Senin, 04 Mei 2015

20.SUNNAH ADALAH JALAN HIDUPKU




Penyakit yang tak kunjung sembuh telah membawa suatu perubahan pada diri penulis.Pengalaman merasakan bagaimana penderitaan hidup di kala sakit dan nyeri datang menyapa membuat penulis selalu berpikiran kea lam akhirat yang dimulai dengan alam kubur yang di dalamnya penuh dengan siksaan yang dahsyat.Bayangkan yang diberitakan Nabi SAW bahwa siksaan terkecil di alam kubur sama dengan kalau kita disuruh memakai sepatu dari besi dan sepatu besi itu telah dipanasi sampai merah hingga membuat otak melele.
Siksaan seberat penyakit yang kualami saja yang diberi Allah kepadaku di alam kubur kutak akan sanggup menahannya bila itu terjadi sampai berbulan-bulan,apalagi bila terjadi setahun dalam perhitungan Allah.Ingat perhitungan Allah bahwa sehari di akhirat sama dengan seribu tahu dalam perhitungan manusia (waktu alam dunia).Hal itulah yang membuatku tak bisa tenang dalam hidup ini karena membayangkan dosa-dosa besar yang pernah kulakukan,baik dosa kemaksiatan karena melalaikan ibadah,juga dosa-dosa kesyirikan sebagai akibat terlalu akrab dengan dukun-dukun dan ajaran-ajaran tarekat sesat.
Melalui Al Quran,Allah menyampaikan bahwa azab di dunia ini adalah azab kecil sebelum mendatangkan azab yang amat besar dan Allah menghendaki hamba-Nya agar kembali ke jalan yang benar.Segala musibah yang terjadi di muka bumi dan juga pada diri manusia tidak lepas dari dosa-dosa yang diperbuatnya di masa yang lalu dan penyakit adalah cara Allah untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya lalu mengajaknya ke jalan yang benar.
Allahpun mengatakan bahwa segala keburukan yang menimpa seseorang adalah merupakan ujian baginya dan Allah menghendaki kesabaran dari hamba-hamba yang diuji-Nya.Dengan kesabaran itulah maka akan memberikan keselamatan,rahmat dan petunjuk kepadanya.
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS.Al Baqarah:153).
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS.Al Baqarah:157).
Dengan ayat-ayat tersebutlah sehingga penulis berkeyakinan bahwa penyakit yang menimpah seorang manusia adalah ungkapan kasih saying Allah terhadapnya.Wujud dari rasa kasih saying Allah bagi orang yang sakit atau yang terkena musibah lainnya adalah:
1.      Allah menghendaki agar hamba-Nya itu bersih dari dosa-dosa sebelum meninggalkan dunia ini,dengan cara ditebus dengan penyakit/musibah;
2.      Allah menghendaki agar bisa dekat dengan hamba-Nya,dengan cara membersihkan hati hamba-Nya dan memberinya kesabaran,karena Allah akan bersama dengan orang-orang yang sabar dan kesabaran adalah anugerah terbesar dari Allah.
3.      Allah menghendaki keselamatan bagi hamba-Nya yaitu dengan cara mengampuni dosa-dosanya melalui penyakitnya;
4.      Allah hendak memberi petunjuk kepada hamba-Nya yang bersabar dan untuk mengetahui hamba yang bersabar maka ebih dahulu harus diberi ujian atau cobaan;
5.      Allah hendak mengangkat derajat hamba-Nya dari hamba-hamba lain dengan cara memberinya petunjuk apabila bersabar atau lulus ujian.
Dari keyakinan tersebut maka penulis merasa berada dalam pendidikan Allah dan berusaha untuk memenuhi kehendak Allah tersebut yaitu kembali ke jalannya.Apa dan bagaimana jalan Allah tersebut.Penulis harus berusaha mengenal dan melewati jaan Allah yang dalam Al Quran disebut “Sirathal Mustaqin”.
Dalam Al Quran Allah telah menyatakan akan memimpin hamba-Nya dengan dua cara,yaitu:
1.      Memimpin melalui hati hamba-Nya;
2.      Memimpin melalui Al Quran.
Dari dua cara ini maka penulis berusaha mencari jalan dan petunjuk Allah melalui hati dan Al Quran.Sejak April 2007 penulis mulai berusaha mencari Tuhan dalam hati dan berusaha mencari kebenaran dalam Al Quran.Sejak itulah penulis mulai mengkaji ayat-ayat Allah melalui Al Quran terjemahan dan mengkaji ajaran Islam melalui Al Quran dan kitab-kitab hadis serta buku-buku Islam lainnya.
Akhirnya hati penulis terang.Penulis bisa membedakan antara yang ajaran Islam dengan yang bukan ajaran Islam.Penulis bisa membedakan antara petunjuk dan kesesatan.Penulis bisa membedakan antara sunnah dan bid’ah.Penulis yakin bahwa perubahan dalam keyakinan dan pemahaman beragama adalah karena petunjuk Allah.Tidak mungkin petunjuk setan.Setan tidak akan mungkin membiarkanku mengkaji Al Quran,kitab-kitab hadis,dan buku-buku orang saleh.Sampai akhirnya aku berkeyakinan telah berada di atas jalan Allah.Kuberkeyakinan bahwa sunnah Rasul dan Sunnah sahabat adalah jalan Allah sedangkan sunnah/tradisi nenek moyang adalah jalan setan yang harus kutinggalkan dan kujauhi.Ya,harus kujauhi olehku dan oleh keluargaku (istri dan anakku).Allah yang menyuruhku menyelamatkan diri dan keuarga dari siksaan api neraka dengan cara memurnikan ketaatan beribadah dalam menjalankan agama yang lurus yaitu agama Islam yang sesuai dengan sunnah,yang telah dinyatakan sempurna oleh Allah dan Rasul-Nya.
Melaksanakan Islam sesuai dengan sunnah dalam masyarakat yang setia pada tradisi memang bukanlah perkara yang muda,melainkan akan mengalami tekanan dari masyarakat yang sebagian besar pengikut tradisi dan pengkuti ulama-ulama.Berbagai ocehan keluar dari mulut mereka.Ada yang mencela,menghina dan menuduh sebagai pengikut aliran sesat.Dan mereka akan memandang kita sebagai asing dalam Islam.Untung ada Allah yang senantiasa menghiburku dan memberiku semangat dalam melaksanakan sunnah di tengah ahli bid’ah.

“Janganlah kamu takut kepada sesama manusia,tetapi takutlah kepada-Ku”(QS.Al Maaidah:44)
“Allahlah yang berhak kamu takuti,jika kamu benar-benar orang yang beriman”(QS.Taubah:13)
“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak Nampak oleh mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar”(QS.Al Mulk:12)
Terhadap perkataan mereka yang mungkin mencela,mengjelek-jelekkan dan berbagai tuduhannya maka Allah menyuruh kita menghadapinya dengan bersabar,
“Bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”(QS.Al Muzammil:10).
Dan Rasulullah SAW yang mengajari penulis untuk merasa senang bila dianggap asing oleh masyarakat,”Islam awalnya dianggap asing dan pada akhirnya akan dianggap asing,maka beruntunglah kamu yang dianggap asing’ (HR.Muslim).
Beberapa ayat Al Quran sebagai pegangan bagiku dan sebagai semangat bagi hatiku untuk tetap teguh pada sunnah bahwa kebenaran bukan dilihat dari banyaknya orang yang melakukannya,bukan dilihat dari popularitas ulama yang mengatakannya atau bukan didapat dari tradisi nenek moyang,melainkan dilihat dari dalil-dalil sunnah.

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).(QS.Al An Aam:116).
Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.(QS.Al Mu’munuun:34).
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".(QS.Al Baqarah:170).
Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul." Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya." Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.(QS.Al Maaidah:104).
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah." Mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya." Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS.uqman:21).
Jadi penulis memiliki kekuatan untuk menegakkan sunnah karena Allah yang memberi kekuatan dan berani meninggalkan bid’ah karena Allah yang memberi keberanian.Allahlah yang menyuruh penulis untuk meninggalkan amalan-amalan yang tidak memiliki dasar ilmu dan amalan yang yang bersumber dari hawa nafsu.
”Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak ada pengetahuanmu tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawabannya.’(QS.Al Israa:36)

“Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat,karena mereka melupakan hari perhitungan”(QS.Shaad:26).
Dan  Rasulullah SAW sebagai guru Agama Islam yang menyuruhku untuk meninggalkan amalan-amalan yang dibuat-buat oeh umatnya sepeninggalnya yang tidak tidak pernah disyariatkannya :
“Jauhilah perkara baru yang diada-adakan (dalan urusan agama),karena setiap perkara baru yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”dan pada hadist lain dikatakan”Setiap kesesatan balasannya adalah neraka” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
”Barangsiapa  yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami yang bukan perintah kami maka amalan itu pasti di tolak”,”Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada atasnya syariat (perintah) kami maka tertolak” (HR.Bukhari-Muslim).

Oleh karena itu,wahai istri dan anak-anaku dan wahai saudara-saudaraku memurnikan ketaatanmu dalam beribadah kepada Allah dengan menjalankan Agama Islam yang benar yaitu dengan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW dan Sunnah sahabatnya yang diberi petunjuk dan tinggalkanlah bid’ah maka itulah jalan yang lurus.Jalan yang bisa memberimu keselamatan di dunia dan di akhirat.Sebagai jalan yang dibangun di atas wahyu Allah,bukan jalan yang dibangun oleh setan melalui persangkaan nenek moyang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar