Berkembang cerita dalam masyarakat
bahwa orang mati bisa hidup kembali,entah orang itu belum dikuburkan atau yang
telah dikuburkan,bahkan di antara masyarakat ada yang berusaha menuntut dan
mengamalkan ilmu yang dapat membuatnya hidup kembali setelah
dikuburkan.Benarkan ada orang mati yang bisa hidup kembali ?
A.
Mati atau Hidup Selamanya
Beberapa
ayat dalam Al Quran menyatakan bahwa setiap makhluk yang bernyawa (termasuk
manusia) akan mengalami kematian,yaitu perpisahan antara roh dengan jazadnya. Dan
kematian itu telah ditentukan waktunya,yang bila telah datang waktunya maka
tidak seorang pun yang dapat memajukannya atau mengundurkannya barang
sesaatpun. "Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian)
seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan." (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Kematian itu
akan datang secara tiba-tiba yang tidak seorangpun mengetahui kapan dan di mana
datangnya kematian itu,sebagaimana Firman Allah:"Sesungguhnya Allah, hanya
pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang
menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang
pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan
tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS,
Luqman 31:34)
Ketika
terjadi kematian maka manusia akan mengalami berbagai proses menuju alam
kubur,yaitu:
1. Proses pencabutan roh oleh Malaikat Maut karena
seseorang telah sampai ajalnya. Pada proses pencabutan nyawa ini orang yang
akan mati mengalami sakratul maut.
Dalam Al
Quran Allah menggambarkan keadaan orang yang beriman saat mengalami sakratul
maut,yaitu: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah
telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini
mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih
baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn
yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam
surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah
memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang
diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada
mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa
yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl : 30-32)
Sedangkan
orang yang zalim atau banyak dosa digambarkan sebagai berikut:
"Alangkah
dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada)
dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan
tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas
dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap
Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri
terhadap ayat-ayat-Nya." (QS
Al-An’am :93)
"(Yaitu)
orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim
kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami
sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab):
“Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka
masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat
buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu." (QS, An-Nahl : 28-29)
Salman Al-Farisi meriwayatkan hadis Nabi SAW yang artinya:"Perhatikanlah tiga hal
kepada orang yang sudah hampir mati itu. Pertama: berkeringat pada pelipis
pipinya; kedua: berlinang air matanya dan ketiga: lubang hidungnya kembang
kempis. "Sedangkan jika ia mengeruh seperti tercekik, air mukanya nampak
gelap dan keruh, dan mulutnya berbuih, menandakan bahwa azab Allah sedang menimpa
dia." (HR. Hakim dan at-Tarmizi)
Kematian
'mengundang' manusia secara perlahan-lahan atau bertahap mulai dari jasad,
ujung kaki kemudian ke paha.Untuk orang kafir, ketika nyawanya hendak dicabut
Izrail, wajahnya akan menjadi gelap dan keruh dan dia mengeruh seperti binatang
yang disembelih.Itu pula tanda azab yang diterimanya karena dosa dan kekafiran
mereka.
Al-Qamah bin Abdullah meriwayatkan hadis
Rasulullah saw yang artinya:
"Bahwa ruh orang mukmin akan ditarik oleh Izrail dari jasadnya dengan perlahan-lahan dan halus, sementara roh orang kafir akan direntap dengan kasar oleh malaikat maut bagaikan mencabut nyawa seekor khimar."
"Bahwa ruh orang mukmin akan ditarik oleh Izrail dari jasadnya dengan perlahan-lahan dan halus, sementara roh orang kafir akan direntap dengan kasar oleh malaikat maut bagaikan mencabut nyawa seekor khimar."
Rasulullah s.a.w bersabda:"Bila
telah sampai ajal seseorang maka akan masuklah satu kelompok malaikat ke dalam
lubang-lubang kecil dalam tubuh dan kemudian mereka menarik rohnya melalui
kedua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut."Setelah itu datang pula
sekelompok malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke
perut dan kemudian mereka keluar. Datang lagi satu kelompok malaikat yang lain
masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudian mereka
keluar."Dan akhirnya datang lagi satu kelompok malaikat masuk dan menarik
roh dari dadanya hingga sampai ke tenggorokan dan itulah yang dikatakan saat
nazak orang itu."
2. Roh Manusia dibawa ke langit untuk dilapor
kepada Tuhannya,sambutan Allah terhadap roh manusia berbeda-beda tergantung
pada kondisi amal yang dibawa oleh roh tersebut, sebagaimana hadis Nabi SAW:
“Kemudian datanglah malaikat maut dan
duduk di sebelah kepalanya dengan mengatakan,”Wahai jiwa yang tenang keluarlah
menuju ampunan dari Allah dan keredhoan-Nya.’ Beliau saw bersabda,’Maka
keluarlah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang minum maka
dia (malaikat maut) pun mengambilnya. Dan tatkala dia mengambilnya maka para
malaikat (yang lain) tidaklah membiarkannya berada ditangannya walau hanya
sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya diatas kafan yang terdapat
wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat wangi
permukaan bumi.Mereka kemudian naik (ke langit) dengan membawa (ruh) orang itu
dan tidaklah mereka melewati para malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh yang
baik siapa ini?’ Mereka menjawab,’Fulan bin Fulan, dengan menyebutkan nama terbaik
yang dimilikinya di dunia’ sehingga mereka berhenti di langit dunia. Mereka pun
meminta agar dibukakan (pintu) baginya maka dibukalah (pintu itu) bagi mereka
dan mereka berpindahlah ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh
dan Allah mengatakan,’Tulislah kitab hamba-Ku ini di ‘illiyyin dan
kembalikanlah ke bumi, sesungghnya darinyalah Aku ciptakan mereka dan
kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku mengeluarkan mereka
sekali lagi.”(HR. Ahmad)
Sedangkan roh yang buruk digambarkan
sebaga berikut:
“Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila akan
berakhir (hidupnya) di dunia akan akan mengawali akheratnya maka turunlah para
malaikat dari langit yang berwajah hitam dengan membawa kain dan merekapun
duduk disisinya sejauh mata memandang kemudian datang malaikat maut dan duduk
disebelah kepalanya dengan mengatakan,’Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju
amarah dan murka Allah.
Beliau
saw bersabda,’maka dipisahkanlah ruh dari jasadnya seperti duri yang dicabut dari
kain yang basah kemudian malaikat (maut) pun mengambilnya dan tatkala malaikat
maut mengambilnya maka mereka (malaikat lain) tidaklah membiarkannya berada di
tangannya walau sesaat sehingga meletakkannya dikain itu dan dibawanya dengan
bau bangkai busuk yang meyebar di permukaan bumi. Mereka pun membawanya dan
tidaklah mereka melintasi malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh buruk milik
siapa ini?’ mereka menjawa,’Fulan bin Fulan dengan menyebutkan nama yang paling
buruknya di dunia. Kemudian
mereka sampai di langit dunia dan meminta untuk dibukakan (pintu) baginya maka
tidaklah dibukakan baginya kemudian Rasulullah saw membaca
firman-Nya,”Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan
tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lobang jarum.” Kemudian
Allah berkata,’Tulislah kitabnya di sijjin di bumi yang paling rendah maka
ruhnya dilemparkan dengan satu lemparan. Kemudian beliau SAW membaca,”Dan
barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia seolah-olah jatuh
dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh.” (HR.Ahmad)
3.
Roh disatukan kembali dengan jazadnya di dalam kubur untuk menghadap
pertanyaan Mungkar dan Nakir,yang keadaannya juga berbeda-beda tergantung dari
kondisi amal yang dibawa oleh roh tersebut,sebagaimana Sabda Nabi SAW:
“Dan ruh itu pun dikembalikan ke
jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat yang mendudukannya dan bertanya
kepadanya,’Siapa Tuhanmu?’ dia pun menjawab,’Tuhanku Allah.’ Keduanya bertanya
lagi,’Apa agamamu?’ dia menjawab,’Agamaku Islam.’ Keduanya bertanya,’Siapa
lelaki yang diutus kepada kalian ini?’ dia menjawab,’Dia adalah Rasulullah
saw.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa ilmumu?’ dia menjawab,’Aku membaca Al Qur’an,
Kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya.Terdengarlah suara yang
memanggil dari langit,’Karena kebenaran hamba-Ku maka hamparkanlah (suatu
hamparan) dari surga, pakaikanlah dengan pakaian dari surga, bukakanlah baginya
sebuah pintu menuju surga.’ Beliau saw bersabda,’maka terciumlah wanginya serta
dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.’ Beliau bersabda,’Datanglah seorang
laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan baunya yang wangi
mengatakan,’Bahagialah engkau di hari yang engkau telah dijanjikan.’ Orang
(yang beriman) itu mengatakan,’Siapa angkau? Wajahmu penuh dengan kebaikan’ dia
menjawab,’Aku adalah amal shalehmu.’ Orang itu mengatakan,’Wahai Allah,
segerakanlah kiamat sehingga aku kembali kepada keluarga dan hartaku.
”(HR.Ahmad)
“Ruhnya pun dikembalikan ke jasadnya dan datanglah dua
malaikat mendudukannya seraya bertanya,”Siapa Tuhanmu?’ maka dia
menjawab,’a..a… aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya.’Apa agamamu?’ dia
menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya,’Siapa laki-laki yang diutus
kepadamu ini?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Maka terdengar seruan dari
langit.’ Karena pendustaan (nya) maka hamparkanlah (suatu hamparann) dari
neraka dan bukakan baginya suatu pintu munuju neraka dan terasalah panas serta
angin panasnya bagi orang itu dan dia pun dihimpit oleh kuburnya sehingga
hancur tulang-tulangnya.Datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk dengan
pakaian yang bau busuk dan mengatakan,”Bergembiralah kamu dihari yang buruk
bagimu yang telah dijanjikan ini.’ Orang itu berkata,’Siapa kamu dengan wajahmu
yang penuh dengan kajahatan.’ Dia menjawab,’Aku adalah amal burukmu.’ Orang itu
pun berkata,’Wahai Allah janganlah engkau adakan kiamat.” (HR. Ahmad).
4. Roh manusia lalu dibawa ke tempat
kediamannya masing-masing untuk menunggu datangnya kiamat.Tempat kediamannyapun
berbeda-beda sesuai dengan kondisi amal yang dibawa roh tersebut.
Syeikh Dr.
Umar Sulaiman Al-Asyqar menjelaskan posisi roh setelah terpisah dari jasad
(dalam buku Al-Yaumul Akhir, hlm.
102), dengan rincian sebagai berikut:
a). Roh
para nabi.Roh mereka berada di tempat tertinggi, bersama para malaikat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada detik-detik wafatnya,
mengatakan, “Ar-Rafiiqul a’la (kumpulkanlah
aku bersama sahabat terbaik yang berada di atas).”
b). Roh para
syuhada.Roh mereka
berada di tembolok burung-burung hijau di surga. Burung ini memiliki sarang
yang menggantung di bawah ‘Arsy,
sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat muslim.
c). Roh
orang mukmin yang saleh.Roh mereka berada di tembolok burung (bukan
burung berwarna hijau) yang bergelantungan di pohon-pohon surga, sebagaimana
disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad yang dinilai sahih oleh Al-Albani.
d). Roh
ahli maksiat (orang yang gemar bermaksiat).Roh mereka berada di tempat
mereka mendapat siksaan.– Roh pezina berada di suatu lubang seperti tanur; bagian atasnya sempit, dan
bagian bawahnya longgar. Dari bawah tanur
ini dinyalakan api,kemudian mereka berlomba-lomba berebut naik ke atas.– Roh
orang yang makan hasil riba berada di sungai darah; dia berenang, berusaha
menepi. Ketika hampir sampai ke tepi, dia dilempari batu, kemudian dia berbalik
lagi ke tengah.– Roh tukang bohong akan digantung, kemudian mulutnya dirobek
sampai ke tengkuk.Semua ini disebutkan dalam hadis sahih yang diriwayatkan
Bukhari.
e). Roh orang
kafir.Roh mereka disiksa di alam kubur, dengan siksaan yang pedih. Dia dipukul
dengan gadha oleh sosok
makhluk yang buta lagi tuli. Andaikan gadha
itu dipukulkan ke gunung, niscaya gunung tersebut akan menjadi tanah. Ini,
sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat An-Nasa’i.
Sayed sabiq mengatakan bahwa “Roh-roh yang menurut
peraturannya harus ada di dalam tanah,sama sekali tidak dapat berkumpul dengan
roh-roh yang harus berdiam di atas langit.Ini tidak berbeda dengan keadaannya
sewaktu hdupnya di dunia ini.Jadi jiwa yang sewaktu hidupnya di dunia tidak
berusaha untuk mengenal Tuhannya,tidak mencintai-Nya dan pula tidak pernah
mengingat dan ingin mendekati-Nya atau ingin memperoleh jalan guna mengenal-Nya
maka harus berada di bumi.Sebaliknya roh yang termasuk golongan atasan yang
sewaktu hdup di dunia selalu tekun dan
secara terus menerus mencintai Allah,selalu berzikir,selalu berusaha
mendekati-Nya maka akan berkumpul di tempat yang atas.”
Roh itu
setelah berada di alam kubur akan terkunci dan dibatasi oleh dinding pemisah
antara alam dunia dengan alam kubur sehingga tidak seorangpun dapat kembali kea
lam dunia.Hal ini sesuai dengan Firman Allah:
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir
itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:
"Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),agar
aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali
tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan
mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mukminun :
100).
Dan
bagaimana dengan jazadnya.Karena jazad manusia terdiri dari daging yang bila
mati akan mengalami pembengkakan dan pembusukan yang baunya mengganggu manusia
maka jazad manusia dikubur dalam tanah.Tujuan penguburan jazad lainnya adalah
untuk menjaga kehormatan jazad itu agar tidak diganggu oleh manusia atau
makhluk lainnya.
Bilamana
seseorang mengalami kematian dan melalui keempat proses tersebut di atas maka
orang seperti itulah yang mengalami kematian yang sesungguhnya.Jazadnya telah
mati untuk selamanya,sedangkan roh tetap hidup untuk selamanya karena roh
manusia sejak ada tidak pernah mengalami kematian,melainkan selamanya
hidup,sebagaimana firman Allah:
“Dan
janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah,
(bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu
tidak menyadarinya.”(QS.Al Baqarah:154).
Jadi Allah
menyatakan bahwa orang-orang mengalami kematian itu sebenarnya tidak mati
melainkan mengalami perpindahan tempat dari alam dunia kea lam akhirat,jadi
mereka tetap hidup tapi dalam wujud yang berbeda.Pada ayat lain Allah telah
menyatakan telah menjamin rezki orang-orang yang mati bila membawa amal
saleh,seperti halnya orang mati dalam perang di jalan Allah.Bukan hanya orang
yang gugur dalam peperangan di jalan Allah yang dikatakan hidup di akhirat
tetapi semua manusia yang telah mati adalah hidup di alam akhirat,tetapi
kebanyakan manusia tidak menyadarinya.
B.
Mati Suri
Biasa
kita mendengar ada orang yang sudah dinyatakan mati oleh dokter atau bahkan
telah dikuburkan beberapa waktu akhirnya hidup kembali bergabung dengan
keluarga dan masih hidup beberapa waktu,apakah orang seperti termasuk orang
yang sudah mati dan dikembalikan ke dunia karena mendapat tambahan umur atau
memang belum benar-benar mati ?.
Sudah
dijelaskan sebelumnya bahwa seseorang dikatakan benar-benar mati bilamana telah
mengalami empat proses,yaitu pencabutan nyawa oleh malaikat/sakratul maut;roh
dibawa ke atas untuk dilapor kepada Tuhannya;roh mengalami pertanyaan di alam
kubur dan roh telah mendapat tempat kediaman di alam kubur.
Telah
dijelaskan pula bahwa seorang yang telah sampai ajal kematiannya berarti telah
habis jatah hidupnya di dunia,dan Allah telah menyatakan bahwa tidak
diperpanjang umur orang yang berumur panjang dan tidak pula diperpendek umur
orang yang berumur pendek, jadi hidup kita di dunia ini sesuai dengan ukuran
yang telah ditetapkan Allah,kalau telah habis maka tidak ada yang bisa
menambahnya dan tidak ada yang bisa menguranginya, semuanya berjalan sesuai
dengan ketetapan Allah.Dan orang yang telah mengalami kematian yang
sesungguhnya maka mustahil bisa kembali lagi ke dunia dengan alasan apapun (QS.
Al Mu’minuun:100).
Jadi
bila kita simak ayat-ayat Allah tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa
tidak ada orang yang mati bisa hidup kembali dan kalaupun ada yang mengalaminya
maka itu bukan mati yang sesungguhnya karena terbukti umurnya masih ada dan
tidak mungkin Malaikat akan keliru atau salah mencabut nyawa orang yang belum
habis masa hidupnya sehingga mengembalikannya kembali ke dunia.Orang mati yang
hidup kembali dalam pandangan penulis bukanlah orang mati yang sesungguhnya
dengan beberapa alasan:
1.
Orang mati yang
sesungguhnya adalah yang telah habis masa hidupnya dan tidak ada penambahan
umur,jadi kalau seseorang itu hidup kembali berarti umurnya masih ada dan tidak
akan mati seseorang kalau masih ada umurnya.
2.
Roh orang mati telah
terkunci di alam kubur yang tidak mungkin lagi bisa kembali ke dunia,jadi kalau
masih ada orang yang hidup kembali berarti rohnya itu tidak sampai melewati
alam kubur,melainkan masih ada di alam dunia di dalam kekuasaan Allah.Wallahu
a’lam.
3.
Malaikat maut tidak
akan mencabut roh manusia yang belum sampai ajalnya dan tidak pernah lalai
maupun keliru mencabut nyawa.Jadi kalau ada yang mati dan hidup kembali menurut
pemikiran penulis bukan dicabut oleh Malaikat Maut melainkan terjadi atas
kekuasaan Allah untuk menunjutkan kekuasaan-Nya kepada manusia,untuk memberikan
bukti bahwa Allahlah yang berkuasa mematikan dan menghidupkan manusia,atau
mungkin karena masalah kejiawaan orang tersebut.Kalau ada orang yang mati
melihat dirinya seakan-akan telah berada di alam kubur,maka itu bukanlah alam
kubur yang sesungguhnya melainkan gambaran yang diberikan Allah sebagimana
Allah memberikan kita mimpi-mimpi mendatangi tempat yang belum pernah
didatangi.
Dalam Al Quran terdapat kisah tentang orang mati yang hidup
kembali,yaitu kisah tujuh pemuda yang bersembunyi di gua yang disebut Ashabul
Kahfi,yang dimatikan Allah selama lebih 100 tahun lalu dihidupkan
kembali,tetapi itu bukanlah mati yang sesungguhnya melainkan tidur yang
panjang.
“(Ingatlah)
tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka
berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan
sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Maka Kami tutup telinga mereka beberapa
tahun dalam gua
itu"(QS. Al Kahfi:10).
“Dan
kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan
mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya
di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan
berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan
dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.”(QS. Al Kahfi:18).
“Dan
demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka
sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu
berada (disini?)." Mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau
setengah hari." Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih
mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di
antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah
dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan
itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali
menceritakan halmu kepada seorangpun.”(QS. Al Kahfi:19).
Kalau ada orang yang sudah dinyatakan
mati dan hidup kembali maka mungkin lebih tepat kalau kita sebut sebagai orang
yang mati suri.Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, disebutkan bahwa mati suri adalah keadaan saat usaha-usaha untuk menghidupkan
kembali dilakukan sebelum seseorang menjadi hidup kembali. Pernapasan, detak
jantung, dan fungsi spontan lainnya mungkin masih terjadi, tapi mereka hanya
dapat dideteksi oleh sarana artifisial. Dengan alasan tertentu, adakalanya
seorang dokter melakukan upaya untuk mencoba membuat
jantung seseorang yang telah dianggap meninggal dunia kembali berdetak sehingga
orang tersebut bisa dinyatakan hidup kembali. Keadaan tubuh seseorang yang
mengalami mati suri secara klinis sama seperti orang meninggal.
Bagaimana kalau orang yang mati itu sudah dikuburkan berbulan
atau bertahun dan hidup kembali,yaitu bisa saja terjadi sebagai mati suri bila
Allah menghendaki.Sedangkan mati sungguhan lagi kalau Allah berkehendak
mengembalikannya ke dunia itu tidak bisa didustakan dan bisa terjadi,karena Allah
berkuasa berbuat sesuai kehendak-Nya dan berkuasa atas segala sesuai,Cuma
penulis berpandangan berdasarkan dalil QS Al Mu’minuun:100 bahwa manusia tidak
mungkin bisa kembali ke dunia sampai datangnya kiamat.
Fakta
Ilmah.Com mengartikan bahwa Mati suri sendiri dapat didefinisikan sebagai ingatan
yang dilaporkan dari seluruh kesan yang didapatkan seseorang dalam kondisi
sadar khusus, termasuk sejumlah unsur khususnya seperti keluar dari jasad,
perasaan damai, melihat lorong, melihat cahaya, bertemu keluarga yang telah
wafat atau sebuah peninjauan ulang pengalaman semasa hidup. Kondisi ini terjadi
pada saat-saat seseorang menjelang kondisi mati.
Tidak ada
satupun pengalaman yang sama dirasakan oleh semua orang yang selamat dari mati
suri. Akibatnya sulit untuk melihat adanya nilai objektif dari laporan
penderita mati suri. Walau begitu, dapat saja mati suri sebenarnya beberapa
jenis pengalaman berbeda yang faktornya belum ditemukan, bukannya satu jenis
pengalaman saja yang kita namakan NDE. Sebagian pengalaman, seperti pengalaman
mistik, melihat cahaya di ujung terowongan, peninjauan ulang masa hidup dan
keluar dari jasad, merupakan pengalaman yang paling menarik minat parapsikolog.
Yang paling sering dipakai adalah pengalaman keluar dari jasad, yang dipakai
sebagai bukti adanya roh dan kelangsungan hidup setelah mati.
Banyak
dilaporkan menjadi penyebab mati suri, seperti kemacetan jantung (mati klinis),
shock pasca pendarahan besar, cedera otak traumatik atau haemorrhage intra
cerebral (pendarahan di dalam otak), nyaris tenggelam (asphyxia), namun juga
dalam penyakit serius yang tidak seketika mengancam jiwa. Pengalaman yang
serupa dengan mati suri dapat juga terjadi saat fase terminal suatu penyakit
yang disebut visi kematian. Pengalaman serupa seperti pengalaman takut mati
juga dilaporkan setelah situasi dimana kematian sudah pasti akan terjadi
seperti saat mengalami kecelakaan lalu lintas atau pendakian gunung.
Mati suri
bersifat transformasional. Artinya ia mampu mengubah seluruh pandangan hidup
seseorang, dan juga bahkan menghilangkan rasa takut mati pada diri seseorang.
Kondisi mati suri sebenarnya sering terjadi, dan dipandang sebagai suatu yang
misterius bagi banyak dokter. Mereka sering kali mengabaikan laporan pengalaman
atau medis bila sang pasien berhasil selamat dari kematian.
Hawson,menjelaskan Rata-rata Mati
Suri memiliki ciri-ciri umum tertentu, tapi ada juga yang memiliki pola
berbeda. Seperti dikutip dari Howstuffworks, ada beberapa ciri umum ketika
seseorang mati suri, yaitu:
- Perasaan ketenangan, perasaan ini kemungkinan meliputi kedamaian, penerimaan kematian, emosional dan kenyamaan fisik.
- Intensitas murni cahaya terang yang tidak menyakitkan, intensitas cahaya ini terkadang memenuhi ruangan tapi ada juga seseorang hanya melihat cahaya yang berasal dari surga atau Tuhan.
- Pengalaman keluar dari tubuh (out-of-body experience/OBE), orang merasa telah meninggalkan tubuhnya dan bisa melihat dokter yang bekerja padanya.
- Memasuki alam atau dimensi lain, hal ini biasanya tergantung dari keyakinan dan pengalamannya.
- Berjalan di terowongan, banyak orang yang mati suri menemukan dirinya berada di terowongan dengan cahaya di ujung dan bertemu dengan makhluk roh lainnya.
- Dapat komunikasi dengan roh, sebelum mati suri berakhir banyak orang yang melaporkan dapat berkomunikasi dengan roh lain dan diperintahkan untuk kembali ke tubuhnya.
Kejadian mati suri dapat dijelaskan
secara ilmiah dan juga secara spiritual.
Secara spiritual seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai tubuhnya. Ketika seseorang mendekati kematian maka jiwanya meninggalkan tubuh, dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan sebelumnya. Jiwa berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya diwakili oleh penglihatan berada dalam terowongan dengan adanya cahaya di ujung terowongan.
Secara spiritual seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai tubuhnya. Ketika seseorang mendekati kematian maka jiwanya meninggalkan tubuh, dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan sebelumnya. Jiwa berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya diwakili oleh penglihatan berada dalam terowongan dengan adanya cahaya di ujung terowongan.
Secara
ilmiah proses mati suri dikatakan sangat kompleks, subjektif dan emosional.
Mekanisme di balik beberapa pengalaman ini adalah cara otak memproses informasi
sensorik.Apa yang seseorang lihat di sekelilingnya hanyalah jumlah dari semua
informasi sensorik yang diterima otak pada saat tertentu. Jika seseorang
membayangkan sesuatu saat inderanya tidak berfungsi dengan baik, maka otak akan
menerima informasi yang salah.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh obat-obatan
atau beberapa bentuk trauma yang menyebabkan otak orang tersebut menutup.
Beberapa ahli berteori bahwa gangguan saraf atau kelebihan beban informasi yang
dikirim ke korteks visual otak, menciptakan gambaran cahaya terang yang
berangsur-angsur menjadi lebih besar. Otak dapat menafsirkan hal ini sebagai
bergerak di terowongan gelap.
Selama mengalami mati suri, tubuh rawan mengalami
kerusakan karena otak menafsirkan informasi yang salah. Kombinasi antara efek
trauma dan kekurangan oksigen di dalam otak memunculkan pengalaman melayang ke
angkasa dan menatap tubuh Anda sendiri. Sensasi damai yang dirasakan dipicu
oleh meningkatnya kadar endorfin yang diproduksi oleh otak selama trauma.Salah
input sensoris yang diterima, ditambah dengan kekurangan oksigen dan endrofin
akan menciptakan sebuah pengalaman surealisme meskipun realistis. Selain itu
neurotransmitter di otak yang menutup akan menciptakan ilusi yang indah bagi
semua orang yang dekat dengan kematian.
Berdasarkan keterangan-keterangan di atas penulis
berpandangan bahwa mati suri bukanlah mati yang sesungguhnya.Berikut penulis
menyampaikan beberapa kisah tentang orang-orang yang telah mengalami mati suri
atau telah mati tapi hidup kembali:
Azlina
alias Iin (23 tahun) seorang gadis berusia 25 tahun mengalami mati suri
selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama
Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, ia diperlihatkan berbagai
kejadian alam barzah dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut amal
dan perbuatan manusia selama di dunia.
Menurut
penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam Effendi, sejak tiga tahun lalu
ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya
itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam Effendi berobat ke rumah
sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan
kesehatan, dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan,
karena waktu itu tekanan darah tinggi.
Menurut
pengakuan Azlina, dia melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu,
nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. "Rasanya sangat sakit,
kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak," tuturnya.Setelah roh
berpisah dengan jasad, dia menyaksikan orang-orang yang masih hidup dan
jasadnya terbaring di tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke
suatu tempat. Azlina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya yang
sudah lama meninggal, bernama Hasan Basri. "Wahai ayahku bisakah aku
bertemu denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah," ucapnya. Memang di tempat
itu Azlina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 tahun dengan wajah
bersinar dan berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Azlina tetap
ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian, kedua malaikat memperkenalkan
bahwa pria muda tersebut adalah ayahnya.
Tentunya
dia tidak menyangka karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55 tahun.
Kemudian sang ayah bertanya kepada Azlina, maksud kedatangannya. Dia menjawab
kedatangannya semata-mata memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh
Azlina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di dunia. Namun Azlina menjawab
bahwa dirinya ke sini, memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut
rukun Islam satu persatu.
Setelah
berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi membawa Azlina ke suatu tempat yang
dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami dan
dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah tersebut. Tidak hanya itu,
Azlina juga bertemu dengan 1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya
sama. Di tempat itu, Azlina duduk di kursi yang sangat empuk. Bila di dunia
empuk kursi tersebut seakan dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba
sosok wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia bertanya kepada
sosok wanita tersebut. "Saya adalah roh dan amal ibadah mu selama di
dunia," kata wanita tersebut.
Kemudian
Azlina ditemani amalnya (sosok wanita, red) dan dua malaikat menyaksikan
beberapa kejadian di akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian
compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk. Tangan dan kaki dirantai
sementara di atasnya memikul besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Azlina
bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa hidupnya suka membunuh
dan menyantet (teluh) orang. Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang
disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan dagingnya mengelupas dari
badan. Ternyata orang tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan menjelang
ajal menjemput pun tak pernah menyebut syahadat.
Azlina
juga melihat, dua pria saling membunuh dengan kapak. Menurut keterangan
amalnya, rupanya orang tersebut suka menodong dan memeras orang lain. Kemudian
gambaran, seorang ustad yang dihantam dengan lahar panas yang mendidih. Kembali
Azlina bertanya. Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri orang
lain.
Kejadian
berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang
tersebut suka membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabkan selama di dunia.
Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan berkali-kali ke lantai. Di
lantai tersebut terdapat pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya,
hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama hidupnya wanita tersebut
merupakan anak durhaka, yang tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu
kepada orang lain.
Menurut
Azlina, setelah dirinya diperlihatkan dengan kejadian dan gambaran manusia, ia
kemudian dibawa melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking gelapnya, dia
tidak bisa melihat amalnya dan dua malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya
berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian sang amal
menyuruhnya untuk cepat menangkap suara tersebut. Tapi Azlina tidak bisa menangkap.
Tiba-tiba waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah dipegang
ternyata rantai tersebut berupa tasbih sebanyak 99 butir. Terdengar suara yang
memerintahkan Azlina untuk berzikir selama dalam perjalanan.
Dia
berjalan lagi sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10 jam waktu
di dunia. Ketika sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai
tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat
cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan membaca tulisan Arab,
berbunyi 'Husnul Khotimah'. Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka'bah.
Ketika melihat tulisan dan gambar Ka'bah seketika, dia dan amalnya tersenyum
seraya mengucapkan Alhamdulillah.
Azlina
mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian disapukan ke mukanya. Ketika
malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang.Setelah berjalan sekian
jauh, dia mendengarkan suara azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia,
namun bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu untuk menunaikan
sholat. Setelah mengerjakan sholat, roh Azlina hijrah ke tempat lain dengan
perjalanan 40 hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi di
Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di
makam Nabi ada pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi
makan fakir miskin. Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali diperlihatkan
kejadian menakjubkan.
Tiba-tiba
cahaya 'Husnul Hotimah' yang ada di tangannya lepas, kemudian mengeluarkan api
yang menerangi seluruh ruangan sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu
dari balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah ganteng menyerupai
malaikat, kulit langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam.
"Raut muka seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan kepalanya.
Tapi saya yakin sosok manusia tersebut adalah Nabi Muhammad," katanya.
Melihat
peristiwa itu, lantas Azlina bertanya kepada malaikat dan amalnya. "Kenapa
cahaya tersebut menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat. Dan kenapa
wajah Nabi bercahaya?" Dijawab bahwa Anda adalah orang yang mendapat
syafaat dan hidayah dari Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena
selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan. Perjalanan tidak di
situ saja, Azlina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang.
Rupanya
ketika dalam perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat manusia
sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta
dan berdoa minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan lagi dengan
siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta dihidupkan kembali agar bisa
bertaubat. "Jarak Azlina dengan mereka hanya lima meter, namun tak bias
memberikan pertolongan," ujarnya.
Selama melihat kejadian itu, Azlina membaca Al Quran 30 juz,
Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian membaca surat Yasin sebanyak 1000
kali dan shalawat kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Azlina berlari
sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang sampai Marauke seraya menangis
melihat kejadian tersebut. Azlina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi
pada dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta oleh malaikat untuk
berzikir. Lamanya zikir yang dilakukan Azlina selama dua abad dan dua
pertukaran zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada tanggal 31
Desember. Selesai berzikir, Azlina mendengar suara yang seperti ditujukan
kepadanya. "Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan. Sampaikan kepada
umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan. Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku."
C.
Hidup Kembali dalam Tipu Daya Setan
Telah
berkembang pula dalam masyarakat Islam tentang adanya orang (pemilik ilmu
tarekat) yang telah dikuburkan hidup kembali.Beberapa orang yang telah
memberikan kesaksian tentang adanya orang yang telah dikuburkan dan hidup
kembali di kampung lain.Seperti yang terjadi di sebuah kampung menjelang dan
setelah penguburan seorang pemuda yang berusia 25 tahun,adlah anak sekorang
dukun yang juga sebagai guru ilmu batin (tarekat).Saat mayatnya hendak dishalati
tiba-tiba masuklah ke dalam rumah cahaya seperti lampu yang menerangi ruangan
dan cahaya itupun meninggalkan rumah ketika mayat usai dishalati dan dibawa ke
pekuburan.Malamnya,ada warga yang mengaku melihat cahaya di kuburannya yang
menjulang tinggi sampai menembus langit.Beberapa hari kemudian berdatanganlah
orang-orang sekampungnya yang mencari rezki di kampung lain mengaku telah
bertemu dan berbicara langsung dengannya.Bahkan beberapa warga kampung lain,yang
merupakan murid-murid perguruan tarekat orang tuanya mengaku sempat berpelukan
dengannya.
Ada pula
kasus yang melihat seseorang yang telah mati akibat kecelakaan lalu lintas lalu
lalang saat malam acara ta’ziatnya.Beberapa warga pelayat melihatnya.Ada pula
kasus yang melihat orang tuanya datang ke rumahnya,dan kasus lainnya yang sama.
Yang
mencurigakan dari kasus seperti di atas,adalah kalau memang orang mati bisa
hidup kembali mengapa hanya bisa ditemui satu kali ?,mengapa tidak mau bertemu
dengan sahabat dan keluarga dekatnya ? atau mengapa tidak berkunjung ke kampungnya
untuk menemui keluarga dan tetangga-tetangganya ? dan mengapa tidak ada kabar
beritanya di rumah rumahnya sekarang orang mati yang hidup kembali itu ?.
Kasus di
atas bagi penulis hanyalah tipu daya setan agar para pengikut tarikat yang
diajarkan oleh orang tua pemuda itu atau guru tarikat lainnya, semakin yakin
kebenaran berita bahwa para pengikut tarikat itu dijamin keselamatannya di
akhirat dan bisa hdup kembali di muka bumi semaunya,atau agar orang yang lain
tertarik untuk menuntut ilmu tersebut,antara lain sahadat batin hanya sebuah
bunyi kedutan di leher,shalat batin yang hanya sebuah bunyi di dalam dada.Bila
seseorang telah memiliki ilmu tersebut maka tidak perlu lagi melaksanakan
syariat-syariat Allah seperti shalat 5 waktu,berpuasa di bulan Ramadhan dan
sebagainya karena mereka telah mencapai tingkat ma’rifat dan orang yang sudah
mencapat ma’rifat tidak butuh lagi amalan syariat,dia sudah dekat dengan
Allah,dia adalah kekasih Allah dan telah dijamin masuk surge sehingga apapun
keinginannya terhadap Allah maka dengan shalat batin itu pasti terpenuhi termasuk
kalau masih mau hidup kembali di dunia dan orang seperti ini mayatnya di kubur
akan lenyap,yang menurut penulis bahwa lenyap karena ulah setan yang mencurinya
saat kita menggali kubur itu lalu menyimpannya di tempat lain atau di dalam
hutan.
Berbeda
dengan kasus mati suri yang telah diceritakan di atas bahwa mereka yang mati
suri itu memang benar-benar hidup kembali dan bergabung dengan keluarga,walau
sebenarnya bukanlah mati sungguhan atau kisah pemuda yang bersembunyi di gua
(Ashabul Kahfi) yang dimatikan Allah selama lebih 300 tahun dan dihidupkan
kembali.Mereka itu hidup karena kehendak Allah bukan karena adanya ilmu-ilmu
rahasia yang dimilikinya.
Jadi kalau ada orang yang kita lihat padahal orang itu telah mati atau
dikuburkan maka jangan dipercaya karena itu hanyalah tipu daya setan yang
menyamar sebagai orang yang telah mati itu,kecuali kalau:
1.
Dekati
dan baca ayat-ayat Allah pengusir setan maka dia pasti lenyap karena tidak
tahan pada ayat-ayat Allah,dan kalau tidak lenyap maka lakukan langkah kedua,
2.
Tanya
di mana rumahnya,dan kalau ditujukkan maka ajaklah dia ke rumahnya lalu
tidurlah di rumahnya,tetapi hati-hati karena mungkin kamu akan mendapati diri
tidur dikuburan,tetapi kalau tidak maka ajak pulang ke rumahnya.
3.
Kalau
ternyata mau pulang kerumahnya dan masih masuh tinggal bersama keluarganya maka
cek kuburan,masih adakah jazadnya atau sudah terbongkar ?.Kuburannya utuh
berarti itu hanya setan,tetapi kalau kuburannya telah terbongkar maka ada
kemungkinan hidup kembali,tetapi belum bisa dipercaya karena mengapa waktu
keluar dari kuburannya tidak langsung pulang ke rumahnya melainkan pergi ke
kampung lain.
Yang pasti dengan ilmu apapun tidak
ada orang yang telah mati sungguhan hidup kembali karena bertentangan aturan
Allah bahwa roh orang mati telah terkunci di alam kubur dan telah dibatasi oleh
dinding sampai hari kiamat (QS.Al Mu’minuun:100).
D.
Mati dalam tidur
Peristiwa orang yang mati dalam tidur,atau yang orang Makassar
menyebutnya “Sambung Tinro” banyak kita dengan dalam kehidupan
masyarakan,yaitu seseorang yang tidak sakit tiba-tiba tidak bangun dalam
tidurnya dan setelah diperiksa ternyata telah mati.Kematian seperti ini adalah
hal yang wajar karena begitulah takdirnya bahwa akan mati dalam kondisi seperti
itu.Cuma kadang kematian itu ada penyebabnya,entah karena gagal jantung,atau
karena dibunuh.
Kalau seseorang memiliki riwayat penyakit jantung,maka mungkin saja
sebelum tidurnya dia melihat sesuatu yang mengagetkan atau menakutkan sampai
membuatnya jantung berdebar diluar kewajaran akhirnya mati tanpa ada yang
melihatnya.Siapa yang mengagetkannya mungkin saja binatang atau mungkin setan
yang datang mungganggu.Atau mungkin juga ketika tidurnya dia sedang diganggu
atau hendak dibunuh oleh setan dari bangsa jin namun karena lemah dan tidak ada
yang berusaha menolongnya akhirnya dia dibunuh sebelum bangun dari tidur,tapi
itu terjadi atas kehendak Allah karena ajalnya telah sampai.
Mengenai orang yang bermimpi bertemu dengan orang-orang yang telah
mati,maka yang ditemani bertemu itu bukanlah roh orang yang telah mati
itu,melainkan gambaran yang diberikan Allah atau yang diberikan setan.Bila yang
kita lihat menyampaikan sesuatu yang berupa petunjuk kepada kebenaran maka itu
adalah gambaran dari Allah sebagai petunjuk bagi manusia,contoh melihat bertemu
ayahnya yang sudah mati,lalu ayahnya itu menasehatnya untuk shalat dan
meninggalkan kemaksiatan,maka itu adalah petunjuk dari Allah melalui gambar
orang tuanya.Dikecualikan bila memimpikan nabi Muhammad SAW maka menurut
ketarangan sebuah hadis bahwa yang dilihat di mimpi itu benar-benar Nabi
Muhammad karena setan tidak bisa meniru wajah Nabi Muhammad,tetapi itupun perlu
waspada,jangan sampai setan menyamar sebagai orang lain tetapi mengaku sebagai
Nabi Muhammad.mengaku sebagai Allah saja setan bisa melakukannya apalagi kalau
hanya mengaku sebagai nabi.
Tetapi manakala bermimpi bertemu dengan ayah yang telah mati dan
menasehati kita agar tetap setia pada ajaran nenek moyang seperti menegakkan tradisi
penghormatan kepada benda-benda pusaka,mempersembahkan sesajen kepada kuburan
atau tempat keramat,maka itulah petunjuk setan melalui gambar orang tua.
Sesungguhnya mimpi itu terjadi di dalam otak/jiwa manusia,jadi roh kita
tidak kemana-mana,melainkan berkelana di alam ketidaksadaran dalam jiwa
kita,yang kita lihatpun bukan roh orang mati yang masuk ke otak melainkan
gambar-gambar yang tercipta di dalam otak dan gambar-gambar itu bergerak
seperti halnya gambar-gambar manusia di dalam TV yang bukan berarti manusianya
yang masuk ke dalam TV.
Mimpi erat hubungannya dengan syaraf-syaraf otak.Kalau syaraf-syaraf otak
kita sehat maka tidurpun enak dan mimpipun enak,tetapi kalau syaraf-syaraf otak
terganggu,seperti stress,trauma atau depresi maka tidur pasti terganggu dan
diwarnai dengan mimpi-mimpi buruk. Oleh karena itu,orang yang suka bermimpi
bertemu dengan orang yang telah mati maka bukan berarti orang itu sudah akan
mati,walau memang ada mimpi yang memberikan alamat seperti itu seperti mimpi
Usman bin Affan yang bertemu dengan Nabi Muhammad dan mengajaknya makan bersama
dan diartikan oleh Usaman bin Affan bahwa telah mendekat kematiannya,maka pada
hari kematiannya beliaupun berpuasa dan terus menerus membaca Al Quran dan pada
saat membaca Al Quran itulah datanglah seseorang yang menebas kepalanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar