuan Azlina, dia melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu, nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. "Rasanya sangat sakit, kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak," tuturnya.Setelah roh berpisah dengan jasad, dia menyaksikan orang-orang yang masih hidup dan jasadnya terbaring di tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke suatu tempat. Azlina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya yang sudah lama meninggal, bernama Hasan Basri. "Wahai ayahku bisakah aku bertemu denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah," ucapnya. Memang di tempat itu Azlina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 tahun dengan wajah bersinar dan berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Azlina tetap ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian, kedua malaikat memperkenalkan bahwa pria muda tersebut adalah ayahnya. 
Tentunya dia tidak menyangka karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55 tahun. Kemudian sang ayah bertanya kepada Azlina, maksud kedatangannya. Dia menjawab kedatangannya semata-mata memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh Azlina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di dunia. Namun Azlina menjawab bahwa dirinya ke sini, memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut rukun Islam satu persatu.
Setelah berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi membawa Azlina ke suatu tempat yang dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami dan dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah tersebut. Tidak hanya itu, Azlina juga bertemu dengan 1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya sama. Di tempat itu, Azlina duduk di kursi yang sangat empuk. Bila di dunia empuk kursi tersebut seakan dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba sosok wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia bertanya kepada sosok wanita tersebut. "Saya adalah roh dan amal ibadah mu selama di dunia," kata wanita tersebut.
Kemudian Azlina ditemani amalnya (sosok wanita, red) dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk. Tangan dan kaki dirantai sementara di atasnya memikul besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Azlina bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa hidupnya suka membunuh dan menyantet (teluh) orang. Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan dagingnya mengelupas dari badan. Ternyata orang tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan menjelang ajal menjemput pun tak pernah menyebut syahadat.
Azlina juga melihat, dua pria saling membunuh dengan kapak. Menurut keterangan amalnya, rupanya orang tersebut suka menodong dan memeras orang lain. Kemudian gambaran, seorang ustad yang dihantam dengan lahar panas yang mendidih. Kembali Azlina bertanya. Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri orang lain.
Kejadian berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang tersebut suka membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama di dunia. Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan berkali-kali ke lantai. Di lantai tersebut terdapat pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya, hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama hidupnya wanita tersebut merupakan anak durhaka, yang tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu kepada orang lain.
Menurut Azlina, setelah dirinya diperlihatkan dengan kejadian dan gambaran manusia, ia kemudian dibawa melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking gelapnya, dia tidak bisa melihat amalnya dan dua malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian sang amal menyuruhnya untuk cepat menangkap suara tersebut. Tapi Azlina tidak bisa menangkap. Tiba-tiba waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah dipegang ternyata rantai tersebut berupa tasbih sebanyak 99 butir. Terdengar suara yang memerintahkan Azlina untuk berzikir selama dalam perjalanan. 
Dia berjalan lagi sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10 jam waktu di dunia. Ketika sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan membaca tulisan Arab, berbunyi 'Husnul Khotimah'. Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka'bah. Ketika melihat tulisan dan gambar Ka'bah seketika, dia dan amalnya tersenyum seraya mengucapkan Alhamdulillah.
Azlina mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian disapukan ke mukanya. Ketika malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang.Setelah berjalan sekian jauh, dia mendengarkan suara azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia, namun bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat, roh Azlina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan 40 hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi di Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi ada pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi makan fakir miskin. Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali diperlihatkan kejadian menakjubkan. 
Tiba-tiba cahaya 'Husnul Hotimah' yang ada di tangannya lepas, kemudian mengeluarkan api yang menerangi seluruh ruangan sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu dari balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah ganteng menyerupai malaikat, kulit langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam. "Raut muka seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan kepalanya. Tapi saya yakin sosok manusia tersebut adalah Nabi Muhammad," katanya.
Melihat peristiwa itu, lantas Azlina bertanya kepada malaikat dan amalnya. "Kenapa cahaya tersebut menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat. Dan kenapa wajah Nabi bercahaya?" Dijawab bahwa Anda adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan. Perjalanan tidak di situ saja, Azlina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang.
Rupanya ketika dalam perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta dan berdoa minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta dihidupkan kembali agar bisa bertaubat. "Jarak Azlina dengan mereka hanya lima meter, namun tak bias memberikan pertolongan," ujarnya.
Selama melihat kejadian itu, Azlina membaca Al Quran 30 juz, Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian membaca surat Yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Azlina berlari sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang sampai Marauke seraya menangis melihat kejadian tersebut. Azlina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi pada dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta oleh malaikat untuk berzikir. Lamanya zikir yang dilakukan Azlina selama dua abad dan dua pertukaran zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada tanggal 31 Desember. Selesai berzikir, Azlina mendengar suara yang seperti ditujukan kepadanya. "Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan. Sampaikan kepada umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan. Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku."
C.     Hidup Kembali dalam Tipu Daya Setan
Telah berkembang pula dalam masyarakat Islam tentang adanya orang (pemilik ilmu tarekat) yang telah dikuburkan hidup kembali.Beberapa orang yang telah memberikan kesaksian tentang adanya orang yang telah dikuburkan dan hidup kembali di kampung lain.Seperti yang terjadi di sebuah kampung menjelang dan setelah penguburan seorang pemuda yang berusia 25 tahun,adlah anak sekorang dukun yang juga sebagai guru ilmu batin (tarekat).Saat mayatnya hendak dishalati tiba-tiba masuklah ke dalam rumah cahaya seperti lampu yang menerangi ruangan dan cahaya itupun meninggalkan rumah ketika mayat usai dishalati dan dibawa ke pekuburan.Malamnya,ada warga yang mengaku melihat cahaya di kuburannya yang menjulang tinggi sampai menembus langit.Beberapa hari kemudian berdatanganlah orang-orang sekampungnya yang mencari rezki di kampung lain mengaku telah bertemu dan berbicara langsung dengannya.Bahkan beberapa warga kampung lain,yang merupakan murid-murid perguruan tarekat orang tuanya mengaku sempat berpelukan dengannya.
Ada pula kasus yang melihat seseorang yang telah mati akibat kecelakaan lalu lintas lalu lalang saat malam acara ta’ziatnya.Beberapa warga pelayat melihatnya.Ada pula kasus yang melihat orang tuanya datang ke rumahnya,dan kasus lainnya yang sama.
Yang mencurigakan dari kasus seperti di atas,adalah kalau memang orang mati bisa hidup kembali mengapa hanya bisa ditemui satu kali ?,mengapa tidak mau bertemu dengan sahabat dan keluarga dekatnya ? atau mengapa tidak berkunjung ke kampungnya untuk menemui keluarga dan tetangga-tetangganya ? dan mengapa tidak ada kabar beritanya di rumah rumahnya sekarang orang mati yang hidup kembali itu ?.
Kasus di atas bagi penulis hanyalah tipu daya setan agar para pengikut tarikat yang diajarkan oleh orang tua pemuda itu atau guru tarikat lainnya, semakin yakin kebenaran berita bahwa para pengikut tarikat itu dijamin keselamatannya di akhirat dan bisa hdup kembali di muka bumi semaunya,atau agar orang yang lain tertarik untuk menuntut ilmu tersebut,antara lain sahadat batin hanya sebuah bunyi kedutan di leher,shalat batin yang hanya sebuah bunyi di dalam dada.Bila seseorang telah memiliki ilmu tersebut maka tidak perlu lagi melaksanakan syariat-syariat Allah seperti shalat 5 waktu,berpuasa di bulan Ramadhan dan sebagainya karena mereka telah mencapai tingkat ma’rifat dan orang yang sudah mencapat ma’rifat tidak butuh lagi amalan syariat,dia sudah dekat dengan Allah,dia adalah kekasih Allah dan telah dijamin masuk surge sehingga apapun keinginannya terhadap Allah maka dengan shalat batin itu pasti terpenuhi termasuk kalau masih mau hidup kembali di dunia dan orang seperti ini mayatnya di kubur akan lenyap,yang menurut penulis bahwa lenyap karena ulah setan yang mencurinya saat kita menggali kubur itu lalu menyimpannya di tempat lain atau di dalam hutan.
Berbeda dengan kasus mati suri yang telah diceritakan di atas bahwa mereka yang mati suri itu memang benar-benar hidup kembali dan bergabung dengan keluarga,walau sebenarnya bukanlah mati sungguhan atau kisah pemuda yang bersembunyi di gua (Ashabul Kahfi) yang dimatikan Allah selama lebih 300 tahun dan dihidupkan kembali.Mereka itu hidup karena kehendak Allah bukan karena adanya ilmu-ilmu rahasia yang dimilikinya.
Jadi kalau ada orang yang kita lihat padahal orang itu telah mati atau dikuburkan maka jangan dipercaya karena itu hanyalah tipu daya setan yang menyamar sebagai orang yang telah mati itu,kecuali kalau:
1.      Dekati dan baca ayat-ayat Allah pengusir setan maka dia pasti lenyap karena tidak tahan pada ayat-ayat Allah,dan kalau tidak lenyap maka lakukan langkah kedua,
2.      Tanya di mana rumahnya,dan kalau ditujukkan maka ajaklah dia ke rumahnya lalu tidurlah di rumahnya,tetapi hati-hati karena mungkin kamu akan mendapati diri tidur dikuburan,tetapi kalau tidak maka ajak pulang ke rumahnya.
3.      Kalau ternyata mau pulang kerumahnya dan masih masuh tinggal bersama keluarganya maka cek kuburan,masih adakah jazadnya atau sudah terbongkar ?.Kuburannya utuh berarti itu hanya setan,tetapi kalau kuburannya telah terbongkar maka ada kemungkinan hidup kembali,tetapi belum bisa dipercaya karena mengapa waktu keluar dari kuburannya tidak langsung pulang ke rumahnya melainkan pergi ke kampung lain.
Yang pasti dengan ilmu apapun tidak ada orang yang telah mati sungguhan hidup kembali karena bertentangan aturan Allah bahwa roh orang mati telah terkunci di alam kubur dan telah dibatasi oleh dinding sampai hari kiamat (QS.Al Mu’minuun:100).

D.    Mati dalam tidur
Peristiwa orang yang mati dalam tidur,atau yang orang Makassar menyebutnya “Sambung Tinro” banyak kita dengan dalam kehidupan masyarakan,yaitu seseorang yang tidak sakit tiba-tiba tidak bangun dalam tidurnya dan setelah diperiksa ternyata telah mati.Kematian seperti ini adalah hal yang wajar karena begitulah takdirnya bahwa akan mati dalam kondisi seperti itu.Cuma kadang kematian itu ada penyebabnya,entah karena gagal jantung,atau karena dibunuh.
Kalau seseorang memiliki riwayat penyakit jantung,maka mungkin saja sebelum tidurnya dia melihat sesuatu yang mengagetkan atau menakutkan sampai membuatnya jantung berdebar diluar kewajaran akhirnya mati tanpa ada yang melihatnya.Siapa yang mengagetkannya mungkin saja binatang atau mungkin setan yang datang mungganggu.Atau mungkin juga ketika tidurnya dia sedang diganggu atau hendak dibunuh oleh setan dari bangsa jin namun karena lemah dan tidak ada yang berusaha menolongnya akhirnya dia dibunuh sebelum bangun dari tidur,tapi itu terjadi atas kehendak Allah karena ajalnya telah sampai.
Mengenai orang yang bermimpi bertemu dengan orang-orang yang telah mati,maka yang ditemani bertemu itu bukanlah roh orang yang telah mati itu,melainkan gambaran yang diberikan Allah atau yang diberikan setan.Bila yang kita lihat menyampaikan sesuatu yang berupa petunjuk kepada kebenaran maka itu adalah gambaran dari Allah sebagai petunjuk bagi manusia,contoh melihat bertemu ayahnya yang sudah mati,lalu ayahnya itu menasehatnya untuk shalat dan meninggalkan kemaksiatan,maka itu adalah petunjuk dari Allah melalui gambar orang tuanya.Dikecualikan bila memimpikan nabi Muhammad SAW maka menurut ketarangan sebuah hadis bahwa yang dilihat di mimpi itu benar-benar Nabi Muhammad karena setan tidak bisa meniru wajah Nabi Muhammad,tetapi itupun perlu waspada,jangan sampai setan menyamar sebagai orang lain tetapi mengaku sebagai Nabi Muhammad.mengaku sebagai Allah saja setan bisa melakukannya apalagi kalau hanya mengaku sebagai nabi.
Tetapi manakala bermimpi bertemu dengan ayah yang telah mati dan menasehati kita agar tetap setia pada ajaran nenek moyang seperti menegakkan tradisi penghormatan kepada benda-benda pusaka,mempersembahkan sesajen kepada kuburan atau tempat keramat,maka itulah petunjuk setan melalui gambar orang tua.
Sesungguhnya mimpi itu terjadi di dalam otak/jiwa manusia,jadi roh kita tidak kemana-mana,melainkan berkelana di alam ketidaksadaran dalam jiwa kita,yang kita lihatpun bukan roh orang mati yang masuk ke otak melainkan gambar-gambar yang tercipta di dalam otak dan gambar-gambar itu bergerak seperti halnya gambar-gambar manusia di dalam TV yang bukan berarti manusianya yang masuk ke dalam TV.
Mimpi erat hubungannya dengan syaraf-syaraf otak.Kalau syaraf-syaraf otak kita sehat maka tidurpun enak dan mimpipun enak,tetapi kalau syaraf-syaraf otak terganggu,seperti stress,trauma atau depresi maka tidur pasti terganggu dan diwarnai dengan mimpi-mimpi buruk. Oleh karena itu,orang yang suka bermimpi bertemu dengan orang yang telah mati maka bukan berarti orang itu sudah akan mati,walau memang ada mimpi yang memberikan alamat seperti itu seperti mimpi Usman bin Affan yang bertemu dengan Nabi Muhammad dan mengajaknya makan bersama dan diartikan oleh Usaman bin Affan bahwa telah mendekat kematiannya,maka pada hari kematiannya beliaupun berpuasa dan terus menerus membaca Al Quran dan pada saat membaca Al Quran itulah datanglah seseorang yang menebas kepalanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar