Minggu, 03 Mei 2015

13.BERANIKAH MENINGGALKAN ‘TRADISI ATTUMATE’ ?




 
Ketaatan untuk melakukan suatu amalan,selain dipengaruhi oleh ilmu atau pemahaman kita,juga diperngaruhi oleh iman,karena iman yang dapat menumbuhkan rasa takut kepada Allah sehingga takut untuk melakukan larangan-larangan-Nya dan takut untuk meninggalkan perintah-perintah-Nya.Takut kepada Allah dapat menumbuhkan keberanian untuk meninggalkan amalan-amalan yang tidak diridhoi-Nya.Takut kepada Allah dapat memberi kekuatan untuk meninggalkan tradisi-tradisi bid’ah dan memberi kita kesabaran atas celaan orang lain.Kalau telah memahami bahwa tradisi attumate itu adalah bid’ah sedangkan Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa setiap bid’ah adalah sesat maka beranikah meninggalkan tradisi yang sudah mengakar dalam masyarakat ?.

A.    Taatilah Allah dan Rasul Agar Kamu Mendapat Rahmat
Mungkin di antara pembaca ada yang bingun atas perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang tradisi atuumate yang berisi melakukan amalan ibadah yang pahalanya dikirim kepada orang telah mati.Pada zaman Rasulullah SAW,zaman sahabat, tabiin,tabiut tabiin dan sampai kepada imam-iman mazhab tidak ada perbedaan tentang masalah tersebut,karena ritual selamatan yang khusus dilakukan untuk keluarga yang telah mati tidak pernah dilakukannya,padahal kalau mereka mau melakukannya maka amalan itupun bisa dilakukan karena tidak ada kendala untuk melakukannya,yaitu sudah ada Al Quran untuk dibaca, sudah ada zikir dan sudah ada makanan yang bisa disajikan buat para pelayat,tetapi mereka tidak melakukan karena kesetian pada Allah dan Rasul-Nya.
Allah SWT telah mengetahui bahwa akan terjadi perbedaan pendapat di kalangan umat Islam tentang ajaran Islam,makanya Allah SWT mengingatkan bahwa “Berpegah tegunglah kamu kepada tali agama Allah dan janganlah bercerai-berai”,”Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat” (QS. Ali Imran:132). Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An Nisaa:59),”.   
Rasulullah SAW pun telah mengetahui bahwa kelak umat Islam akan terpecah bellak karena perbedaan pendapat dalam masalah agama.Rasulullah telah menyatakan bahwa “Kelak umatku akan terpecah menjadib73 golongan,72 golongan akan masuk neraka dan 1 golongan akan masuk surga,’siapa yang satu golongan itu ?’ Tanya seorang sahabat.’Yaitu yang mengkuti sunnahku” (HR. At-Thabrani).Karena Rasulullah tahu bahwa kelak umatnya akan berpecah belah karena perbedaan pendapat maka beliau berpesan,”Berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah sabahatku yang telah mendapat petunjuk,ggitlah dengan gigi gerahanmu.Jauhilah perkara baru yang ada-adakah karena setiap perkara baru yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat” (HR.Abu Daud,Ibnu majaf dan Tirmidzi).
Allah SWT telah mengingatkan manusia bahwa Rasulullah SAW telah memberi semangat kepada umatnya yang teguh melaksanakan sunnahnya sekalipun nantinya akan dianggap asing oleh sesame umat Islam,”Islam diawali dari keterasingan dan kelak akan mengalami keterasingan,maka beruntunglah orang-orang yang dianggap asing’ (HR. Muslim).
Allah SWT telah menurunkan syariat untuk seluruh umat manusia maka “Ikutilah syariat itu dan janganlah mengikuti syariat orang-orang yang tidak mengetahui” (QS. Al Jatsiyah:18).Makanya Allah memberi peringatan kepada manusia untuk mengikuti syariatnya dan menjauhi tradisi-tradisi nenek moyang karena tradisi nenek moyang hanya akan membuatnya tersesat dan menjadi penghuni api neraka (QS.Al Baqarah:170,Al Maaidah:104 dan Luqman:21).Syariat Allah telah sempurna dan telah dinyatakan sempurna oleh Allah (QS.Al Maaidah:3),dan semuanya telah diajarkan dan diberi tuntunan oleh Rasulullah SAW.Oleh karena itu,” Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya”(QS. Al Hasyr:7).
Rasulullah SAW pun telah menyatakan telah mengajarkan semua kebaikan yang dapat mendekatkan kita kepada surge dan yang dapat menjauhkan kita dari terasa dan tak ada yang tersisa. Jadi walau Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa setiap kebaikan adalah ibadah,namun kebaikan yang dimaksud adalah kebaikan yang telah diajarkan semasa hidupnya.Makanya Rasulullah SAW memberi pernyatakan bahwa,”Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak syariatnya (perintah dan tuntunannya) dari kami maka tertolak” (HR Bukhari-Muslim),artinya apa yang kita anggap kebaikan namun tidak pernah diajarkan dan diberi tuntunan oleh rasulullah SAW semasa hidupnya maka bukanlah suatu kebaikan yang bernilai ibadah,melainkan kebaikan yang bernilai bid’ah.
Memang Rasulullah SAW telah mengajarkan dan mencontohkan amalan membaca Al Quran,berzikir dan bersedekah,tetapi Rasulullah SAW tidak pernah mengkhususkan amalan itu untuk orang yang telah mati dengan cara berkumpul-kumpul di rumah ahli mayit.Tidak pernah pula dilakukan oleh para sahabat,tabiin,tabiut tabiin dan imam-imam madzhab,lalu kenapa baru ditradisikan oleh para penyebar agama dengan mengadopsi tradisi Hindu-Budha dengan alasan mendapat tekanan tradisi.Apakah demi mempertahankan tradisi masyarakat sehingga agama Islam dikawinkan dengan tradisi Hindu-Budha sampai menjadi tradisi yang bernuansa Islam,sampai akhirnya dicari-carikan  ayat atau hadis yang bisa membolehkannya atau bahwa menjadikannya sebagai amalan sunnah dan sampai akhirnya masyarakat menganggapkan sebagai amalan wajib yang amat penting bagi kehidupan manusia yang masih hidup maupun yang telah mati.
Sekarang mari kita berfikir sejernih-jernihnya,menggunakan akal sehati dan hati nurani lalu mengambil keputusan apakah akan mengikuti jalan orang-orang yang teguh pada sunnah dengan meninggalkan tradisi bid’ah atau mengikuti jalan orang-orang yang teguh pada tradisi dengan melaksanakan tradisi,yang Allah SWT telah memberi peringatan,”Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah”(QS.Al An Aam:116).“Sesungguhnya jika kamu mengikuti manusia yang seperti kamu niscaya kalau begitu kamu termasuk orang-orang yang merugi”(QS.Al Mukminuun:34).

B.    Faktor-faktor yang mempengaruhi ketaatan seseorang pada tradisi Attumate
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesetiaan seorang muslim pada tradisi attumate , antara lain:
1.      Kebodohan  (jahl) dan sikap masa bodoh sebagian masyarakat Islam.Mereka tidak tahu syariat Islam yang sesungguhnya karena kebodohannya dan  ada yang sebenarnya berilmu,dianugerahi akal yang cemerlang tetapi  tidak mau mempelajarinya atau tidak mau mengelola akalnya untuk kepentingan agamanya,padahal Allah telah mengingatkan kita dalam kitab-Nya,
”Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak ada pengetahuanmu tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawabannya.’(QS.Al Israa:36)
“ Kataakanlah:Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji baik yang Nampak atau yang tersembunyi,perbuatan dosa,melanggar hak manusia tanpa alas an yang benar,mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu,dan mengada-adakan terhadap Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui”(QS.Al A’raaf:33).
2.      Mengikuti hawa nafsu atau akal semata dan meninggalkan nash Al Quran atau Hadist.
Tradisi attumate berkembang atas dorongan hawa nafsu orang-orang yang tidak memahami kebenaran,atau hasil olah pikir orang-orang yang diberi akal tetapi tidak mempergunakan akalnya dalam menemukan kebenaran.Makan-makan atau pembagian sedekah /amplop adalah tuntutan hawa nafsu makan sebagai tradisi nenek moyang.Allah melalui Al Quran telah mengingatkan kita:
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu berada di atas syariat dalam urusan (agama) itu,maka ikutilah syariat itu dan janganlah mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui: (QS.Al Jaatsiyah:18).
“Janganlah kamu mengikuti orang-orang yang hatinya Kami lalaikan dari mengingat Kami dan menuruti hawa nafsunya dan adalah keduanya itu melampaui batas” (QS.Al Kahfi:28)
“Mareka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka,dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka” (QS. An Najm:23).
“Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat,karena mereka melupakan hari perhitungan”(QS.Shaad:26).
3.      Taqlid dan fanatik buta
Kebanyakan orang yang melakukan ritual attumate hanya karena melihatnya sebagai suatu amalan yang dilakukan oleh kebanyakan umat Islam atau karena kesetiaan (fanatik) terhadap tradisi nenek moyangnya,mengikuti ustadz atau imam-imam di kampungnya sebagai pemimpin amalan ini,padahal Allah telah mengingatkan kepada kita:
“Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah”(QS.Al An Aam:116)
“Sesungguhnya jika kamu mengikuti manusia yang seperti kamu niscaya kalau begitu kamu termasuk orang-orang yang merugi”(QS.Al Mukminuun:34).
“Apakah kamu akan mengikuti tradisi nenek moyangmu sekalipun mereka tidak mengetahui atau tidak mendapat petunjuk”(QS.Al Baqarah:170)
“Apakah kamu akan mengikuti tradisi nenek moyangmu sekalipun setan itu menyerumu ke dalam api neraka yang menyala-nyala”(QS.Luqman:21)
4.      Pengaruh lingkungan
Berbaur dan berinteraksi dengan masyarakat yang setia pada amalan bid’ah akan menyebabkan kita terperosok ke dalam perbuatan bid’ah,Allah SWT telah mengingatkan kepada manusia:
“Dan (ingatlah hari ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya,seraya berkata’aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama rasul.Kecelakaan besarlah bagiku,kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah dating kepadaku” (QS.Al Furqan:27-29).
“Janganlah kamu duduk bersama-sama mereka (orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah) sehingga mereka terasukii pembicaraan yang lain, karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orangmunafik dan orang-orang kafir di dalan Jahanam.” (An Nisa : 140).
5.      Keterlibatannya Ulama atau Imam dalam memimpin tradisi barzanji dan mereka menyembunyikan kebenaran
Diamnya ulama terhadap kebenaran dan terlibatnya dalam tradisi ini merupakan faktor pemicu tersebar luasnya tradisi attumate padahal Allah telah mengingatkan kita,
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk setelah kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan memerangkan (kebenaran) (QS. Al Baqarah : 159-160)”.
“sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnayatidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka, dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (Al Baqarah : 174)”.
“Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu yang diketahuinya, tetapi ia menyembunyikannya maka pada hari kiamat kelak ia akan dikekang dengan kekang dari api neraka”( HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah).
6.      Menyerupai dan mengikuti  orang-orang jahiliyah
Tradisi - tradisi yang ada dalam masyarakat Islam adalah mengikuti ajaran-ajaran sebelum Islam yaitu animisme,dinamisme, bahkan ada yang berbentuk penyeruan dari agama lain(Hindu dan Budha). Rasulullah bersabda:
“sesungguhnya kalian akan mengikuti jalan (tradisi) orang- orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta bahkan ketika masuk ke dalam lubang biawak punkalian juga akan mengikuti jejak mereka” (HR: Bukhari dan Muslim).
“ barang siapa yang menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka”. (HR: Ahmad).
7.      Ketakutan terhadap sesama manusia atau arwah nenek moyangnya.
Diantara pengikut tradisi attumate,sebenarnya ada yang sudah mengetahuibahwa attumate itu adalah perkara baru yang diada-adakan dalam agama Islam,namun mereka tetap melakukannya karena takut meninggalkannya yaitu karena takut kepada masyarakat atau tokoh adat di kampungnya.Yang mereka takuti adalah:
a.      Dicela atau dianggap sebagai orang yang tidak menghormati adat istiadat sehingga tersisi dalam interaksi sosial.
b.      Mendapat perlakukan yang tidak menyenangkan,hukuman adat atau diusir dari kampung
c.       Mendapat kutukan dari arwah nenek moyang,berupa penyakit,kesusahan atau tercabutnya berkah.
Mereka lebih takut kepada sesama manusia yang tidak memiliki kuasa untuk menghukum manusia daripada takut kepada Allah yang hukumannya amat pedih.Padahal,Allah telah telah mengingatkan
“Janganlah kamu takut kepada sesame manusia,tetapi takutlah kepada-Ku”(QS.Al Maaidah:44)
“Allahlah yang berhak kamu takuti,jika kamu benar-benar orang yang beriman”(QS.Taubah:13)
“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak Nampak oleh mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar”(QS.Al Mulk:12)
“Bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakana dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”(QS.Al Muzammil:10).
C.     Bahaya di balik tradisi bid’ah
Baik atau buruknya tradisi attumate,itu termasuk amalan bid’ah karena:
1.      Amalan seperti itu tidak  pernah diajarkan oleh Nabi SAW dan tidak pernah pula dilakukan oleh masyarakat pada zaman sahabat sepeninggal Nabi SAW, sehingga termasuk perkara baru yang diada-adakan dalam agama Islam sedangkan perkara baru yang diada-adakan itu dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
“ Kataakanlah:Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji baik yang Nampak atau yang tersembunyi,perbuatan dosa,melanggar hak manusia tanpa alas an yang benar,mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu,dan mengada-adakan terhadap Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui”(QS.Al A’raaf:33).
“Maka tidak ada sesudah kebenaran,melainkan kesesatan” (QS.Yunus:32).
“Jauhilah segala perkara baru yang diada-adakan (dalam agama).Setiap perkara baru yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan segala kesesatan balasannya adalah neraka”(HR.Abu Daaud,Ad Daraimi dan Tirmidzi)
2.      Tradisi attumate mengandang kepercayaan baru bagi masyarakat yang tidak dikenal dalam aqidah Islam, yaitu menyelamatkan keluarga yang telah meninggal dan kebaikan bagi keuarga yang melakukannya,sehingga menimbulkan keharusan untuk melakukannya. Jadi kepercayaan dan amalan atturame telah menyentuh ranah aqidah dan ibadah yang menandingi aqidah dan ibadah yang diajarkan Islam.
      Sebagai sebuah amalan bid’ah,tradisi attumate akan mendatangkan bahaya bagi para pengikutnya. Bahaya-bahaya yang akan muncul antara lain :
1.      Bid’ah lebih berbahaya dari pada perbuatan maksiat, sebab orang yang berbuat maksiat seperti berzina, mencuri, umumnya bersembunyi atau merasa minder karena merasa berdosa. Lain halnya dengan orang yang berbuat bid’ah, dia terang-terangan karena tidak merasa bahwa perbuatannya itu terlarang,tetapi sebaliknya merasa dapat pahala.
2.      Pelakunya termasuk orang yang tersesat, sebagaimana firman Allah :
“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapatkan petunjuk dari Allah sedikitpun” (QS. Al Qashas : 50).
Dan sabda Nabi SAW :
“Setiap bid’ah adalah sesat dan segala kesesatan tempatnya adalah neraka” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
3.      Allah menutup tobatnya ahli bid’ah, sebagaimana sabda Nabi :
“Sesungguhnya Allah menghalangi taubat setiap ahli bid’ah “ (Dishohihkan oleh Al-Albani).
4.      Amal bid’ah lebih disukai oleh Iblis karena perbuatan maksiat boleh jadi orangnya bertaubat, sedangkan ahli bid’ah tidak akan bertaubat karena tidak merasa melakukan perbuatan dosa. (Majmu’ fatwa Ibnu Taimiyah).
5.      Pelaku bid’ah menipu umat dan dirinya sendiri karena punya prinsip-prinsip yang penting tujuannya baik. Orang yang hanya mementingkan niat baik tanpa melihat apakah amalannya sesuai dengan tuntunan Nabi ataukah tidak adalah ciri orang yang ditipu setan sebagaimana firman Allah:.
“Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan?)”
6.      Ahli bid’ah itu sombong, merasa dirinya lebih pandai daripada Nabi Muhammad dan para sahabatnya, sehingga mereka membuat amalan-amalan baru untuk menyempurnakan agama Islam, padahal Allah telah menyatakan bahwa Islam telah sempurna. Segala sesuatunya telah diajarkan (QS. Al Maaidah : 3).
“Dan kami turunkan kepadamu al Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (QS. An nahl : 89).
7.      Para penyebar dan pemimpin amalan bid’ah akan memikul dosanya dan dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.
“Barangsiapa yang memulai sesuatu yang buruk maka dia akan memperoleh bagian dosa dari orang yang mengikutinya” (HR. Muslim).
8.      Pembuat dan pelaku bid’ah akan mendapat laknat, dan ditolak amalnya .
“sesungguhnya orang yang menyembunyikan kebenaran apa yang telah kami turunkan berupa keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah kami menerangkannya kepada manusia dalam al kitab, mereka dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh sesama makhluk yang dapat melaknat”(QS. Al Baqarah : 159).
“Barang siapa membuat perkara baru dalam agama (bid’ah) di dalamnya atau melindungi orang yang membuat bid’ah (dosa dan maksiat), maka ia akan memperoleh laknat Allah, para Malaikat, dan seluruh umat manusia,allah tidak akan menerima amalan wajibnya dan tidak pula amalan sunnahnya” (HR. Bukhari dan Muslim).
9.      Pelaku bid’ah tidak diperbolehkan meminum air dari telaga nabi SAW pada hari kiamat pada saat umat Islam lainnya dipersilahkan menikmati air telaga yang apabila diminum maka manusia tidak akan haus selama-lamanya. (HR. Bukhari dan muslim).
10.  Para pelaku kadang lebih mementingkan amalan bid’ah lebih mementingkan amalan bid’ahnya daripada amalan yang diperintahkan Allah seperti shalat berjamaah,yang seperti ini termasuk orang yang zalim dalam agama,sebagaimana yang telah dinyatakan Allah:
“Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik.” (QS.Al Baqarah:59).
11.  Allah SWT telah menyiapkan neraka kepada para pelaku bid’ah, yang melanggar peringatan-Nya. Peringatan-peringatan Allah yang dilanggar antara lain ;
”Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak ada pengetahuanmu tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawabannya.’(QS.Al Israa:36)
“Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat,karena mereka melupakan hari perhitungan”(QS.Shaad:26).
“Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah”(QS.Al An Aam:116)
Dan peringatan Rasulullah SAW :
“Jauhilah perkara baru yang diada-adakan (dalan urusan agama),karena setiap perkara baru yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”dan pada hadist lain dikatakan”Setiap kesesatan balasannya adalah neraka” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
”Barangsiapa  yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami yang bukan perintah kami maka amalan itu pasti di tolak”,”Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada atasnya syariat (perintah) kami maka tertolak” (HR.Bukhari-Muslim).
12.  Pelaku bid’ah adalah mencemarkan Islam karena menganggap Islam belum sempurna sehingga mereka berusaha menyempurnakannya dengan membuat-buat syariat baru.”Pada hari ini teah Kusempurnakan untuk kamu gamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhoi  Islam itu menjadi agamamu” (QS Al Maaidah:3).
13.  Sesungguhnya bid’ah itu mengandung perpecahan umat Islam,sebab jadilah Islam berkeompok-kelompok dan mereka bangga dengan apa yang ada pada kelompoknya masing-masing.
“dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (QS. Ar Ruum:31-32).

D.     Jangan Takut Meninggalkan Tradisi Attumate
Salah satu faktor yang membuat seorang muslim begitu setia dan taat melaksanakan tradisi nenek moyangnya adalah ketakutan,yaitu:
1.      Takut kepada roh keluarga yang diipercaya akan marah dan datang mengganggu keluarga yang ditinggalkannya;
2.      Takut kepada keluarga lainnya dan masyarakat,baik takut dicela atau dicemoh atau dianggap orang yang tidak mau bersatu maupun takut dimarahi karena dianggap telah mengikuti ajaran sesat.
Kalau memang kita memahami ajaran Islam dan telah meyakini bahwa tradisi attumate adalah tradisi bid’ah dan “setiap bid’ah adalah sesat” yang di dalamnya terkandung keburukan-keburukan seperti yang telah diuraikan di atas,maka tentu akan menimbulkan keberanian untuk meninggalkannya dan tidak takut lagi kepada selain Allah.Mengapa kita mesti takut kepada sesama manusia.Bukankah ruh orang mati tidak akan mungkin bisa kembali ke dunia karena telah terkunci di alam kubur ?.Kalau mereka marah namun mereka tidak akan bisa menghukum orang lain karena yang bisa memberi hukuman di akhirat hanyalah Allah.
Mana yang lebih kita takuti sesama manusia atau Allah yang memiliki azab yang penih bila kita tidak mentaati-Nya atau tidak mentaati Rasul-Nya.Allah telah menyatakan bahwa Islam telah sempurna.Jadi mengapa kita mesti takut pada orang-orang yang mau menambah-nambah amalan yang Allah sendiri telah menyatakan sempurna,bukankah mereka harus berurusan dulu dengan Allah untuk mempertanggungjawabkan kepintarannya menambah-nambah syariat Islam ?.
Bukankah Allah telah mengingatkan kepada kita untuk tidak takut kepada sesame manusia,melainkan hanya takut kepada-Nya ?.
“Janganlah kamu takut kepada sesama manusia,tetapi takutlah kepada-Ku”(QS.Al Maaidah:44)
“Allahlah yang berhak kamu takuti,jika kamu benar-benar orang yang beriman”(QS.Taubah:13)
“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak Nampak oleh mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar”(QS.Al Mulk:12)
Terhadap perkataan mereka yang mungkin mencela,mengjelek-jelekkan dan berbagai tuduhannya maka Allah menyuruh kita menghadapinya dengan bersabar,
“Bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”(QS.Al Muzammil:10).
Jadi janganlah takut,Allah akan selalu bersamamu,menjaga dan melindungimu bilamana kamu benar-benar beriman dan bertakwa kepada-Nya selalu berbuat kebaikan,selalu bersabar dan bertawakkal kepada-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar