Ketaatan untuk melakukan suatu
amalan,selain dipengaruhi oleh ilmu atau pemahaman kita,juga diperngaruhi oleh iman,karena
iman yang dapat menumbuhkan rasa takut kepada Allah sehingga takut untuk melakukan
larangan-larangan-Nya dan takut untuk meninggalkan perintah-perintah-Nya.Takut kepada
Allah dapat menumbuhkan keberanian untuk meninggalkan amalan-amalan yang tidak diridhoi-Nya.Takut
kepada Allah dapat memberi kekuatan untuk meninggalkan tradisi-tradisi bid’ah dan
memberi kita kesabaran atas celaan orang lain.Kalau telah memahami bahwa tradisi
attumate itu adalah bid’ah sedangkan Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa setiap
bid’ah adalah sesat maka beranikah meninggalkan tradisi yang sudah mengakar dalam
masyarakat ?.
Mungkin di antara pembaca ada yang bingun atas perbedaan
pendapat di kalangan ulama tentang tradisi atuumate yang berisi melakukan
amalan ibadah yang pahalanya dikirim kepada orang telah mati.Pada zaman
Rasulullah SAW,zaman sahabat, tabiin,tabiut tabiin dan sampai kepada imam-iman
mazhab tidak ada perbedaan tentang masalah tersebut,karena ritual selamatan
yang khusus dilakukan untuk keluarga yang telah mati tidak pernah
dilakukannya,padahal kalau mereka mau melakukannya maka amalan itupun bisa
dilakukan karena tidak ada kendala untuk melakukannya,yaitu sudah ada Al Quran
untuk dibaca, sudah ada zikir dan sudah ada makanan yang bisa disajikan buat
para pelayat,tetapi mereka tidak melakukan karena kesetian pada Allah dan
Rasul-Nya.
Allah SWT telah mengetahui bahwa akan terjadi perbedaan
pendapat di kalangan umat Islam tentang ajaran Islam,makanya Allah SWT
mengingatkan bahwa “Berpegah tegunglah kamu kepada tali agama Allah dan
janganlah bercerai-berai”,”Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya
kamu diberi rahmat” (QS. Ali Imran:132). “Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu
benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih
utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An Nisaa:59),”.
Rasulullah SAW pun telah mengetahui bahwa kelak umat Islam
akan terpecah bellak karena perbedaan pendapat dalam masalah agama.Rasulullah
telah menyatakan bahwa “Kelak umatku akan terpecah menjadib73 golongan,72
golongan akan masuk neraka dan 1 golongan akan masuk surga,’siapa yang satu
golongan itu ?’ Tanya seorang sahabat.’Yaitu yang mengkuti sunnahku” (HR.
At-Thabrani).Karena Rasulullah tahu bahwa kelak umatnya akan berpecah belah
karena perbedaan pendapat maka beliau berpesan,”Berpegang teguhlah kepada
sunnahku dan sunnah sabahatku yang telah mendapat petunjuk,ggitlah dengan gigi
gerahanmu.Jauhilah perkara baru yang ada-adakah karena setiap perkara baru yang
diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat” (HR.Abu Daud,Ibnu
majaf dan Tirmidzi).
Allah SWT telah mengingatkan manusia bahwa Rasulullah SAW
telah memberi semangat kepada umatnya yang teguh melaksanakan sunnahnya
sekalipun nantinya akan dianggap asing oleh sesame umat Islam,”Islam diawali
dari keterasingan dan kelak akan mengalami keterasingan,maka beruntunglah
orang-orang yang dianggap asing’ (HR. Muslim).
Allah SWT telah menurunkan syariat untuk seluruh umat manusia
maka “Ikutilah syariat itu dan janganlah mengikuti syariat orang-orang yang
tidak mengetahui” (QS. Al Jatsiyah:18).Makanya Allah memberi peringatan kepada
manusia untuk mengikuti syariatnya dan menjauhi tradisi-tradisi nenek moyang
karena tradisi nenek moyang hanya akan membuatnya tersesat dan menjadi penghuni
api neraka (QS.Al Baqarah:170,Al Maaidah:104 dan Luqman:21).Syariat Allah telah
sempurna dan telah dinyatakan sempurna oleh Allah (QS.Al Maaidah:3),dan
semuanya telah diajarkan dan diberi tuntunan oleh Rasulullah SAW.Oleh karena
itu,” Apa
yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu,
maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras
hukumannya”(QS. Al Hasyr:7).
Rasulullah SAW pun telah menyatakan telah mengajarkan
semua kebaikan yang dapat mendekatkan kita kepada surge dan yang dapat
menjauhkan kita dari terasa dan tak ada yang tersisa. Jadi walau Rasulullah SAW
telah menyatakan bahwa setiap kebaikan adalah ibadah,namun kebaikan yang
dimaksud adalah kebaikan yang telah diajarkan semasa hidupnya.Makanya
Rasulullah SAW memberi pernyatakan bahwa,”Barangsiapa yang melakukan suatu
amalan yang tidak syariatnya (perintah dan tuntunannya) dari kami maka
tertolak” (HR Bukhari-Muslim),artinya apa yang kita anggap kebaikan namun tidak
pernah diajarkan dan diberi tuntunan oleh rasulullah SAW semasa hidupnya maka
bukanlah suatu kebaikan yang bernilai ibadah,melainkan kebaikan yang bernilai
bid’ah.
Memang Rasulullah SAW telah mengajarkan dan
mencontohkan amalan membaca Al Quran,berzikir dan bersedekah,tetapi Rasulullah
SAW tidak pernah mengkhususkan amalan itu untuk orang yang telah mati dengan
cara berkumpul-kumpul di rumah ahli mayit.Tidak pernah pula dilakukan oleh para
sahabat,tabiin,tabiut tabiin dan imam-imam madzhab,lalu kenapa baru
ditradisikan oleh para penyebar agama dengan mengadopsi tradisi Hindu-Budha
dengan alasan mendapat tekanan tradisi.Apakah demi mempertahankan tradisi
masyarakat sehingga agama Islam dikawinkan dengan tradisi Hindu-Budha sampai
menjadi tradisi yang bernuansa Islam,sampai akhirnya dicari-carikan ayat atau hadis yang bisa membolehkannya atau
bahwa menjadikannya sebagai amalan sunnah dan sampai akhirnya masyarakat
menganggapkan sebagai amalan wajib yang amat penting bagi kehidupan manusia
yang masih hidup maupun yang telah mati.
Sekarang mari kita berfikir
sejernih-jernihnya,menggunakan akal sehati dan hati nurani lalu mengambil
keputusan apakah akan mengikuti jalan orang-orang yang teguh pada sunnah dengan
meninggalkan tradisi bid’ah atau mengikuti jalan orang-orang yang teguh pada
tradisi dengan melaksanakan tradisi,yang Allah SWT telah memberi peringatan,”Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkanmu
dari jalan Allah”(QS.Al An Aam:116).“Sesungguhnya jika kamu mengikuti manusia
yang seperti kamu niscaya kalau begitu kamu termasuk orang-orang yang
merugi”(QS.Al Mukminuun:34).
B.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
ketaatan seseorang pada tradisi Attumate
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesetiaan seorang
muslim pada tradisi attumate , antara lain:
1. Kebodohan (jahl) dan sikap masa bodoh sebagian
masyarakat Islam.Mereka tidak tahu syariat Islam yang sesungguhnya karena
kebodohannya dan ada yang sebenarnya
berilmu,dianugerahi akal yang cemerlang tetapi
tidak mau mempelajarinya atau tidak mau mengelola akalnya untuk
kepentingan agamanya,padahal Allah telah mengingatkan kita dalam kitab-Nya,
”Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak ada pengetahuanmu
tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati akan dimintai
pertanggungjawabannya.’(QS.Al Israa:36)
“ Kataakanlah:Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji baik yang
Nampak atau yang tersembunyi,perbuatan dosa,melanggar hak manusia tanpa alas an
yang benar,mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan
hujjah untuk itu,dan mengada-adakan terhadap Allah sesuatu yang tidak kamu
ketahui”(QS.Al A’raaf:33).
2. Mengikuti hawa nafsu atau akal semata
dan meninggalkan nash Al Quran atau Hadist.
Tradisi
attumate berkembang atas dorongan hawa nafsu orang-orang yang tidak memahami
kebenaran,atau hasil olah pikir orang-orang yang diberi akal tetapi tidak
mempergunakan akalnya dalam menemukan kebenaran.Makan-makan atau pembagian sedekah
/amplop adalah tuntutan hawa nafsu makan sebagai tradisi nenek moyang.Allah
melalui Al Quran telah mengingatkan kita:
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu berada di atas syariat dalam
urusan (agama) itu,maka ikutilah syariat itu dan janganlah mengikuti hawa nafsu
orang-orang yang tidak mengetahui: (QS.Al Jaatsiyah:18).
“Janganlah kamu mengikuti orang-orang yang hatinya Kami lalaikan dari
mengingat Kami dan menuruti hawa nafsunya dan adalah keduanya itu melampaui
batas” (QS.Al Kahfi:28)
“Mareka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan dan apa yang diingini
oleh hawa nafsu mereka,dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka
dari Tuhan mereka” (QS. An Najm:23).
“Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari
jalan Allah.Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat
azab yang berat,karena
mereka melupakan hari perhitungan”(QS.Shaad:26).
3. Taqlid dan fanatik buta
Kebanyakan
orang yang melakukan ritual attumate hanya karena melihatnya sebagai suatu
amalan yang dilakukan oleh kebanyakan umat Islam atau karena kesetiaan
(fanatik) terhadap tradisi nenek moyangnya,mengikuti ustadz atau imam-imam di
kampungnya sebagai pemimpin amalan ini,padahal Allah telah mengingatkan kepada
kita:
“Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi niscaya mereka akan
menyesatkanmu dari jalan Allah”(QS.Al An Aam:116)
“Sesungguhnya jika kamu mengikuti manusia yang seperti kamu niscaya kalau
begitu kamu termasuk orang-orang yang merugi”(QS.Al Mukminuun:34).
“Apakah kamu akan mengikuti tradisi nenek moyangmu sekalipun mereka tidak
mengetahui atau tidak mendapat petunjuk”(QS.Al Baqarah:170)
“Apakah kamu akan mengikuti tradisi nenek moyangmu sekalipun setan itu
menyerumu ke dalam api neraka yang menyala-nyala”(QS.Luqman:21)
4. Pengaruh lingkungan
Berbaur
dan berinteraksi dengan masyarakat yang setia pada amalan bid’ah akan
menyebabkan kita terperosok ke dalam perbuatan bid’ah,Allah SWT telah
mengingatkan kepada manusia:
“Dan (ingatlah hari ketika itu) orang yang zalim menggigit dua
tangannya,seraya berkata’aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama
rasul.Kecelakaan besarlah bagiku,kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan
itu teman akrab(ku).Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al Quran ketika
Al Quran itu telah dating kepadaku” (QS.Al Furqan:27-29).
“Janganlah kamu duduk bersama-sama mereka (orang-orang yang mengingkari
ayat-ayat Allah) sehingga mereka terasukii pembicaraan yang lain, karena
sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan
mereka.Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orangmunafik dan orang-orang
kafir di dalan Jahanam.” (An Nisa : 140).
5. Keterlibatannya Ulama atau Imam dalam
memimpin tradisi barzanji dan mereka menyembunyikan kebenaran
Diamnya
ulama terhadap kebenaran dan terlibatnya dalam tradisi ini merupakan faktor
pemicu tersebar luasnya tradisi attumate padahal Allah telah mengingatkan kita,
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami
turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk setelah kami
menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan
dilaknat pula oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati kecuali mereka yang telah bertaubat dan
mengadakan perbaikan dan memerangkan (kebenaran) (QS. Al Baqarah : 159-160)”.
“sesungguhnya orang-orang yang
menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya
dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnayatidak memakan (tidak
menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada
mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka, dan bagi mereka siksa
yang amat pedih. (Al Baqarah : 174)”.
“Barangsiapa yang ditanya tentang suatu
ilmu yang diketahuinya, tetapi ia menyembunyikannya maka pada hari kiamat kelak
ia akan dikekang dengan kekang dari api neraka”( HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan
Ibnu Majah).
6.
Menyerupai dan mengikuti orang-orang jahiliyah
Tradisi - tradisi yang ada dalam masyarakat
Islam adalah mengikuti ajaran-ajaran sebelum Islam yaitu animisme,dinamisme,
bahkan ada yang berbentuk penyeruan dari agama lain(Hindu dan Budha). Rasulullah
bersabda:
“sesungguhnya kalian akan mengikuti
jalan (tradisi) orang- orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta
demi sehasta bahkan ketika masuk ke dalam lubang biawak punkalian juga akan mengikuti jejak
mereka” (HR: Bukhari dan Muslim).
“ barang siapa yang menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan
mereka”. (HR: Ahmad).
7. Ketakutan terhadap sesama manusia
atau arwah nenek moyangnya.
Diantara
pengikut tradisi attumate,sebenarnya ada yang sudah mengetahuibahwa attumate
itu adalah perkara baru yang diada-adakan dalam agama Islam,namun mereka tetap
melakukannya karena takut meninggalkannya yaitu karena takut kepada masyarakat
atau tokoh adat di kampungnya.Yang mereka takuti adalah:
a.
Dicela
atau dianggap sebagai orang yang tidak menghormati adat istiadat sehingga
tersisi dalam interaksi sosial.
b.
Mendapat
perlakukan yang tidak menyenangkan,hukuman adat atau diusir dari kampung
c.
Mendapat
kutukan dari arwah nenek moyang,berupa penyakit,kesusahan atau tercabutnya
berkah.
Mereka
lebih takut kepada sesama manusia yang tidak memiliki kuasa untuk menghukum
manusia daripada takut kepada Allah yang hukumannya amat pedih.Padahal,Allah
telah telah mengingatkan
“Janganlah kamu takut
kepada sesame manusia,tetapi takutlah kepada-Ku”(QS.Al Maaidah:44)
“Allahlah yang berhak kamu
takuti,jika kamu benar-benar orang yang beriman”(QS.Taubah:13)
“Sesungguhnya orang-orang yang takut
kepada Tuhannya yang tidak Nampak oleh mereka akan memperoleh ampunan dan
pahala yang besar”(QS.Al Mulk:12)
“Bersabarlah kamu terhadap apa yang
mereka katakana dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”(QS.Al Muzammil:10).
C.
Bahaya di balik tradisi bid’ah
Baik atau buruknya tradisi attumate,itu termasuk amalan bid’ah karena:
1. Amalan seperti itu tidak pernah diajarkan oleh Nabi SAW dan tidak
pernah pula dilakukan oleh masyarakat pada zaman sahabat sepeninggal Nabi SAW,
sehingga termasuk perkara baru yang diada-adakan dalam agama Islam sedangkan
perkara baru yang diada-adakan itu dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
“ Kataakanlah:Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji baik yang
Nampak atau yang tersembunyi,perbuatan dosa,melanggar hak manusia tanpa alas an
yang benar,mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan
hujjah untuk itu,dan mengada-adakan terhadap Allah sesuatu yang tidak kamu
ketahui”(QS.Al A’raaf:33).
“Maka tidak ada sesudah kebenaran,melainkan kesesatan” (QS.Yunus:32).
“Jauhilah segala perkara baru yang
diada-adakan (dalam agama).Setiap perkara baru yang diada-adakan adalah bid’ah
dan setiap bid’ah adalah sesat dan segala kesesatan balasannya adalah
neraka”(HR.Abu Daaud,Ad Daraimi dan Tirmidzi)
2. Tradisi attumate mengandang
kepercayaan baru bagi masyarakat yang tidak dikenal dalam aqidah Islam, yaitu menyelamatkan
keluarga yang telah meninggal dan kebaikan bagi keuarga yang
melakukannya,sehingga menimbulkan keharusan untuk melakukannya. Jadi kepercayaan
dan amalan atturame telah menyentuh ranah aqidah dan ibadah yang menandingi
aqidah dan ibadah yang diajarkan Islam.
Sebagai
sebuah amalan bid’ah,tradisi attumate akan mendatangkan bahaya bagi para
pengikutnya. Bahaya-bahaya yang akan muncul antara lain :
1.
Bid’ah
lebih berbahaya dari pada perbuatan maksiat, sebab orang yang berbuat maksiat
seperti berzina, mencuri, umumnya bersembunyi atau merasa minder karena merasa
berdosa. Lain halnya dengan orang yang berbuat bid’ah, dia terang-terangan
karena tidak merasa bahwa perbuatannya itu terlarang,tetapi sebaliknya merasa
dapat pahala.
2.
Pelakunya
termasuk orang yang tersesat, sebagaimana firman Allah :
“Dan siapakah yang lebih sesat
daripada orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapatkan petunjuk
dari Allah sedikitpun” (QS. Al Qashas : 50).
Dan sabda Nabi SAW :
“Setiap bid’ah adalah sesat dan
segala kesesatan tempatnya adalah neraka” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
3.
Allah
menutup tobatnya ahli bid’ah, sebagaimana sabda Nabi :
“Sesungguhnya Allah menghalangi
taubat setiap ahli bid’ah “ (Dishohihkan oleh Al-Albani).
4.
Amal
bid’ah lebih disukai oleh Iblis karena perbuatan maksiat boleh jadi orangnya
bertaubat, sedangkan ahli bid’ah tidak akan bertaubat karena tidak merasa
melakukan perbuatan dosa. (Majmu’ fatwa Ibnu Taimiyah).
5.
Pelaku
bid’ah menipu umat dan dirinya sendiri karena punya prinsip-prinsip yang
penting tujuannya baik. Orang yang hanya mementingkan niat baik tanpa melihat
apakah amalannya sesuai dengan tuntunan Nabi ataukah tidak adalah ciri orang yang
ditipu setan sebagaimana firman Allah:.
“Maka apakah orang yang dijadikan
(setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu
baik (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan?)”
6.
Ahli
bid’ah itu sombong, merasa dirinya lebih pandai daripada Nabi Muhammad dan para
sahabatnya, sehingga mereka membuat amalan-amalan baru untuk menyempurnakan
agama Islam, padahal Allah telah menyatakan bahwa Islam telah sempurna. Segala
sesuatunya telah diajarkan (QS. Al Maaidah : 3).
“Dan kami turunkan kepadamu al Kitab
(Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan
kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (QS. An nahl : 89).
7.
Para
penyebar dan pemimpin amalan bid’ah akan memikul dosanya dan dosa orang-orang
yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.
“Barangsiapa yang memulai sesuatu
yang buruk maka dia akan memperoleh bagian dosa dari orang yang mengikutinya”
(HR. Muslim).
8.
Pembuat
dan pelaku bid’ah akan mendapat laknat, dan ditolak amalnya .
“sesungguhnya orang yang
menyembunyikan kebenaran apa yang telah kami turunkan berupa keterangan (yang
jelas) dan petunjuk, setelah kami menerangkannya kepada manusia dalam al kitab,
mereka dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh sesama makhluk yang dapat
melaknat”(QS. Al Baqarah : 159).
“Barang siapa membuat perkara baru
dalam agama (bid’ah) di dalamnya atau melindungi orang yang membuat bid’ah
(dosa dan maksiat), maka ia akan memperoleh laknat Allah, para Malaikat, dan
seluruh umat manusia,allah tidak akan menerima amalan wajibnya dan tidak pula
amalan sunnahnya” (HR. Bukhari dan Muslim).
9.
Pelaku
bid’ah tidak diperbolehkan meminum air dari telaga nabi SAW pada hari kiamat
pada saat umat Islam lainnya dipersilahkan menikmati air telaga yang apabila
diminum maka manusia tidak akan haus selama-lamanya. (HR. Bukhari dan muslim).
10. Para pelaku kadang lebih mementingkan
amalan bid’ah lebih mementingkan amalan bid’ahnya daripada amalan yang
diperintahkan Allah seperti shalat berjamaah,yang seperti ini termasuk orang
yang zalim dalam agama,sebagaimana yang telah dinyatakan Allah:
“Lalu orang-orang yang zalim
mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka.
Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena
mereka berbuat fasik.” (QS.Al Baqarah:59).
11. Allah SWT telah menyiapkan neraka
kepada para pelaku bid’ah, yang melanggar peringatan-Nya. Peringatan-peringatan
Allah yang dilanggar antara lain ;
”Janganlah kamu mengikuti apa-apa
yang tidak ada pengetahuanmu tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,penglihatan
dan hati akan dimintai pertanggungjawabannya.’(QS.Al Israa:36)
“Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu
karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.Sesungguhnya orang-orang yang
sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat,karena mereka melupakan hari
perhitungan”(QS.Shaad:26).
“Jika kamu mengikuti kebanyakan
manusia di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah”(QS.Al
An Aam:116)
Dan peringatan Rasulullah SAW :
“Jauhilah perkara baru yang
diada-adakan (dalan urusan agama),karena setiap perkara baru yang diada-adakan
adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”dan pada hadist lain
dikatakan”Setiap kesesatan balasannya adalah neraka” (HR. Abu Daud dan
Tirmidzi).
”Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami
yang bukan perintah kami maka amalan itu pasti di tolak”,”Barangsiapa yang
melakukan suatu amalan yang tidak ada atasnya syariat (perintah) kami maka
tertolak” (HR.Bukhari-Muslim).
12. Pelaku bid’ah adalah mencemarkan
Islam karena menganggap Islam belum sempurna sehingga mereka berusaha
menyempurnakannya dengan membuat-buat syariat baru.”Pada hari ini teah Kusempurnakan
untuk kamu gamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah
Ku-ridhoi Islam itu menjadi agamamu” (QS
Al Maaidah:3).
13. Sesungguhnya bid’ah itu mengandung
perpecahan umat Islam,sebab jadilah Islam berkeompok-kelompok dan mereka bangga
dengan apa yang ada pada kelompoknya masing-masing.
“dan janganlah kamu termasuk
orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang
yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap
golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (QS. Ar
Ruum:31-32).
D. Jangan Takut Meninggalkan Tradisi
Attumate
Salah satu faktor yang membuat seorang muslim begitu setia dan taat
melaksanakan tradisi nenek moyangnya adalah ketakutan,yaitu:
1. Takut kepada roh keluarga yang
diipercaya akan marah dan datang mengganggu keluarga yang ditinggalkannya;
2. Takut kepada keluarga lainnya dan
masyarakat,baik takut dicela atau dicemoh atau dianggap orang yang tidak mau
bersatu maupun takut dimarahi karena dianggap telah mengikuti ajaran sesat.
Kalau memang kita memahami ajaran Islam dan telah meyakini bahwa tradisi
attumate adalah tradisi bid’ah dan “setiap bid’ah adalah sesat” yang di
dalamnya terkandung keburukan-keburukan seperti yang telah diuraikan di
atas,maka tentu akan menimbulkan keberanian untuk meninggalkannya dan tidak
takut lagi kepada selain Allah.Mengapa kita mesti takut kepada sesama manusia.Bukankah
ruh orang mati tidak akan mungkin bisa kembali ke dunia karena telah terkunci
di alam kubur ?.Kalau mereka marah namun mereka tidak akan bisa menghukum orang
lain karena yang bisa memberi hukuman di akhirat hanyalah Allah.
Mana yang lebih kita takuti sesama manusia atau Allah yang memiliki azab
yang penih bila kita tidak mentaati-Nya atau tidak mentaati Rasul-Nya.Allah
telah menyatakan bahwa Islam telah sempurna.Jadi mengapa kita mesti takut pada
orang-orang yang mau menambah-nambah amalan yang Allah sendiri telah menyatakan
sempurna,bukankah mereka harus berurusan dulu dengan Allah untuk
mempertanggungjawabkan kepintarannya menambah-nambah syariat Islam ?.
Bukankah Allah telah mengingatkan kepada kita untuk tidak takut kepada
sesame manusia,melainkan hanya takut kepada-Nya ?.
“Janganlah kamu takut
kepada sesama manusia,tetapi takutlah kepada-Ku”(QS.Al Maaidah:44)
“Allahlah yang berhak kamu
takuti,jika kamu benar-benar orang yang beriman”(QS.Taubah:13)
“Sesungguhnya orang-orang yang takut
kepada Tuhannya yang tidak Nampak oleh mereka akan memperoleh ampunan dan
pahala yang besar”(QS.Al Mulk:12)
Terhadap perkataan mereka yang
mungkin mencela,mengjelek-jelekkan dan berbagai tuduhannya maka Allah menyuruh
kita menghadapinya dengan bersabar,
“Bersabarlah kamu terhadap apa yang
mereka katakan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”(QS.Al Muzammil:10).
Jadi
janganlah takut,Allah akan selalu bersamamu,menjaga dan melindungimu bilamana
kamu benar-benar beriman dan bertakwa kepada-Nya selalu berbuat kebaikan,selalu
bersabar dan bertawakkal kepada-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar